Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Hukuman Mati


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Qiao Bao dan Jin Han membawa Raja Ming Kang serta Putra Mahkota Ming Lang ke Kota Hebei. Kedua orang itu akan mendapatkan hukuman dari Putri Liu Yao, orang yang paling berhak memberi hukuman pada mereka. Bisa dipastikan mereka akan menjalani hukuman bersama Kasim Kerajaan Shu dan juga Pangeran Qing Moran, dan hukuman mati adalah hukuman yang pantas diberikan pada mereka.


Raja Ming Kang dan Putra Mahkota Ming Lang di seret ke alun-alun Kota Hebei, dan dengan kasar mereka dibuat berlutut sejajar dengan Kasim Kerajaan Shu serta Pangeran Qing Moran.


Putri Liu Yao yang didampingi Qin Chen, dia baru saja sampai di alun-alun Kota dan mendapatkan sambutan meriah dari penduduk Kota yang sangat mencintai, dan menghormatinya. Berada di panggung khusus yang telah disiapkan untuknya, Putri Liu Yao menatap sinis keberadaan Raja Ming Kang dan Putra Mahkota Ming Lang.


Tidak ingin berlama-lama menatap mereka yang terus saja membuat kekacauan di Kota Zhuhai, Putri Liu Yao segera menjatuhkan hukuman mati pada Raja Ming Kang dan Putra Mahkota Ming Lang. Keduanya menjalani hukuman penggal di hadapan seluruh penduduk Kota Hebei. Bahkan, tak sedikit penduduk Kota Zhuhai yang datang ke Kota Hebei hanya untuk melihat secara langsung hukuman mati orang-orang yang telah membuat kekacauan di Kota mereka.


Meski Raja Ming Kang dan Putra Mahkota Ming Lang terus memohon pengampunan dan berjanji akan membayar kompensasi dalam jumlah besar untuk nyawa mereka. Hukuman mereka tetap di lakukan, dan kepala mereka nantinya akan digantung di gerbang Kota Zhuhai sebagai peringatan bagi mereka yang masih saja ingin membuat kekacauan di Kota Zhuhai. Terutama peringatan itu ditujukan pada Raja Kerajaan Gui.


Setelah memberi hukuman pada Raja Ming Kang dan Putra Mahkota Ming Lang, Putri Liu Yao mengarahkan perhatiannya pada Kasim Kerajaan Shu dan juga Pangeran Qing Moran. Keduanya juga terus meminta maaf pada Putri Liu Yao, tapi seperti sebelumnya sang Putri mengabaikan permintaan maaf musuhnya, dan dia tetap menjatuhkan hukuman mati pada keduanya.


Dua algojo yang akan melakukan hukuman mati sudah bersiap, dan dalam hitungan detik Kasim Kerajaan serta Pangeran Qing Moran menemui ajalnya di pedang milik dua algojo yang melakukan tugasnya tanpa berkedip.


Putri Liu Yao menyuruh prajuritnya membawa kepala Kasim Kerajaan Shu ke ibukota Kerajaan, dan menggantung kepala itu di gerbang ibukota. Sedangkan untuk kepala dan tubuh Pangeran Qing Moran, Putri Liu Yao sudah menyiapkan tumpukan kayu untuk langsung tubuhnya, sementara kepalanya akan dia kirim ke Kekaisaran Qing.


Hukuman mati pada mereka yang telah membuat kekacauan telah selesai dilakukan. Penduduk Kota Hebei dan Kota Zhuhai yang berada di alun-alun mulai pergimembubarkan diri, kembali ke kesibukan mereka masing-masing. Sedangkan Qin Chen dan Putri Liu Yao, keduanya sedang mempersiapkan diri untuk kembali ke ibukota Kerajaan Shu.


Di tempat lain, tepatnya di Kota Zhuhai, Jin Han yang sebelumnya datang membantu peperangan, hari ini juga dia memutuskan kembali ke Kerajaan Chu untuk melanjutkan tugasnya sebagai mata dan telinga Qin Chen di istana Kerajaan Chu.


Jin Han kembali dengan ditemani lima ribu prajurit, yang akan kembali bertugas menjaga istana Qin Chen. Meski hanya lima ribu prajurit, mereka adalah prajurit terbaik diantara seluruh anggota pasukan Naga Hitam.


“Saudara Han, lain kali kita akan menghabiskan waktu dengan minum bersama,” kata Qiao Bao yang mengantarkan kepergian Jin Han sampai di gerbang Kota Hebei.

__ADS_1


Jin Han hanya menganggukkan kepalanya, lalu dia segera memacu kuda memimpin lima ribu prajurit kembali ke Kerajaan Chu.


“Saudara Bao, kita juga harus bersiap karena Putri meminta kita ikut bersamanya kembali ke ibukota!” ujar Jenderal Shang Hong yang sejak tadi berdiri di sebelah Qiao Bao.


Qiao Bao menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata, “Sudah saatnya kita membersihkan ibukota dari sampah yang mengganggu pemandangan...”


°°°


Dua hari kemudian.


Istana Kekaisaran Qing.


Qing Luo, Kaisar Kekaisaran Qing memggertakkan giginya marah setelah dia melihat salah satu putranya pulang dalam keadaan mengenaskan, bahkan hanya bagian kepalanya yang dapat dia makamkan. Selain kehilangan salah satu putranya, Kaisar Qing Luo juga harus kehilangan pendekar Tombak Naga yang merupakan salah satu pilar penting Kekaisarannya. Kehilangan dua sosok yang berharga baginya, benar-benar membuatnya marah.


Kaisar Qing Luo sudah tahu siapa penyebab kematian mereka. Akan tetapi, dia tidak bisa langsung membalas perbuatan orang itu. Bagaimanapun juga, berhasil membunuh pendekar Tombak Naga yang merupakan salah satu pendekar Raja di dunia persilatan, tentu orang itu bukanlah sosok yang bisa dianggap remeh.


Sementara itu di istana Kerajaan Ming yang tak lagi memiliki seorang pemimpin, seluruh petinggi Kerajaan sedang melakukan diskusi membahas masa depan Kerajaan Ming.


Mereka memiliki tiga pilihan untuk menentukan masa depan Kerajaan Ming.


Pilihan pertama, mereka akan mengangkat Raja Baru dari keluarga lain untuk menggantikan posisi Raja Ming Kang.


Pilihan kedua, mereka bisa meleburkan seluruh wilayah Kerajaan Ming dengan Kerajaan Gui, dan akhirnya Kerajaan Ming akan runtuh.


Untuk pilihan ketiga sebenarnya sama saja dengan pilihan kedua, tapi di pilihan ketiga mereka berencana meleburkan seluruu wilayah Kerajaan Ming dengan Kerajaan Shu.


Setelah diskusi yang memakan waktu siang dan malam, seluruh petinggi Kerajaan telah mengambil keputusan, dan mereka semua sepakat mengambil pilihan ketiga. Meleburkan wilayah Kerajaan Ming dengan Kerajaan Shu.

__ADS_1


Sebenarnya sebagian pesar petinggi Kerajaan Ming tidak setuju dengan keputusan Raja Ming Kang menyerang Kerajaan Shu, dikarenakan mereka memiliki hubungan baik dengan petinggi Kerajaan Shu yang bekerja di bawah kepemimpinan Putri Liu Yao. Kini setelah keputusan telah diambil, beberapa dari mereka akan pergi ke Kerajaan Shu untuk menyampaikan hasil diskusi mereka pada Putri Liu Yao.


Meski nantinya tidak lagi ada nama Kerajaan Ming, para petinggi yang sudah mengabdikan diri selama puluhan tahun pada Kerajaan, mereka sangat berharap penduduk Kerajaan Ming mendapatkan kehidupan yang lebih baik setelah berada di bawah kepemimpinan Putri Liu Yao.


°°°


Istana Kerajaan Chu.


Selir Agung Li Wei yang kini telah menjadi Ratu Kerajaan Chu menggantikan Raja sebelumnya. Dengan seksama dia mendengar laporan mata-mata yang dia tugaskan mencari tahu apa saja yang sudah terjadi di lima Kerajaan di bawah kekuasaan tertinggi milik Kekaisaran Qing.


Ratu Li Wei tidak mendengar sesuatu yang menarik saat mata-mata nya menceritakan apa saja yang sedang terjadi di Kerajaan Tang, dan Kerajaan Song. Akan tetapi Ratu Li Wei mulai tertarik dengan cerita mata-mata nya, saat dia mendengar cerita tentang apa saja yang terjadi di Kerajaan Shu, Kerajaan Ming, dan Kerajaan Gui.


“Kematian Raja Ming Kang dan Putra Mahkota Ming Lang akan menjadi awal kehancuran Kerajaan Ming. Namun, aku tidak menyangka Putri Liu Yao berani mengeksekusi Pangeran Qing Moran, yang sama saja dia menantang pertempuran terbuka dengan Kekaisaran Qing. Meskipun kekuatan Kekaisaran Qing jauh melemah dibandingkan di masa lalu, tetap saja Kekaisaran Qing masih kuat, dan Kerajaan Shu pasti hancur kalau seluruh Kerajaan memutuskan membantu Kekaisaran Qing,” ujar Ratu Li Wei.


“Yang Mulia, kecil kemungkinan Kerajaan lainnya membantu Kekaisaran Qing jika itu berhubungan dengan Kerajaan Shu. Bagaimanapun juga Raja Kerajaan Tang yang merupakan Paman dari Putri Liu Yao, dan juga Permaisuri Kerajaan Song yang merupakan Bibi dari Putri Liu Yao. Mereka tentu lebih memilih memberi bantuan pada Kerajaan Shu daripada memberi bantuan pada Kekaisaran Qing...”


“Ditambah kemungkin Putri Liu Yao yang tak lama lagi akan diangkat menjadi Ratu Kerajaan Shu, bisa dipastikan kedua Kerajaan itu akan berdiri di sisi Kerajaan Shu,” kata mata-mata kepercayaan Ratu Li Wei.


“Kelihatannya Kerajaan Shu berada di posisi kuat. Kemungkinan hanya Kerajaan Gui yang bersedia membantu Kekaisaran Qing, tapi dengan sikap angkuh Raja Kerajaan Gui, kecil kemungkinan itu bisa terjadi,” ujar Ratu Li Wei.


“Apa Yang Mulia tidak ingin memberi dukungan pada salah satu kekuatan?...”


Ratu Li Wei menggelengkan kepalanya, “Untuk saat ini kita hanya perlu fokus meningkatkan kekuatan Kerajaan. Masalah mereka biarkan menjadi masalah mereka. Bagaimanapun juga peperangan hanya akan membuat lemah kekuatan mereka yang berperang. Meskipun menjadi pemenang dalam perang, mereka akan tetap mengalami kerugian yang tidak sedikit...”


“Disaat kita terus bertambah kuat sedangkan mereka yang berperang terus mengalami kerugian. Tentunya kita akan memiliki kekuatan yang cukup untuk memanfaatkan situasi setelah peperangan mereka berakhir,” ujar Ratu Li Wei lalu dia menunjukkan senyuman penuh arti di wajahnya.


°°°

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2