
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Qin Chen, memimpin prajurit menuju ibukota Kekaisaran Barat. Qiao Bao, Jin Han dan Jin Yan, mereka berada tepat di belakang Qin Chen. Dengan kuda yang melaju dengan kecepatan tinggi, dalam dua hari mereka akan sampai di ibukota Kekaisaran Barat. Dalam perjalanan menuju ibukota Kekaisaran Barat, mereka akan melewati beberapa kota, tapi keberadaan kota-kota di sepanjang jalan menuju ibukota sama sekali bukan hambatan untuk mereka.
Setengah hari perjalanan, Qin Chen dan orang-orang yang dia pimpin sampai di sebuah kota yang hanya berjarak satu setengah hari perjalanan menuju ibukota Kekaisaran. Di kota yang berada dalam kondisi mengenaskan, Qin Chen hanya singgah untuk mengistirahatkan dan memberi makan pada kudanya. Sebelum pergi meninggalkan kota, Qin Chen memberi sedikit makanan untuk persediaan selama tujuh hari ke depan.
Penduduk kota sangat senang dengan bantuan yang diberikan Qin Chen. Meski bantuan itu tidak seberapa, setidaknya dalam tujuh hari kedepan mereka tidak akan mati karena kelaparan. “Qiao Bao, perintahkan beberapa prajurit untuk kembali ke Kerajaan Qiao dan menyiapkan pasokan makanan untuk kota-kota di wilayah barat yang kekurangan makanan!” Qin Chen memberi perintah darurat pada Qiao Bao karena dia tidak tega melihat penderitaan orang tua dan anak-anak yang harus menahan lapar di tengah dinginnya suhu udara.
Mendapat perintah dari Qin Chen, Qiao Bao langsung saja memerintahkan sepuluh prajurit kembali ke Kerajaan Qiao, dan menyiapkan pasokan makanan dalam jumlah besar untuk dibagikan ke kota-kota di wilayah barat. Setidaknya sudah ada empat kota yang mereka lewati, dan semua berada dalam keadaan yang menyedihkan. Semua penduduk di wilayah barat tidak kekurangan emas maupun besi, tapi mereka saat ini sangat kekurangan bahan makanan dan pakaian tebal.
Ditengah musim dingin yang tak kunjung berakhir dan berhentinya pasokan makanan dari wilayah timur sejak beberapa bulan terakhir, membuat keadaan penduduk wilayah barat sangat mengenaskan. Kematian karena kelaparan sudah terjadi di mana-mana. Anak kecil kekurangan gizi bukanlah sesuatu yang sulit ditemukan saat berada di wilayah barat.
Qin Chen kembali melanjutkan perjalanannya menuju ibukota Kekaisaran Barat, hawa dingin tidak terlalu terasa karena pakaian yang dikenakannya cukup tebal, dan harapan musim dingin segera berakhir muncul saat hari ini matahari begitu terang menunjukkan sinarnya.
Dengan kecepatan penuh, jalanan yang becek karena mulai mencairnya salju dilalu tanpa kendala. Derap langkah kuda terus terdengar, bahkan kaki kuda masih terus melangkah saat gelapnya malam mulai menyelimuti bumi. Tak ingin mengambil resiko berjalan di tengah kegelapan malam, Qin Chen memutuskan beristirahat di tanah lapang yang keberadaannya tak begitu jauh dari sebuah desa kecil.
“Malam ini kita beristirahat di tempat ini, dan kembali melanjutkan perjalanan saat matahari pagi mulai terbit dari ufuk timur!” Qin Chen memberi kesempatan pada semua orang untuk beristirahat, tapi tidak untuk dirinya.
Dia tetap terjaga sepanjang malam, memastikan tidak ada bahaya yang mengancam keselamatan prajuritnya. Bukan hanya Qin Chen yang terjaga di sepanjang malam, Qiao Bao, Jin Han dan Jin Yan juga terjaga di sepanjang malam, menemani Qin Chen memastikan keselamatan seluruh prajurit yang malam ini mendapatkan banyak waktu mengistirahatkan tubuh mereka.
__ADS_1
...----------------...
Malam terasa sangat singkat, dan tiba-tiba saja pagi sudah datang menyapa mereka yang masih terlelap di tengah dinginnya suhu pagi hari. Disaat kebanyakan orang masih terlelap, Qin Chen dan prajurit yang ikut bersamanya telah bergerak menuju ibukota Kekaisaran Barat. Dengan kecepatan stabil, sebelum siang mereka akan sampai ibukota Kekaisaran Barat.
Seluruh prajurit terlihat sangat bersemangat. Meskipun sudah melakukan perjalanan jauh dan waktu istirahat yang tidak menentu, tak sedikitpun terlihat guratan kelelahan di wajah mereka. Semua masih sangat bersemangat, dan kapanpun itu mereka siap melenyapkan musuh yang datang menghadang. Dengan mental sekuat itu, sangat sulit bagi sisa kekuatan Kekaisaran Barat bertahan dari gempuran prajurit yang dibawa Qin Chen.
Saat hampir sampai di ibukota Kekaisaran Barat. Qin Chen, Qiao Bao, Jin Han, Jin Yan serta seluruh prajurit yang berasal dari wilayah timur dapat melihat bendera putih berkibar di sepanjang jalan yang dilewati. Bulan hanya satu dua bendera, tapi ada puluhan bahkan ratusan bendera berwarna putih terlihat di sepanjang jalan. Keberadaan bendera berwarna putih semakin banyak saat hampir sampai di ibukota Kekaisaran Barat.
“Apa mereka sengaja memasang bendera putih di sepanjang jalan untuk menunjukkan pada kita kalau mereka telah menyerah?” Qin Chen bertanya pada Qiao Bao, Jin Han, dan Jin Yan yang berada di belakangnya.
“Yang Mulia, kemungkinan mereka memang menyerah.” Jim Han menjawab pertanyaan Qin Chen.
“Semoga saja mereka benar-benar menyerah, jadi tidak perlu ada pertumpahan darah di saat keadaan wilayah barat sangat mengenaskan.” Harapan Qiao Bao.
Prajurit dari wilayah timur yang dipimpin langsung oleh Qin Chen yang merupakan sosok Kaisar Kekaisaran Shu mulai memasuki ibukota Kekaisaran Barat. Tak ada senjata yang menyambut kedatangan mereka, gerbang ibukota terbuka lebar, dan mereka dapat memasuki ibukota tanpa harus mencabut keluar pedang dari sarungnya.
Prajurit yang datang bersama Qin Chen membagikan makanan pada anak-anak yang mereka temui di sepanjang jalan. Banyak anak-anak di ibukota Kekaisaran Barat, tapi mereka semua dalam keadaan kekurangan gizi, dan tak sedikit yang mengalami penyakit akibat semakin melemahnya kekebalan tubuh terhadap banyaknya penyakit yang muncul di musim dingin.
“Yang Mulia, selamat datang di Kekaisaran Barat.” Pejabat tinggi Kekaisaran Barat yang selama ini menentang keputusan Kaisar Bernard menyambut kedatangan Qin Chen dengan tangan terbuka, bahkan mereka senang saat melihat bagaimana prajurit dari wilayah timur memperlakukan anak-anak yang tinggal di ibukota Kekaisaran Barat.
“Apa kalian telah mengambil alih kekuasaan di ibukota Kekaisaran?” Qin Chen yang baru turun dari kudanya, dia bertanya pada lima orang di hadapannya.
__ADS_1
“Yang Mulia, kami sudah membersihkan ibukota dan istana Kekaisaran dari mereka yang memberi dukungan pada Kaisar Bernard, dan berencana menggunakan penduduk ibukota sebagai tameng hidup.” Salah satu orang di hadapan Qin Chen memberi jawaban.
Mendengar jawaban itu Qin Chen hanya menganggukkan kepala, lalu dia mengarahkan pandangan pada Qiao Bao, Jin Han, dan Jin Yan.
“Rawat mereka yang membutuhkan perawatan, dan segera keluarkan makanan untuk dibagi rata!” Prajurit yang dipimpin Qin Chen membawa sangat banyak sumber makanan, dan semua makanan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan di ibukota selama satu bulan ke depan.
Qiao Bao segera mengerahkan tabib yang biasa merawat prajurit yang terluka untuk merawat penduduk ibukota Kekaisaran yang memang membutuhkan perawatan. Berbekal banyaknya obat-obatan yang dibawa, para tabib tidak takut kehabisan persediaan obat. Sedangkan untuk Jin Han dan Jin Yan, keduanya membantu para prajurit yang sedang mempersiapkan dapur umum.
“Yang Mulia, Kekaisaran Barat tak lagi dapat diselamatkan. Tanpa adanya bantuan dari Yang Mulia, dalam satu atau dua hari ke depan, bisa dipastikan kematian masal akan terjadi di Kekaisaran Barat,” kata salah satu pejabat tinggi Kekaisaran Barat.
Mendengar itu, Qin Chen mengarahkan pandangannya pada orang yang baru saja berkata padanya, kemudian dia berkata, “Hari ini Kekaisaran Barat telah jatuh, dan Kekaisaran Shu mengambil alih seluruh wilayah Kekaisaran Barat. Bagi siapapun yang menentang kekuasaan Kekaisaran Shu atas wilayah yang sebelumnya menjadi bagian dari Kekaisaran Barat, aku sendiri yang akan memusnahkan keberadaan mereka.”
Para pejabat tinggi Kekaisaran Barat sama sekali tidak keberatan mendengar apa yang dikatakan Qin Chen. Bagi mereka, Kekaisaran Barat memang sudah tidak lagi bisa diselamatkan. Memaksa melakukan perlawanan pada kekuatan Kekaisaran Shu hanyalah sebuah kebodohan. Kekaisaran Shu datang dengan semangat perang, sedangkan Kekaisaran Barat bertahan dengan rasa lapar.
Menyerah tanpa sarat dan membiarkan Kekaisaran Shu mengambil alih Kekaisaran Barat adalah cara terbaik yang sudah mereka pikirkan untuk dapat menyelamatkan kehidupan penduduk di wilayah barat, dan terbukti keputusan mereka bukanlah keputusan yang salah setelah melihat apa yang dilakukan orang-orang dari Kekaisaran Shu di ibukota Kekaisaran.
Melihat mereka yang dulunya merupakan para pejabat tinggi Kekaisaran Barat terlihat tidak memiliki keinginan menentang kekuasaan Kekaisaran Shu di bekas wilayah Kekaisaran Barat, Qin Chen menunjukkan senyuman di wajahnya. “Aku tidak akan berbuat buruk pada penduduk wilayah barat, apalagi memperbudak mereka. Aku hanya ingin menyatukan wilayah timur dan wilayah barat yang sebelumnya memiliki hubungan buruk di saat wilayah barat berada di bawah kepemimpinan Kaisar Bernard.”
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1