Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Mengambil Alih Kekaisaran Qing


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Tumpukan mayat prajurit Kekaisaran Qing dibakar di medan peperangan setelah sehari semalam prajurit Kerajaam Shu mengumpulkan mereka.


“Peperangan di Kerajaan Shu telah berakhir, tapi kini peperangan akan berpindah ke sisi Kekaisaran Qing. Aku, Zang Lei dan Kavaleri Naga Hitam akan menyerang Kekaisaran Qing dan mengambil alih seluruh wilayah kekuasaan Kekaisaran Qing. Qing Jun sebagai Putra Mahkota, di saat ini tidak punya pilihan selain menyerah kalau tidak ingin mati!” kata Qin Chen pada Putri Liu Yao.


Mendengar perkataan Qin Chen, Putri Liu Yao berkata, “Aku tidak membutuhkan seluruh wilayah Kekaisaran Qing. Aku cuma ingin kamu kembali dalam keadaan selamat.”


Setelah Putri Liu Yao mengatakan apa yang ingin dia katakan, dia melepaskan kepergian Qin Chen, Zang Lei, dan Kavaleri Naga Hitam yang ingin mengambil alih seluruh wilayah Kekaisaran Qing. Meski hanya berjumlah seratus ribu orang, kekuatan Kavaleri Naga Hitam lebih dari cukup untuk mengambil alih seluruh wilayah Kekaisaran Qing, termasuk ibukota Kekaisaran serta istana Kekaisaran.


...----------------...


Di tempat peperangan Kerajaan Shu dan Kerajaan Gui, Qiao Bao, Jin Han, dan Jenderal Shang Hong, mereka telah menyiapkan dua ratus ribu prajurit terbaik untuk mengambil alih seluruh wilayah Kerajaan Gui.


Meskipun Kerajaan Gui telah kehilangan Raja, para Jenderal, dan keseluruhan kekuatan utama mereka. Qiao Bao dan yang lainnya tidak sedikitpun menganggap remeh sisa kekuatan yang dimiliki Kerajaan Gui.


Mereka mengerahkan prajurit terbaik untuk merangsek masuk ke wilayah Kerajaan Gui. Pengampunan akan mereka berikan pada yang menyerah, dan pemusnahan akan diberikan pada mereka yang melawan.


Meskipun memutuskan menyerah, bukan berarti musuh akan terlepas dari hukuman. Mereka tetap menjalani hukuman sampai mereka lolos dalam tes kesetiaan pada Kerajaan Shu.


Setelah membersihkan medan peperangan dari mayat prajurit Kerajaan Gui, Jin Han sebagai pemimpin, dia memimpin dua ratus ribu prajurit bergerak masuk ke wilayah Kerajaan Gui.


Dengan kecepatan bergerak dua ratus ribu prajurit yang dia pimpin, Jin Han memperkirakan akan sampai di kota terdekat saat matahari hampir terbenam.


Tepat seperti perkiraannya, prajurit Kerajaan Shu yang dia pimpin sampai di kota milik Kerajaan Gui tepat sebelum matahari terbenam. Namun, apa yang dilihat Jin Han dan yang lainnya sangat berbeda dengan perkiraan mereka.


Mereka melihat di atas benteng yang mengelilingi kota berkibar puluhan bendera berwarna putih, dan juga terlihat oleh mereka gerbang benteng kota terbuka lebar tanpa penjagaan.


Saat prajurit Kerajaan Shu semakin mendekati kota, tiga orang keluar dari kota, mendatangi Jin Han sebagai pemimpin prajurit Kerajaan Shu.

__ADS_1


Tiga orang itu adalah pemimpin kota dan dua pengawal pribadinya. Kedatangan mereka untuk mengatakan kota miliknya menyerah dan tunduk pada Kerajaan Shu. Pemimpin kota yang terlihat senang, dia mengatakan kalau kotanya sudah lama menderita berada di bawah kekuasaan Kerajaan Gui.


Tahu Kerajaan Gui kalah dalam perang, dia dan seluruh penduduk kota senang, dan mereka sepakat menyerah serta tunduk pada Kerajaan Shu.


Jin Han, Qiao Bao, dan Jenderal Shang Hong mengangguk mengerti. Pada akhirnya mereka memasuki kota bersama pemimpin kota dan kedua pengawalnya.


Saat Jin Han dan yang lainnya memasuki kota, kedatangan mereka disambut meriah oleh penduduk kota, selayaknya menyambut kedatangan pahlawan.


Wajah bahagia terlihat dari wajah penduduk kota. Bahagia yang benar-benar bahagian, bukan sesuatu yang dibuat-buat.


Berhasil menguasai satu kota tidak membuat Jin Han dan yang lainnya berhenti. Menunggu datangnya hari esok, mereka bersiap mengambil alih kota lainnya, dan mereka baru akan kembali ke Kerajaan Shu setelah berhasil mengambil alih seluruj wilayah Kerajaan Gui.


...----------------...


Di sisi lain Qin Chen, Zang Lei dan Kavaleri Naga Hitam juga berhasil mengambil salah satu kota di wilayah Kekaisaran Qing tanpa harus melakukan peperangan. Seperti yang terjadi di kota yang baru dikuasai Jin Han dan yang lainnya, kota yang baru dikuasai Qin Chen juga memutuskan menyerah dan tunduk pada Kerajaan Shu tanpa harus berperang.


Saat ini Jin Han dan Zang Lei sedang melihat keadaan kota yang baru dia kuasai. Sebuah kota besar, tapi kehidupan sebagian besar penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.


Zang Lei sendiri menatap iba pada kehidupan penduduk kota. Dia tidak menyangka Kekaisaran Qing yang terkenal akan kemajuan dan kesejahteraannya, ternyata itu semua hanyalah omong kosong.


“Tuan, aku sebelumnya sempat bertanya pada salah satu penduduk. Dia menceritakan kalau selama ini pihak Kekaisaran Qing meminta pajak tinggi, dan akan memperbudak siapapun yang tidak membeyar pajak. Banyak juga penduduk yang dijadikan prajurit Kekaisaran dengan gaji sangat sedikit,” kata Zang Lei.


Qin Chen menggelengkan kepalanya mendengar itu, dan dia tidak aneh saat penduduk kota senang dengan kekalahan yang dialami Kaisar Qing Luo.


“Tuan, sebenarnya kota ini memiliki banyak sumber penghasilan. Selain persawahan dan perkebunan, ada tambang besi dan baja di utara kota. Kalau saja mereka tidak membayar pajak terlalu tinggi dan mendapatkan gaji sewajarnya, mungkin kota ini tidak terlihat semenyedihkan seperti saat ini,” ungkap Zang Lei.


“Berada di bawah Kerajaan Shu, aku akan membuat mereka hidup jauh lebih baik dari sebelumnya. Dengan apa yang dimiliki kota ini, mereka pantas memiliki kehidupan yang lebih baik,” ujar Qin Chen.


“Apa Tuan sudah tahu apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kehidupan penduduk kota ini?” tanya Zang Lei.


Qin Chen tersenyum mendengarnya. “Banyak cara untuk memperbaiki kualitas kehidupan di kota ini. Akan tetapi, untuk bisa melakukan itu semua, aku butuh seorang pemimpin yang cakap untuk memimpin kota ini, dan aku sudah tahu siapa yang cocok menjadi pemimpin kota ini,” katanya.

__ADS_1


“Tuan benar, dengan pemimpin yang cakap, aku yakin kualitas kehidupan di kota ini dapat membaik seiring dengan berjalannya waktu,” ungkap Zang Lei.


Di saat Qin Chen dan Zang Lei sedang membicarakan keadaan kota, serang prajurit anggota Kavaleri Naga Hitam menemui mereka, melaporkan tentang keadaan dua kota yang letaknya tidak terlalu jauh dari kota yang sekarang mereka singgahi.


“Yang Mulia, Tuan, dua kota tidak jauh dari kota ini telah mengumumkan menyerah. Dari keputihan yang mereka ambil, sepertinya kedua kota itu mengalami nasib yang sama dengan kota ini.”


“Zang Lei, sepertinya kita akan lebih cepat mengambil alih seluruh wilayah Kekaisaran Qing. Setelah tiga kota menyerah, artinya tinggal tujuh kota yang harus kita kuasai, dan terakhir kita akan mengambil alih ibukota Kekaisaran serta istana Kekaisaran,” ujar Qin Chen.


“Yang Mulia, Tuan, sepertinya bukan hanya kita yang mencoba mengambil alih wilayah Kekaisaran Qing, tapi ada kekuatan lain yang juga menginginkan wilayah Kekaisaran Qing.”


Mendengar itu Qin Chen dan Zang Lei segera mengarahkan pandangan ke arah prajurit di hadapan mereka. “Ada kekuatan lain yang juga menginginkan wilayah Kekaisaran Qing? Katakan padaku, siapa kekuatan lain yang kamu maksud?” pinta Qin Chen.


“Yang Mulia, salah satu kota di wilayah Kekaisaran Qing telah jatuh ke tangan Kerajaan Song, tapi sebenarnya mereka bukanlah orang-orang Kerajaan Song, melainkr mereka orang-orang dari Kerajaan Chu.”


“Setelah berhasil menguasai salah satu kota, saat ini mereka bergerak untuk menguasai kota lainnya. Kalau besok pagi kita baru bergerak, kemungkinan dua hari lagi kita akan bertemu dengan mereka di ibukota Kekaisaran Qing.”


Qin Chen tersenyum mengetahui siapa yang ingin mencari untuk dari peperangan diantara Kerajaan Shu dan Kekaisaran Qing.


“Kalau mereka berpikir dapat menguasai sebagian besar wilayah Kekaisaran Qing, pikiran mereka sangatlah meremehkan kekuatan yang kita miliki. Saat mereka bertemu dengan kita, saat itulah mereka akan musnah!” kata Qin Chen.


“Orang-orang seperti mereka memang pantas dimusnahkan. Tidak ingin merugi, dan memanfaatkan situasi untuk mencari untuk. Mereka memang terkesan pintar, tapi itu bukanlah kepintaran melainkan sebuah kelicikan!” ujar Zang Lei.


Mendengar adanya kekuatan lain yang menginginkan wilayah Kekaisaran Qing, Qin Chen merubah arah pergerakan Kavaleri Naga Hitam.


Bukannya langsung menusuk ke wilayah ibukota Kekaisaran Qing, arah pergerakan Kavaleri Naga Hitam sedikit melenceng. Tujuan Qin Chen merubah arah karena dia ingin menghadapi pasukan Kerajaan Chu sebelum sampai di ibukota Kekaisaran Qing.


“Tuan, kenapa kita tidak menunggu mereka di ibukota Kekaisaran dan justru menghadang mereka di perjalanan?” tanya Zang Lei penasaran dengan keputusan yang diambil Qin Chen.


“Menunggu mereka di ibukota hanya akan membuat kita menghadapi musuh dari dua sisi yang berbeda. Menghadang mereka di tengah jalan, akan membuat kita terhindar dari menghadapi musuh, yang berasal dari dua arah berbeda,” jawab Qin Chen dengan sedikit penjelasan.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2