Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Duri Dalam Daging


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Putri Liu Yao berencana menyingkirkan orang-orang di Kerajaan Ming yang menolak wilayah mereka kini berada di bawah penguasaan Kerajaan Shu.


Setelah pembicaraan selesai, Putri Liu Yao menjamu tiga petinggi Kerajaan Ming yang sudah jauh-jauh datang dari Kerajaan Ming ke istana Kerajaannya.


Saat acara perjamuan sedang berlangsung ketiga petinggi Kerajaan Ming, mereka merasa aneh melihat kedekatan Putri Liu Yao dengan pria bertopeng yang bagi ketiganya pria itu adalah pengawal sang Putri.


Namun, saat terus memperhatikan kedekatan diantara mereka. Daripada dikatakan kedekatan diantara penguasa dan bawahannya, kedekatan mereka jelas terlihat selayaknya kedekatan sepasang kekasih. Melihat semua itu benar-benar membuat mereka merasa iri.


Meskipun merasa iri, tak satupun dari ketiganya mencoba menegur Putri Liu Yao dan pria bertopeng yang senantiasa menunjukkan kedekatan mereka. Tubuh ketiganya tiba-tiba saja bergetar ketakutan hanya dengan melihat sorot mata pria bertopeng, dan karena itu ketiganya tak berani menegur mereka.


Pada akhirnya mereka hanya bisa menikmati acara perjamuan dengan tenang, meski senantiasa harus menahan rasa iri pada Putri Liu Yao dan pria bertopeng yang tidak segan menunjukkan kemesraan mereka.


°°°


Setelah acara perjamuan dan membiarkan tiga petinggi Kerajaan Ming pergi beristirahat, Putri Liu Yao mengumpulkan Zang Lei, Qiao Bao, dan juga Jenderal Shang Hong di ruang kerjanya. Selain mereka, Putri Liu Yao juga menyuruh masuk keempat pelayaran pribadinya.


Putri Liu Yao ingin memberi tugas pada mereka, dan tugas itu berhubungan dengan Kerajaan Ming. Zang Lei, Qiao Bao, dan Jenderal Shang Hong mendapatkan tugas melakukan pembersihan di wilayah Kerajaan Ming.


Sedangkan untuk empat pelayan pribadinya, Putri Liu Yao memberi tugas pada mereka untuk mengawasi jalur penghubung antara Kerajaan Shu dan Kerajaan Ming. Putri Liu Yao tidak ingin ada orang-orang dari Kerajaan Ming yang sengaja mendatangi Kerajaan Shu untuk membuat kekacauan.


Untuk tugas mengumpulkan informasi, Putri Liu Yao mempercayakan tugas itu pada Jin Fan dan Jin Yan yang sudah bergerak menuju Kerajaan Ming.


Tugas Jin Fan dan Jin Yan adalah mengumpulkan informasi tentang kelompok di Kerajaan Ming yang menolak jatuhnya seluruh wilayah Kerajaan Ming ke tangan Kerajaan Shu. Begitu mereka selesai mengumpulkan informasi, mereka cukup memberikan informasi itu pada Zang Lei, Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong. Dengan kekuatan yang dimiliki ketiganya, mereka akan langsung melenyapkan kelompok yang kedepannya hanya akan menjadi duri dalam daging.


“Zang Lei, Qiao Bao, dan juga Jenderal Hong. Kalian bertiga punya waktu sepuluh hari untuk menyingkirkan mereka begitu mendapatkan informasi dari Jin Fan dan Jin Yan,” kata Putri Liu Yao.


Mengarahkan pandangannya pada keempat pelayan pribadinya, Putri Liu Yao kembali berkata, “Kalian berempat lakukan dengan baik tugas yang aku berikan! Keberhasilan tugas kalian sangat mempengaruhi keberhasilan apa yang sedang aku lakukan di istana Kerajaan...”

__ADS_1


Mereka bersama-sama menganggukkan kepala, sebagai tanda kalau mereka mengerti apa yang yang haru dikerjakan. Keempat pelayan pribadi Putri Liu Yao segera pergi ke jalur yang harus mereka awasi. Tidak lupa mereka membawa serta seribu orang anggota pasukan teratai merah yang keseluruhan anggotanya adalah wanita.


Sedangkan Zang Lei, Qiao Bao dan juga Jenderal Shang Hong, ketiganya baru akan mulai bergerak setelah mendapatkan informasi dari Jin Fan dan Jin Yan. Sambil menunggu, mereka menyiapkan pasukan khusus yang dapat bergerak cepat, dan membunuh musuh dalam hitungan detik.


Setelah semua orang pergi, kini tersisa Putri Liu Yao seorang diri di ruang kerjanya, tapi tak lama Qin Chen datang menemuinya.


“Mereka bersungguh-sungguh ingin menyerahkan wilayah Kerajaan Ming pada kita,” kata Qin Chen.


Diam-diam Qin Chen mengikuti dan mendengarkan pembicaraan tiga petinggi Kerajaan Ming, yang saat ini berada di salah kediaman di istana Kerajaan Shu. Setelah beberapa waktu terus mengikuti mereka, Qin Chen yakin ketiganya bersungguh-sungguh dengan tujuan mereka mendatangi istana Kerajaan Shu.


“Kalau saja mereka memiliki tujuan lain, saat ini juga mereka sudah aku pertemukan dengan Raja Ming Kang di alam kematian,” ujar Putri Liu Yao.


°°°


Kerajaan Ming.


Sekelompok orang berkumpul di lantai tiga restoran yang berada di pusat ibukota Kerajaan Ming. Setelah memastikan tidak ada yang melakukan pengawasan pada apa yang mereka lakukan, segera mereka melakukan pembicaraan tentang rencana mengambil alih istana Kerajaan Ming.


Salah satu dari mereka langsung saja berbicara lantang penuh amarah. “Aku akan pernah mau tunduk pada Kerajaan yang menjadi penyebab kehancuran Kerajaan ini! Lebih baik aku mati daripada harus tunduk pada mereka!...”


Mereka berencana melakukan penyerangan ke istana Kerajaan Ming begitu seluruh kekuatan mereka terkumpul di ibukota. Setidaknya membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu untuk mengumpulkan kekuatan mereka yang tersebar di seluruh penjuru wilayah Kerajaan Ming.


“Kita juga akan mendapatkan bantuan dari orang-orang yang masih setia pada Raja Ming Kang. Dengan bantuan mereka, mengambil alih istana Kerajaan Ming bukan sesuatu yang sulit,” kata pemimpin orang-orang yang ingin mengambil alih istana Kerajaan Ming.


“Selain mengambil alih istana Kerajaan Ming, aku juga berencana mengirim sekelompok orang untuk membuat kekacauan di wilayah Kerajaan Shu,” imbuhnya.


“Dan begitu seluruh rencana kita berhasil, kita akan menjalin bekerjasama dengan Kerajaan Gui dan pihak Kekaisaran untuk kembali menyerang Kerajaan Shu. Dengan bantuan mereka aku yakin kita dapat menguasai seluruh wilayah Kerajaan Shu, dan membalaskan dendam kematian Raja Ming Kang...”


Mereka terus saja membicarakan tentang rencana mengambil alih istana Kerajaan Ming. Akan tetapi, tanpa mereka sadari sejak awal pembicaraan yang dilakukan, ada dua orang di tempat tersembunyi, yang mendengar seluruh isi pembicaraan mereka.


Selain mendengar rencana mereka, dua orang itu juga mencatat seluruh identitas orang-orang yang melakukan pertemuan. Begitu selesai mengumpulkan informasi yang mereka butuhkan, keduanya begitu saja menghilang seolah tidak pernah berada di tempat yang sebelumnya menjadi tempat persembunyian mereka.

__ADS_1


°°°


Dua hari berlalu, di istana Kerajaan Shu.


Jin Fan dan Jin Yan memberi informasi yang mereka dapat selama berada di Kerajaan Ming pada Putri Liu Yao dan Qin Chen. Selain diberikan pada Putri Liu Yao dan Qin Chen, informasi yang sama juga mereka berikan pada Zang Lei, Qiao Bao, dan Jenderal Shang Hong.


“Mereka memang akan menjadi masalah kalau tetap dibiarkan hidup. Aku berharap Zang Lei, Qiao Bao, dan Jenderal Shang Hong cepat melenyapkan keberadaan mereka. Untuk sekelompok orang yang ingin membuat kekacauan, mereka menjadi tanggungjawab keempat pemimpin pasukan teratai merah,” ujar Putri Liu Yao.


Qin Chen menganggukkan kepalanya setelah mendengar seluruh persiapan Putri Liu Yao dalam mengantisipasi kedatangan musuh. Persiapan Putri Liu Yao sudah cukup matang, dan Qin Chen yakin itu semua dapat mengantisipasi kedatangan musuh yang berasal dari Kerajaan Ming.


Setelah mendengar laporan Jin Fan dan Jin Yan, Putri Liu Yao pergi mengikuti Qin Chen yang selama beberapa waktu ini berkeliling ibukota Kerajaan Chu, melakukan seleksi pada mereka yang akan mendapatkan pelatihan, dan pada akhirnya orang-orang yang sudah dilatih akan menjadi bagian dari Kavaleri Naga Hitam.


Pergi ke desa yang sebelumnya digunakan untuk melatih pasukan Kura-Kura Hitam, Putri Liu Yao melihat tempat itu sudah kembali terisi oleh ratusan orang.


Orang-orang itu langsung berlutut memberi hormat saat melihat kedatangan Putri Liu Yao dan Qin Chen.


“Mereka adalah orang-orang yang lolos seleksi tahap awal, yang mana seleksi aku lakukan tanpa sepengetahuan mereka,” kata Qin Chen menjelaskan.


“Selanjutnya mereka akan mengikuti seleksi tahap dua, sebelum mereka nantinya akan mengikuti pelatihan khusus yang telah aku persiapkan. Setidaknya dalam dua bulan ke depan, kekuatan mereka akan setara dengan pasukan Kura-Kura Hitam,” ujar Qin Chen.


Putri Liu Yao hanya menganggukkan kepalanya, dan dia cukup takjub akan kekuatan orang-orang yang berhasil lolos seleksi tahap pertama. Setidaknya sebagian besar dari mereka telah berhasil mengolah teknik tenaga dalam.


Sekalipun ada yang belum mengolah teknik tenaga dalam. Mereka memiliki pondasi fisik yang kuat, dan dengan mengikuti pelatihan Qin Chen bukan hal sulit bagi mereka untuk berhasil mengolah teknik tenaga dalam.


“Di masa depan mereka akan menjadi pilar Kerajaan Shu,” ujar Putri Liu Yao sambil menoleh menatap Qin Chen yang berdiri di sebelahnya.


“Bukan hanya sebagai pilar Kerajaan, tapi mereka akan menjadi kekuatan yang membuat semua orang tahu seberapa kuat Kerajaan Shu di tangan seorang wanita,” kata Qin Chen.


Putri Liu Yao menganggukkan kepalanya, lalu dia menyuruh semua orang bangkit, dan kembali melanjutkan kegiatan mereka.


“Dengan kekuatan, aku ingin menciptakan kedamaian di Kerajaan Shu,” ujar Putri Liu Yao sambil memeluk lengan Qin Chen.

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2