Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Surat Dari Raja Tang Gong


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Putri Liu Yao dan orang-orang yang dia percaya pergi ke pabrik senjata yang dibangun Qin Chen tanpa sepengetahuan mereka. Tiba di pabrik, mereka langsung menuju gudang penyimpanan yang dijaga ketat oleh ratusan prajurit khusus.


“Ini semua adalah meriam yang dihasilkan pabrik ini selama beroperasi. Setidaknya sampai saat ini sudah ada seratus meriam dan puluhan ton bahan peledak yang bisa kita gunakan untuk melindungi Kerajaan Shu,” kata Qin Chen menjelaskan.


Ingin rasanya Putri Liu Yao dan yang lainnya tidal terkejut melihat apa yang berada di depan mata mereka, tapi melihat semua itu sulit bagi mereka semuan untuk tidak terkejut.


“Selain meriam, sebenarnya aku juga mengembangkan senjata lain, yang ukurannya jauh lebih kecil daripada meriam...” Qin Chen menunjukkan senjata api ciptaannya yang mengambil contoh senjata api dari Kekaisaran Barat.


“Setiap harinya pabrik ini hanya bisa memproduksi puluhan senjata seperti ini, dan juga ratusan butir peledak berukuran kecil,” lanjut Qin Chen memberi penjelasan.


Semua orang termasuk Putri Liu Yao hanya bisa menghela nafas panjang karena tak henti mereka dibuat terkejut oleh apa yang ditunjukkan Qin Chen.


Bukan hanya berhasil membuat meriam dan peledak, tapi juga berhasil menciptakan senjata api yang selama ini merupakan barang langka dan mahal.


Melihat puluhan meriam dan ratusan senjata api berjajar rapi di gudang senjata, Putri Liu Yao dan yang lainnya yakin dapat mempertahankan Kerajaan Shu meski banyak musuh yang ingin menghancurkan Kerajaan Shu.


“Dalam satu bulan ke depan aku dapat melipatgandakan jumlah yang saat ini kalian lihat, dan saat itu kita akan benar-benar siap menghadapi musuh,” ujar Qin Chen sambil memberi Putri Liu Yao dan yang lainnya senjata api yang dapat digunakan hanya dengan satu tangan.


Semua orang tidak bisa berkata-kata, mereka hanya menerima pemberian Qin Chen, dan ikut kembali ke istana Kerajaan setelah Qin Chen menyarankan pada mereka untuk segera kembali ke istana.


Sampai di istana Kerajaan, seorang prajurit dengan terburu-buru menghampiri Putri Liu Yao.


Tiba di hadapan sang Putri, prajurit itu menyerahkan surat resmi yang dikirim Raja Kerajaan Tang. Putri Liu Yao menerima surat itu, dan tanpa membuang waktu dia langsung membuka lalu membaca isi suratnya.


Hanya butuh beberapa detik untuk Putri Liu Yao membaca keseluruhan isi surat dari Raja Kerajaan Tang.


“Raja Tang Gong menolak bekerjasama dengan Kerajaan Song yang ingin menguasai Kerajaan Lain. Dikarenakan menolak keinginan Raja Song Kai, dalam waktu dekat Kerajaan Song dakan menyerang Kerajaan Tang...”


“Hanya dengan mengandalkan kekuatan Kerajaan Tang, tentu mereka tidak bisa melawan Kerajaan Song yang beberapa tahun terakhir terus meningkatkan kekuatan militernya,” ujar Putri Liu Yao.

__ADS_1


“Apa perlu kita mengerahkan kekuatan untuk membantu Kerajaan Tang?” tanya Qin Chen pada Putri Liu Yao.


“Aku akan mengirim mata-mata untuk memastikan keandaam yang sebenarnya di antara Kerajaan Tang dan Kerajaan Song. Setelah semua pasti, kita bisa memikirkan mau mengirim pasukan atau diam dan tidak ikut campur permasalahan mereka,” jawab Putri Liu Yao.


Qin Chen dan yang lainnya menganggukkan kepala setuju dengan apa yang ingin dilakukan Putri Liu Yao.


Segera saja Putri Liu Yao mengirim mata-mata untuk memastikan hubungan antara Kerajaan Tang dan Kerajaan Song. Putri Liu Yao menegaskan kalau mereka hanya mempunyai waktu lima hari untuk menyelesaikan tugasnya.


Sambil menunggu laporan dari mata-mata yang barusaja dia kirim ke Kerajaan Tang, Putri Liu Yao menyuruh semua orang melanjutkan kegiatan mereka masing-masing, sedangkan dirinya akan melanjutkan pelatihan si bawah bimbingan Qin Chen.


Putri Liu Yao ingin meningkatkan jumlah lingkaran tenaga dalam miliknya. Setidaknya dia ingin mendekati tingkat pendekar Kaisar sebelum perang besar terjadi.


Dengan memiliki kekuatan mendekati tingkat pendekar Kaisar, Putri Liu Yao yakin kekuatannya akan sangat berguna bagi Kerajaan Shu yang akan menghadapi banyak musuh kuat.


Segera Putri Liu Yao mengikuti Qin Chen pergi ke gua, tempat yang sering digunakan Qin Chen untuk berlatih meningkatkan kekuatannya.


Putri Liu Yao kembali dibuat terkejut saat sampai di gua tempat Qin Chen berlatih meningkatkan kekuatannya. Dia tidak menyangka di dekat istana Kerajaannya ada tempat yang begitu nyaman untuk dijadikan tempat berlatih.


Putri Liu Yao mengangguk mengerti lalu dia segera duduk bersila di atas baru rata, dan mulai bermeditasi. Ketenang di tempat dia melakukan meditasi, membuat Putri Liu Yao dengan cepat berhasil mengolah teknik pernafasan untuk meningkatkan jumlah lingkaran tenaga dalam miliknya.


Sedangkan Qin Chen yang sudah melihat Putri Liu Yao mendapatkan ketenangannya, dia memilih pergi keluar gua, dan melakukan pelatihan beladiri di luar gua. Meskipun dia juga ingin menambah lingkaran tenaga dalam miliknya, kali ini Qin Chen lebih ingin meningkatkan kualitas pemahaman seni tarungnya.


Qin Chen mengingat jurus kedua dari kitab Jurus Pedang Naga Api. Setelah mengingat seluruh gerakan jurus kedua dari kitab Jurus Pedang Naga Api, dengan menggunakan pedang biasa yang dia ambil dari tempat pelatihan, Qin Chen mencoba melatih jurus itu.


Memasang kuda-kuda kokoh, Qin Chen mulai menggerakkan tubuhnya. “Jurus kedua Jurus Pedang Naga Api, Pedang Badai Api...” Bersama dengan Qin Chen mengatakan nama jurusnya, dia mengayunkan pedang, menciptakan gelombang badai api, dan menghancurkan apapun yang berada di depannya.


Kobaran api yang mampu menghanguskan segalanya, menghancurkan area sejauh seratus meter di depan Qin Chen. Kalau saja ada makhluk hidup di tempat itu, bisa dipastikan saat ini makhluknya apapun itu dia telah menjadi daging bakar.


“Hah, jurus ini lebih mematikan dibandingkan jurus yang pertama,” gumam Qin Chen sambil melihat kehancuran di depannya.


Jika Jurus Pedang Tetesan Api hanya menghancurkan wilayah seluas belasan meter, Jurus Pedang Badai Api memiliki daya hancur berkali-kali lebih jauh dan lebih mengerikan.


Namun, ada satu hal yang sama dari kedua jurus yang dimiliki Qin Chen. Pedang biasa dengan kualitas rendah akan hancur berkeping-keping setelah digunakan mengeluarkan jurus yang dia pelajari dari kitab Jurus Pedang Naga Api.

__ADS_1


Tidak memiliki pedang untuk melanjutkan pelatihannya, Qin Chen memutuskan kembali ke dalam gua, dan dia duduk tak jauh dari Putri Liu Yao. Dengan menggunakan teknik pernapasan Napas Api, dia mencoba meningkatkan jumlah lingkaran tenaga dalam miliknya.


“Setidaknya aku butuh dua ratus lingkaran tenaga dalam untuk membuat kekuatanku meningkatkan ke tingkat pendekar Kaisar,” gumam lirih Qin Chen.


...----------------...


Di istana Kerajaan Chu.


Ratu Li Wei senang karena akhirnya di berhasil meningkatkan kekuatannya.


Meski belum bisa menyamai kekuatan Lao Pi sebelum dihancurkan Qin Chen, setidaknya sekarang dia memiliki kekuatan pendekar Raja, dan tinggal menunggu waktu untuknya dapat meningkatkan kekuatan sampai tingkat pendekar Kaisar.


“Yang Mulia, hamba sudah mengatur pertemuan Yang Mulia dengan Kaisar Qing Luo. Dua hari lagi, Yang Mulia dan Kaisar Qing Luo akan bertemu di penginapan yang tak jauh dari istana Kerajaan Tang,” kata wanita, pelayan sekaligus tangan kanan Ratu Li Wei.


“Pria tua itu, dengan semalam menemaninya, aku akan mendapatkan banyak manfaat darinya,” gumam Ratu Li Wei.


“Yang Mulia, apa kita akan melakukan hal yang sama pada Kaisar Qing Luo seperti apa yang sebelumnya kita lakukan pada Raja Song Kai?” tanya tangan kanan Ratu Li Wei.


Ratu Li Wei menggelengkan kepalanya, lalu dia berkata, “Kita tidak bisa melakukan itu pada Kaisar Qing Luo. Kali ini aku akan menggunakan tubuhku sendiri untuk memuaskan keinginannya, dan lagi aku juga merindukan sesuatu yang menusuk-nusuk milikku. Permainan tanganmu masih kurang memberi kepuasan padaku...”


"Lagi pula, dengan kekuatanku yang sekarang kandunganku tidak akan bermasalah meski dia melakukannya dengan kasar,” lanjutnya.


Wanita di hadapan Ratu Li Wei hanya bisa menganggukkan kepala mengikuti keinginan Ratunya. Meski dia tidak rela Ratu Li Wei di sentuh pria lain, dia tidak mungkin membiarkan Ratu Li Wei menanggung resiko besar dengan mempermainkan Kaisar Qing Luo.


“Apa kamu sudah mendapatkan kabar kapan Kerajaan Song menyerang Kerajaan Tang?” tanya Ratu Li Wei.


“Yang Mulia, hamba belum mendapat kabar kapan Kerajaan Song menyerang Kerajaan Tang. Akan tetapi, melihat persiapan Kerajaan Song, kurang dari sepuluh hari Kerajaan Song akan segera melakukan penyerang...”


Senyum terlihat di bibir Ratu Li Wei mendengar itu. “Aku tidak sabar menanti pertunjukkan besar yang akan dilakukan Raja Song Kai,” ujar Ratu Li Wei.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2