Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Akhir Dari Kekaisaran Qing


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Ibukota Kerajaan Gui saat ini telah terkepung dari berbagai sisi oleh ratusan ribu prajurit, yang mana sebagian besar dari prajurit itu adalah prajurit Kerajaan Gui yang sudah tidak sabar dengan ketidakadilan pihak Kerajaan pada para rakyat.


Bahkan, jumlah mereka saat ini hanya setengahnya saja karena setengah dari mereka telah pergi ke meninggalkan Kerajaan Gui, dan mendapatkan kehidupan layak di kota-kota Kerajaan Shu yang dulunya merupakan kota-kota di wilayah Kerajaan Ming.


Mereka para prajurit Kerajaan Gui pada akhirnya memilih membantu Kerajaan Shu menguasai seluruh wilayah Kerajaan Gui, mereka sudah tahu seperti apa Kerajaan Shu memperlakukan rakyatnya, dan mereka ingin rakyat Kerajaan Gui merasakan apa yang dirasakan rakyat Kerajaan Shu.


Qiao Bao, Jin Han, dan Jenderal Shang Hong yang mengetahui niat baik para prajurit Kerajaan Gui yang memilih berperang di sisi mereka. Ketiganya sangat menghargai bantuan mereka, dan dimasa depan ketiganya akan mewujudkan apa yang menjadi keinginan mereka.


Mendapat gempuran dari berbagai arah, pertahanan ibukota Kerajaan Gui tidak bertahan lama. Hanya dalam kurun waktu satu jam pertahanan ibukota berhasil ditembus, dan segera saja pasukan yang dipimpin Jin Han mulai masuk dari gerbang utama.


Sedangkan pasukan yang dipimpin Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong, mereka mulai masuk dari gerbang belakang yang juga berhasil ditembus.


Dalam hitungan menit pasukan dari gerbang utama dan gerbang belakang sampai di istana Kerajaan Gui. Ribuan prajurit yang menjaga istana Kerajaan tidak bisa menghentikan pergerakan pasukan musuh.


Putra Mahkota Kerajaan Gui yang memimpin perlawanan, akhirnya dia mati di tangan Jin Han, dan yang tersisa dari keluarga Kekaisaran hanyalah para wanita. Namun, tak lama para wanita angkuh yang terus mengutuk perbuatan Jin Han dan yang lainnya, mereka langsung di eksekusi di hadapan penduduk ibukota yang dalam peperangan kali ini justru memberi bantuan pada pasukan Kerajaan Shu.


Menggunakan pedang berukuran besar, para algojo memenggal kepala Permaisuri Kerajaan, lima puluh Selir, dan belasan Putri Kerajaan. Mereka yang telah kalah dalam perang terus mengutuk dan menghina Kerajaan Shu. Oleh karena itu, Jin Han tidak ragu dalam memberi hukuman eksekusi mati pada mereka, tak terkecuali pada dua anak yang masih berusia sepuluh tahun.


Saat ini seluruh ibukota termasuk istana Kerajaan Gui telah jatuh ke dalam Kerajaan Shu, dan hari ini juga Jin Han mengumumkan keruntuhan Kerajaan Gui. Selaim itu, Jin Han juga mengumumkan keseluruhan wilayah Kerajaan Gui mulai hari ini jatuh ke tangan Kerajaan Shu.


Meskipun saat ini Kerajaan Shu memiliki wilayah yang jauh lebih luas dibandingkan wilayah Kekaisaran Qing, tetap saja Kerajaan Shu bukanlah sebuah Kekaisaran karena untuk menjadi sebuah Kekaisaran, Kerajaan Shu harus mendapatkan dukungan setidaknya dari empat Kerajaan.


“Mungkin Yang Mulia dapat mendirikan lagi Kerajaan Ming, Kerajaan Gui, serta merubah Kekaisaran Qing menjadi sebuah Kerajaan. Ditambah Kerajaan Tang, Kerajaan Shu bisa menjadi sebuah Kekaisaran,” gumam Jin Han sambil melihat prajurit yang membersihkan kawasan istana Kerajaan Gui dari mayat prajurit yang setia pada Putra Mahkota Kerajaan Gui.


Sementara itu di wilayah Kekaisaran Qing, Qin Chen, Zang Lei dan Kavaleri Naga Hitam telah berhasil mengambil alih seluruh wilayah Kekaisaran Qing, dan hanya menyisakan wilayah ibukota Kekaisaran.

__ADS_1


“Malam ini kita istirahat di kota ini, dan besok pagi-pagi sekali kita bergerak menuju ibukota Kekaisaran Qing,” kata Qin Chen pada Zang Lei.


Zang Lei menganggukkan kepalanya. “Tuan, bagaimana dengan prajurit Kekaisaran Qing yang bersikeras membantu kita untuk membebaskan saudara mereka yang saat ini terjebak di ibukota Kekaisaran, apa kita bisa membawa mereka saat menyerang ibukota Kekaisaran?” tanya Zang Lei.


“Aku sudah cukup mengamati mereka, dan mereka memang membenci Kekaisaran Qing. Jadi, tidak ada salahnya kita membawa mereka saat menyerang ibukota Kekaisaran Qing. Lagi pula, dengan jumlah mereka kita bisa lebih cepat menembus pertahanan ibukota Kekaisaran,” jawab Qin Chen.


Zhang Lei kembali menganggukkan kepalanya. “Kalau begitu aku akan menyampaikan keputusan Tuan pada pemimpin mereka,” ujar Zang Lei.


Kali ini giliran Qin Chen yang menganggukkan kela, lalu dia kembali duduk tenang memandangi indahnya langit malam yang bertaburan jutaan bintang.


“Begitu semua ini berakhir, aku akan mengadakan pesta pernikahan meriah dengannya.” Qin Chen bisa membayangkan pesta pernikahan meriah dengan Putri Liu Yao.


Hanya sesaat membayangkan apa yang ingin segera dia lakukan, sambil duduk bersila Qin Chen perlahan memejamkan kedua matanya. Setelah menarik nafas panjang, perlahan dia menghembuskan nafas keluar dari mulutnya, dan setelahnya dia mulai berkonsentrasi untuk meningkatkan kekuatannya.


...-------------------------------...


Merasakan cahaya hangat matahari pagi yang menyinari tubuhnya, Qin Chen mengakhiri latihannya, lalu dia segera pergi ke tempat Zang Lei dan Kavaleri Naga Hitam.


Selain puluhan ribu prajurit Kavaleri Naga Hitam, kali ini ada tiga ratus ribu prajurit Kekaisaran Qing yang justru berperang di sisi Kerajaan Shu. Dengan kekuatan yang berada disisinya saat ini, Qin Chen yakin dapat meruntuhkan pertahanan ibukota Kekaisaran Qing.


Setelah tiga jam menempub perjalanan, akhirnya pasukan yang dipimpin Qin Chen dapat melihat keberadaan gerbang dan benteng kokoh ibukota Kekaisaran Qing. Di atas benteng, terlihat ribuan prajurit siap mempertahankan benteng ibukota Kekaisaran.


Namun, sebuah keanehan terjadi saat perlahan gerbang ibukota Kekaisaran terbuka, saat jarak pasukan yang dipimpin Qin Chen hanya tersisa 500 meter dari gerbang ibukota.


Setelah gerbang ibukota Kekaisaran Qing terbuka lebar, prajurit di atas benteng bersama-sama mengibarkan bendera putih setelah melempar jauh-jauh senjata di tangan mereka.


Membuang senjata dan mengibarkan bendera putih merupakan tanda kalau prajurit ibukota Kekaisaran Qing telah menyerah. Akan tetapi meskipun mereka menyerah, Qin Chen dan yang lainnya tetap waspada.


Namun, apa yang mereka waspadai tidak terjadi karena prajurit pelindung ibukota Kekaisaran Qing benar-benar menyerah karena mereka bukan orang-orang yang selama ini mendukung keputusan mendiang Kaisar Qing Luo.

__ADS_1


Mereka adalah prajurit pendukung Menteri kiri Kekaisaran yang tidak mendukung rencana Kekaisaran Qing Luo menyerang Kerajaan Shu. Bahkan Menteri kiri adalah sekumpulan orang yang selama ini senantiasa menuntut keadilan untuk rakyat Kekaisaran yang menderita akibat peraturan sang Kaisar.


Akan tetapi, dikarenakan kekuatan Menteri kiri tak sebanding dengan kekuatan para pendukung Kaisar, selama ini hanya sedikit yang bisa mereka lakukan untuk melindungi rakyat Kekaisaran Qing.


“Ternyata ada dua kubu yang berselisih di jajaran petinggi Kekaisaran Qing,” ujar Qin Chen setelah mendengar cerita dari pemimpin prajurit pelindung ibukota Kekaisaran yang sebelumnya berlari menghampirinya, dan menceritakan tentang keadaan ibukota Kekaisaran Qing.


Dari pemimpin prajurit penjaga benteng ibukota Kekaisaran Qing, Qin Chen akhirnya tahu kalau saat ini hanya istana Kekaisaran yang mungkin akan memberi perlawanan pada pasukannya.


“Zang Lei, pimpi Kavaleri Naga Hitam untuk mengambil alih istana Kekaisaran Qing!” perintah tegas Qin Chen.


“Baik Tuan,” kata Zang Lei lalu dia memimpin Kavaleri Naga Hitam menyerang pertahanan istana Kekaisaran Qing.


Tidak tinggal diam, menggunakan ilmu meringankan tubuh yang dimilikinya, Qin Chen langsung menerobos masuk ke kawasan istana Kekaisaran, dan langsung saja di pergi ke aula istana Kekaisaran.


Meskipun penjagaan sangat ketat, berkat serangan yang dilakukan Zang Lei dan Kavaleri Naga Hitam, tidak sulit bagi Qin Chen untuk sampai di aula istana Kekaisaran.


Memasuki aula istana melalui pintu utama setelah membunuh belasan prajurit penjaga dan dua orang Jenderal Kekaisaran, kedatangan Qin Chen membuat semua orang di aula istana mewaspadai sosoknya.


“Kalau saja Kaisar Qing Luo tidak mencari masalah dengan Kerajaan Shu, mungkin Kekaisaran Qing masih berdiri kokoh sampai puluhan generasi,” ujar Qin Chen lalu tiba-tiba saja dia menghilang dari tempatnya, membuat semua orang termasuk Putra Mahkota Kekaisaran Qing mencari-cari keberadaannya.


“Hari ini kalian semua akan mati menyusul mendianh Kaisar Qing Luo,” Qin Chen muncul di antara petinggi Kekaisaran, tapi kemunculannya membawa kematian pada dua petinggi Kekaisaran yang berada di dekatnya.


Setelah membunuh dua petinggi Kekaisaran, sosok Qin Chen kembali menghilang, dan setiap kali dia muncul ada saja yang mati di tangannya. Tak butuh waktu lama di aula hanya tersisa Qin Chen dan Putra Mahkota yang masih berdiri tegak.


“Maaf saja aku tidak ingin menyisakan musuhku!” ujar Qin Chen dan langsung saja dia mengakhiri hidup Putra Mahkota Kekaisaran Qing dengan cara menusukkan pedang yang dia ambil dari salah satu prajurit Kekaisaran, tepat di dada Putra Mahkota.


“Hari ini adalah akhir dari Kekaisaran Qing!” ujar Qin Chen sambil menarik pedang yang tertancap di dada Putra Mahkota Kekaisaran Qing, yang tak lagi bernyawa.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2