
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Semua pendekar tercengang melihat pria bertopeng yang tiba-tiba saja menghilang. Mereka semua tahu, apa yang dilakukan pria bertopeng hanya bisa dilakukan oleh pendekar Raja, yang artinya pria bertopeng adalah pendekar Raja.
Meski babak belur, para pendekar merasa lega karena mereka masih diberi kesempatan hidup, tapi mereka benar-benar tidak menyangka kalau baru saja berhadapan dengan seorang pendekar Raja.
“Dunia ini sang luas, dan memang benar di dunia ini tidak hanya terdapat tiga pendekar Raja. Kemungkinan masih banyak pendekar Raja lain yang masih menyembunyikan keberadaannya...”
“Pria bertopeng barusan mengatakan kalau Putri Mahkota Liu Yao adalah wanitanya. Dengan kekuatan yang dimilikinya, kini aku yakin pendekar Tombak Naga benar-benar mati ditangan seseorang dari Kerajaan Shu...”
Mendengar itu, pendekar yang lainnya mengangguk setuju.
“Sebaiknya kita tidak lagi mengusik Kerajaan Shu...”
“Dengan adanya sosok pendekar Raja, dan kekuatan prajurit yang dapat mengalahkan pendekar tingkat 3. Kerajaan Shu pantas mendapat julukan Kerajaan terkuat diantara Kerajaan di bawah kekuasaan Kekaisaran Qing...”
°°°
Tak jauh dari Desa Suma, di desa tanpa nama.
“Tuan, sudah ada tiga ribu orang yang berhasil melewati seluruh seleksi yang sudah kita persiapkan, dan jumlah mereka setiap harinya akan terus bertambah,” kata Jin Fan pada Qin Chen yang baru saja sampai di desa tempat seleksi dan pelatihan calon anggota Kavaleri Naga Hitam.
“Jumlah mereka masih terlalu sedikit. Setidaknya aku membutuhkan lebih seratus ribu orang untuk menjadi anggota Kavaleri Naga Hitam,” ujar Qin Chen sambil melihat sekumpulan orang yang sedang mengikuti seleksi.
“Tuan, apa perlu kita mencari calon anggota ke kota lainnya? Aku rasa jumlah itu tidak akan tercukupi kalau kita hanya melakukan seleksi di Ibukota Kerajaan,” kata Jin Yan pada Qin Chen.
“Benar apa yang kamu katakan. Kalau begitu, Jin Fan kamu aku beri tugas melakukan seleksi di Kota Zhuhai, sedangkan Jin Yan, kamu aku beri tugas melakukan seleksi di Kota Hebei! Untuk seleksi di tempat ini, aku bisa melakukannya sendiri dan lagi ada pasukan Kura-Kura Hitam yang akan membantuku,” kata Qin Chen.
Jin Yan dan Jin Fan juga tidak akan melakukan tugas mereka seorang diri. Akan ada anggota pasukan Naga Hitam yang akan membantu mereka.
__ADS_1
Keduanya dengan senang hati melakukan seperti apa yang dikatakan Qin Chen pada mereka, dan keduanya akan berangkat ke tujuan masing-masing setelah menyelesaikan tugas yang saat ini sedang mereka kerjakan.
Sedangkan Qin Chen, setelah memberi tugas pada Jin Fan dan Jin Yan, dia memutuskan pergi ke istana Kerajaan menemui Putri Liu Yao.
“Sudah beberapa hari ini aku tidak menemuinya. Aku harap dia tidak marah karena aku jarang menemuinya,” gumamnya lirih.
°°°
Kabar tentang keberadaan pendekar Raja di Kerajaan Shu yang merupakan kekasih dari Putri Liu Yao dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut. Bahkan kurang dari satu hari kabar itu telah tersebar ke seluruh wilayah Kerajaan Shu dan wilayah Kerajaan lain yang berbatasan langsung dengan Kerajaan Shu.
Dikabarkan juga kalau pendekar itu adalah pendekar yang telah mengalahkan dan membunuh pendekar Tombak Naga. Selain keberadaan pendekar Raja di Kerajaan Shu, ikut tersiar tentang prajurit Kerajaan Shu yang memiliki kekuatan jauh lebih kuat dibandingkan seorang pendekar tingkat 3. Pendekar tingkat 3 yang dikatakan cukup kuat dapat dikalahkan dengan mudah oleh prajurit penjaga gerbang Ibukota Kerajaan Shu.
Banyak yang tidak percaya dengan kabar itu, bahkan tidak sedikit orang yang menganggap kabar itu hanya untuk menakut-nakuti musuh dari Kerajaan Shu. Akan tetapi, setelah mendengar cerita langsung dari para pendekar yang berhadapan langsung dengan prajurit penjaga gerbang Ibukota Kerajaan Shu, serta mereka juga berhadapan dengan pendekar bertopeng yang mereka anggap sebagai pendekar Raja. Orang-orang yang sebelumnya tidak percaya, mereka mulai percaya dengan kebenaran kabar yang beredar.
Bagi mereka yang kekeuh tidak percaya dengan kabar yang beredar. Dengan bodohnya mereka membuktikan sendiri kebenaran kabar itu dengan pergi ke Ibukota Kerajaan Shu, dan pada akhirnya banyak dari mereka yang mati sia-sia saat memaksa masuk ke dalam Ibukota Kerajaan Shu. Sifat keras kepala, membuat hal buruk menimpa mereka yang terus saja memaksa memasuki Ibukota Kerajaan.
Hanya dalam beberapa jam saja sudah ada lebih dari seratus pendekar yang mati karena memaksa masuk ke dalam Ibukota Kerajaan Shu. Untuk yang terluka, jumlah mereka jauh lebih banyak dibandingkan mereka yang mati, dan jumlah itu akan terus bertambah dengan semakin banyaknya orang bodoh yang terus berdatangan memaksa masuk Ibukota Kerajaan Shu.
Setelah melihat banyaknya pendekar yang terluka dan mati, para pendekar yang baru datang tidak lagi memiliki keinginan memasuki Ibukota Kerajaan Shu, dan lebih memilih pergi meninggalkan Ibukota Kerajaan. Mereka yang memilih pergi adalah mereka yang sudah yakin dengan seluruh kabar yang berhubungan dengan Kerajaan Shu.
“Mereka lebih pintar dari yang memilih mati sia-sia di tempat ini,” kata salah satu prajurit penjaga gerbang Ibukota Kerajaan Shu.
Jumlah prajurit yang menjaga gerbang Ibukota Kerajaan Shu ditambah saat kekacauan semakin besar terjadi di gerbang Ibukota Kerajaan. Dari hanya sekitar puluhan prajurit, kini sudah ada lima ratusan prajurit bersenjatakan lengkap menjaga gerbang Ibukota Kerajaan. Jumlah mereka sewaktu-waktu dapat bertambah saat kekacauan di gerbang Ibukota Kerajaan semakin meluas.
°°°
Istana Kerajaan Shu.
Qin Chen baru saja masuk ke ruang kerja Putri Liu Yao, dimana sang Putri sedang sibuk mengerjakan tugasnya yang hampir selesai.
“Apa yang sebenarnya sudah terjadi di gerbang Ibukota? Kenapa banyak pendekar yang mati di tempat itu?” tanya Qin Chen pada Putri Liu Yao yang terlihat masih sibuk.
__ADS_1
Putri Liu Yao menatap Qin Chen sambil melepas cadar yang menutupi sebagian wajahnya. “Mereka adalah para pendekar yang mati karena ingin memastikan kabar kematian pendekar Tombak Naga. Selain itu, mereka juga ingin memastikan kebenaran adanya sosok pendekar Raja di Kerajaan Shu. Akan tetapi, kebanyakan mereka yang mati adalah pendekar bodoh yang menantang bertarung prajurit penjaga gerbang Ibukota,” kata Putri Liu Yao.
“Aku tidak menyangka kabar itu tersebar begitu cepat, padahal baru tadi aku menunjukkan diri di hadapan para pendekar yang terus mengatakan buruk tentang kamu,” ujar Qin Chen lalu dia duduk di sebelah Putri Liu Yao.
“Apa kamu menunjukkan diri di hadapan orang-orang itu hanya karena mereka terus mengatakan hal buruk tentang aku?” tanya Putri Liu Yao sambil menyandarkan kepalanya ke lengan Qin Chen.
“Apa aku perlu alasan lain untuk menunjukkan diri di hadapan mereka, setelah aku mendengar mereka terus mengatakan hal buruk tentang kamu? Kalau saja aku punya sedikit waktu untuk berurusan dengan mereka, mungkin aku sudah membunuh mereka,” kata Qin Chen.
Putri Liu Yao tersenyum mendengarnya, “Aku senang karena kamu sangat peduli padaku,” ujar Putri Liu Yao.
“Aku lebih senang lagi karena memiliki wanita sesempurna dirimu,” balas Qin Chen.
Mendengar itu Putri Liu Yao langsung saja mendorong tubuh Qin Chen, dan dengan cepat dia menindih tubuh Qin Chen.
“Berikan aku sedikit kesenangan setelah seharian disibukkan oleh pekerjaan!” kata Putri Liu Yao.
“Apa wanitaku menginginkan itu?...”
“Aku tidak menginginkannya, tapi aku sangat menginginkannya, dan ingin terus melakukannya denganmu...”
“Bagaimana kalau aku menolak melakukan itu? Apa kamu akan memaksa aku melakukan itu denganmu?...”
“Aku tidak akan memaksamu, tapi aku akan membuat kamu ingin melakukannya,” bisik Putri Liu Yao.
“Baiklah, buat aku memiliki keinginan untuk melakukan itu!...”
Setelah mendengar itu, Putri Liu Yao mulai melucuti seluruh pakaian Qin Chen begitu juga dengan pakaiannya, dan setelahnya dia menggunakan tubuhnya sendiri untuk membuat Qin Chen menginginkan apa yang dia inginkan.
Qin Chen yang sebenarnya juga menginginkan hal yang sama dengan Putri Liu Yao, dalam posisi diam dia sangat menikmati pelayanan yang diberikan Putri Liu Yao padanya, dan tidak butuh waktu lama untuk keduanya sama-sama mencapai puncak kenikmatan.
°°°
__ADS_1
Bersambung...