
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Qin Chen baru saja memberi tugas pada Jin Han, JinFan, Jin Yan, dan juga Mu Niao. Mereka ditugaskan merekrut mantan prajurit Kerajaan Ming, dan menjadikan mantan prajurit itu sebagai prajurit Kerajaan Shu.
Namun, tak semua dapat langsung dijadikan sebagai prajurit Kerajaan Shu. Mereka tetap akan menjalani seleksi ketat untuk menjadi prajurit Kerajaan Shu. Semua itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi adanya pengkhianat diantara mereka.
“Secepatnya kalian harus segera kembali dengan membawa kabar baik,” kata Qin Chen pada Jin Han dan yang lainnya.
Jin Han dan yang lainnya mengangguk mengerti, lalu mereka segera berangkat menuju wilayah bekas kekuasaan Kerajaan Ming.
“Kekuatan musuh yang akan datang sulit diprediksi. Lebih baik mematangkan seluruh persiapan sebelum mereka datang mengepung Kerajaan Shu,” gumam Qin Chen setelah melepas kepergian Jin Han dan yang lainnya.
Setelah melepas kepergian mereka, Qin Chen akan kembali merepotkan diri dengan melatih seluruh calon anggota Kavaleri Naga Hitam.
“Sedikit lagi mereka dapat menyelesaikan pelatihan yang aku berikan...” Qin Chen langsung saja pergi ke tempat pelatihan.
Qin Chen memberikan pelatihan menemukan titik pusat tenaga dalam, dan juga teknik pernafasan untuk meningkatkan kapasitas tenaga dalam calon anggota Kavaleri Naga Hitam. Untuk keahlian beladiri, Qin Chen menyerahkan pelatihan itu pada Zang Lei.
“Mereka sudah banyak perkembangan sejak kali pertama mengikuti pelatihan” kata Zang Lei pada Qin Chen.
“Satu atau dua minggu lagi mereka akan menyelesaikan seluruh pelatihan, dan mereka berhak diresmikan menjadi anggota Kavaleri Naga Hitam bergabung dengan anggota yang sudah terlebih dahulu tergabung dalam Kavaleri Naga Hitam,” ujar Qin Chen.
Melihat matahari sudah condong ke arah barat, Qin Chen kenyudahi pelatihan mereka, dan pelatihan akan dimulai di hari esok begitu matahari terbit.
...----------------...
Qin Chen pergi ke gua tempat biasa dia melakukan pelatihan begitu selesai melatih calon anggota Kavaleri Naga Hitam. Kali ini dia akan berlatih Kitab Jurus Pedang Naga Api. Dari ketiga kitab yang dia miliki, Kitab Jurus Naga Api memiliki jumlah halaman lebih banyak dari dua kitab yang telah dipelajari Qin Chen. Banyaknya jumlah halaman, sesuai dengan isi Kitab Jurus Pedang Naga Api yang memiliki lima bagian.
Qin Chen hari ini hanya akan fokus mempelajari salah satu bagian, dan bagian yang lain akan dia pelajari di hari lain.
“Jurus Pedang Naga Api, Tetes Api Kematian...” Qin Chen mempelajari bagian pertama dari Kitab Jurus Pedang Naga Api.
Setelah menghabiskan waktu selama dua jam untuk membaca dan mempelajari bagian pertama Kitab Jurus Pedang Naga Api, Qin Chen mencoba mempraktikkan apa yang baru dia pelajari.
“Jurus Pedang Naga Api, Tetes Api Kematian...” Menggunakan pedang yang dia bawa dari tempat latihan, Qin Chen mulai melakukan gerakan Jurus Pedang Naga Api, Tetes Api Kematian.
__ADS_1
Qin Chen mengayunkan pedang di tangannya sesuai gerakan yang dia pelajari dari Kitab Jurus Pedang Naga Api.
“Merubah tenaga dalam menjadi tetesan api yang mampu melelehkan apapun...” Qin Chen telah memahami jurus yang dia pelajari.
Pedang di tangan Qin Chen tiba-tiba memancarkan cahaya merah, dan setiap kali dia mengayunkan pedang muncul tetesan selayaknya air tapi tetesan itu adalah api yang mampu melelehkan apapun yang terkena tetesan.
“Itu cukup mengerikan,” gumam Qin Chen melihat kerusakan akibat jurus yang baru dia keluarkan.
“Sebaiknya aku tidak sembarangan menggunakan jurus ini kalau tidak dalam keadaan terdesak. Salah menggunakan teknik ini aku bisa saja melukai orang-orangku sendiri,” gumam Qin Chen menyudahi penggunaan Jurus Pedang Naga Api.
“Pedang biasa sepertinya juga tidak bisa bertahan saat aku menggunakan Jurus Pedang Naga Api...” Qin Chen melihat pedang di tangannya hanya tersisa gagang pedangnya, sedangkan bagian lainnya telah lenyap.
“Sebaiknya aku segera kembali ke istana Kerajaan sebelum malam semakin larut,” kata Qin Chen lalu menggunakan teknik meringankan tubuh dia kembali ke istana Kerajaan Shu.
...----------------...
Kamar Ratu Li Wei.
“Apa yang sudah terjadi pada Guru?...” Ratu Li Wei sangat terkejut melihat keadaan gurunya yang sangat menyedihkan.
“Muridku sepertinya kita harus menunda membunuh wanita itu. Pria yang kamu inginkan, dia memiliki kekuatan yang bisa menyaingi pendekar Kaisar. Aku bahkan bukan tandingan dia,” kata Lao Pi sebelum dia kehilangan kesadaran karena telah menggunakan seluruh tenaga dalam yang dimilikinya.
“Keadaan Guru benar-benar buruk,” gumam Ratu Li Wei.
“Panggil tabib Kerajaan untuk merawat wanita ini!...” Ratu Li Wei memberi perintah pada pelayan di kediamannya.
Rasa hormat Ratu Li Wei seketika lenyap setelah Lao Pi sekarang jauh lebih lemah darinya, bahkan dia menatap sinis ke arah Lao Pi yang dibawa keluar dari kamarnya. “Tidak ada gunanya aku mengurusi orang yang tidak lagi dapat aku gunakan. Lebih baik aku mencari orang kuat lainnya,” gumam Ratu Li Wei sambil menutup rapat pintu kamarnya.
“Apapun akan aku lakukan untuk menyingkirkan wanita itu dan mendapatkan kembali apa yang sudah seharusnya menjadi milikku. Aku harus lebih kuat dari siapapun di dunia ini dan menjadi pendekar paling kuat di dunia ini,” kata Ratu Li Wei sambil menatap keindahan wajahnya lewat pantulan cermin.
Namun, tiba-tiba pandangannya tertuju pada perutnya yang sudah menunjukkan sedikit perubahan. “Melihatmu yang mulai tumbuh, membuat aku ragu mengakhiri hidupmu. Namun, keberadaanmu benar-benar memperlambat semua rencana yang sudah aku persiapkan untuk masa depanku...”
“Aku memang tidak memiliki keinginan membunuh kamu, tapi kamu harus kuat kalau ingin tetap hidup karena mulai besok aku akan mulai melakukan pelatihan dengan guru baru,” ujar Ratu Li Wei sambil memegangi perutnya yang mulai membuncit.
Puas melihat keindahan wajahnya sendiri, Ratu Li Wei membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, dan perlahan dia mulai memejamkan kedua matanya.
...----------------...
__ADS_1
“Kerajaan Gui sudah menjalin kerjasama dengan Kekaisaran Qing dan mereka berencana menyerang Kerajaan Shu. Akan tetapi, kapan mereka menyerang belum ada yang mengetahuinya,” kata Putri Liu Yao pada Qin Chen dan pada semua orang yang berada di aula istana Kerajaan.
“Bukannya kita sudah mengira mereka akan bekerjasama?” ujar Jenderal Shang Hong.
“Kita memang sudah mengira mereka akan bekerjasama, tapi aku tidak mengira mereka menjalin kerjasama secepat ini,” kata Putri Liu Yao.
“Dengan terbentuknya kerjasama diantara Kerajaan Gui dan Kekaisaran Qing, kemungkinan dalam waktu dekat mereka akan menyerang Kerajaan Shu,” ujar Qin Chen.
“Dalam satu atau dua bulan kedepan, kemungkinan mereka akan menyerang Kerajaan Shu. Sebelum mereka datang menyerang, sebaiknya kita sudah bersiap menghadapi mereka,” kata Putri Liu Yao.
“Yang Mulia, hanya dengan kekuatan yang saat ini kita miliki, kita tidak mungkin dapat bertahan dari serangan mereka,” ungkap Zang Lei.
Qin Chen dan Putri Liu Yao sama-sama tersenyum mendengar itu. “Kalian tenang saja, tak lama lagi kita akan memiliki kekuatan yang cukup untuk menghadapi mereka,” ujar Putri Liu Yao sambil menatap Qin Chen.
“Aku sudah menyuruh Jin Han dan yang lainnya untuk merekrut mantan prajurit Kerajaan Ming. Kemungkinan besar, dalam satu dua minggu kedepan, mereka akan kembali dengan membawa kabar baik,” kata Qin Chen.
“Selain harapan dari mereka yang pergi merekrut mantan prajurit Kerajaan Ming, kita masih punya kekuatan lain yang dapat digunakan untuk melakukan serangan kejutan. Aku yakin kekuatan mereka lebih dari cukup untuk mengalahkan salah satu sisi pasukan musuh,” lanjut Qin Chen.
Semua orang tahu apa yang dimaksud Qin Chen. Mereka harus mengakui kalau apa yang dimaksud Qin Chen bisa saja menjadi penentu jalannya peperangan. Dengan kekuatan yang dimiliki mereka, bisa dikatakan mereka adalah kekuatan terbesar yang dimiliki Kerajaan Shu.
Pertemuan mereka diakhiri setelah Putri Liu Yao membagi tugas untuk masing-masing orang yang berada di aula istana.
Satu minggu berlalu dengan cepat.
Jin Han dan yang lainnya telah kembali ke istana Kerajaan Shu. Mereka datang bersama empat ratus ribu prajurit yang telah lolos seleksi untuk menjadi prajurit Kerajaan Shu. Selain prajurit, ada empat mantan Jenderal Kerajaan Ming yang berhasil lolos seleksi.
Selain kedatangan Jin Han dan yang lainnya dengan membawa banyak bala bantuan, di waktu yang sama Qin Chen telah meresmikan lebih dari seratus ribu orang menjadi anggota Kavaleri Naga Hitam.
Dalam satu minggu, kekuatan Kerajaan Shu telah meningkat, bahkan kekuatan yang sekarang sudah jauh melampaui kekuatan masa jaya Kerajaan Shu. Dengan kekuatan yang sekarang, semakin besar kesempatan Kerajaan Shu dapat bertahan dari serangan Kerajaan Gui dan Kekaisaran Qing.
Kekuatan Kerajaan Shu masih dapat meningkat seandainya Kerajaan Gui dan Kekaisaran Qing tidak menyerang dalam waktu dekat. Tanpa ada gangguan, dalam satu bulan kekuatan Kerajaan Shu bisa saja melampaui kekuatan yang dimiliki musuh Kerajaan Shu.
...----------------...
Putri Liu Yao yang melihat peningkatan kekuatan Kerajaan Shu, dia tidak bisa menutupi perasaan bahagianya. “Meski belum cukup untuk mengimbangi kekuatan mereka, setidaknya kekuatan Kerajaan Shu saat ini dapat bertahan dari gempuran mereka...”
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.