Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Hukuman Raja Liu Feng


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Satu hari berlalu dengan cepat.


Pagi hari yang cerah di Kerajaan Shu, terlihat Putri Liu Yao yang didampingi Qin Chen dan Jenderal Shang Hong sedang berada di penjara Kerajaan, melihat keadaan Raja Liu Feng yang sudah beberapa hari ini mendekam di dalam penjara.


“Ini baru beberapa hari, tapi aku melihat keadaanmu saat ini seolah sudah bertahun-tahun berada di dalam penjara,” kata Putri Liu Yao mengejutkan Raja Liu Feng yang tidak menyadari kedatangannya.


“Putriku...” kata Raja Liu Feng melihat keberadaan Putri Liu Yao.


Mendengar bagaimana Raja Liu Feng memanggilnya, Putri Liu Yao hanya tersenyum sinis karena dia tidak berharap mendapatkan panggilan seperti itu dari orang yang menyebabkan kematian Ibunya. Bukan hanya kematian Ibunya, tapi orang itu adalah penyebab utama kematian seluruh keluarga Ibunya yang selam ini tinggal di Kerajaan Shu.


“Siapa Putrimu? Apa itu aku?” tanya Putri Liu Yao menatap sinis Raja Liu Feng tidak terkejut dengan sikap yang ditunjukkan Putri Liu Yao padanya. Setelah apa yang dia lakukan pada putrinya sendiri, dia memang tidak pantas menjadi seorang Ayah.


Menatap wajah Putri Liu Yao, Raja Liu Feng tak lagi melihat wajah gadis kecil yang dulu selalu bertingkah manja saat melihatnya. “Penjara ini adalah tempat yang tepat untuk menebus seluruh kesalahanku,” kata Raja Liu Feng.


“Berada di dalam penjara tidak akan pernah cukup untuk menebus seluruh kesalahanmu. Bahkan nyawamu belum cukup untuk menebus semuanya,” kata Putri Liu Yao meluapkan rasa bencinya pada sosok yang dulu dia panggil Ayah.


Raja Liu Feng tidak menyangka kebencian Putri Liu Yao begitu besar padanya. Meski dia telah melakukan kesalahan, sampai kapanpun dia adalah seorang Ayah, yang masih pantas mendapatkan sedikit rasa hormat dari putrinya.


“Sebagai orang yang telah membesarkanmu, setidaknya berikan sedikit rasa hormatmu padaku!” kata Raja Liu Feng.


Putri Liu Yao tersenyum di balik cadarnya, lalu dia menyuruh prajurit penjaga membuka kunci penjara Raja Liu Feng, dan menyeret orang itu keluar dari ruangan penjara.


“Kalian hanya prajurit rendahan, beraninya kalian bersikap kasar pada seorang Raja! Tunggu saja, begitu bebas aku pasti memberi hukuman mati pada kalian!” seru Raja Liu Feng saat diseret paksa keluar dari ruang penjara.

__ADS_1


“Kamu bukan lagi seorang Raja. Jadi, apa yang perlu mereka takutkan saat menyeretmu keluar dari ruang penjara?” tanya Putri Liu Yao pada Raja Liu Feng yang dipaksa berlutut di hadapannya.


Raja Liu Feng teringat kalau gelar Raja miliknya telah direbut oleh Kasim Kerajaan. Akan tetapi, dia bingung bagaimana Putri Liu Yao bisa memasuki penjara Kerajaan, disaat Kasim Kerajaan yang sedang berkuasa di Kerajaan Shu? Apa selama ini Putri Liu Yao bekerjasama dengan Kasim Kerajaan?...


“Oh iya, aku sampai lupa mengatakan padamu kalau Kasim Kerajaan yang sebelumnya berkuasa telah mati saat dia menyerang Kota Hebei. Bukan hanya dia yang mati, tapi seluruh orang yang memiliki hubungan dengannya juga telah mati,” kata Putri Liu Yao membuat terkejut Raja Liu Feng.


“Bagaimana mungkin kamu dapat mengalahkan orang itu?” tanya Raja Liu Feng.


“Aku tidaklah selemah dan sebodoh dirimu. Mengalahkan orang seperti dia bukan sesuatu yang sulit bagiku,” kata Putri Liu Yao menjawab pertanyaan Raja Liu Feng.


Raja Liu Feng benar-benar tidak menyangka kala Putri Liu Yao telah menjadi sosok mengerikan, yang tak segan memusnahkan seluruh musuhnya.


Sosok Putri Liu Yao sangat mengingatkan dia pada sosok Permaisuri terdahulu yang merupakan Ibu dari Putri Liu Yao.


Jika ada perbedaan yang mencolok diantara mereka, perbedaan itu hanya ada pada Putri Liu Yao yang seorang ahli beladiri, sedangkan Ibunya adalah seorang Permaisuri yang ahli dalam mengatur strategi perang.


“Aku juga telah membunuh pria yang ingin kamu nikahkan denganku...”


Tubuh Raja Liu Feng bergetar mendengar itu. Membunuh pria yang ingin dia nikahkan dengannya. Bukankah itu artinya Putri Liu Yao telah membunuh Pangeran Qing Moran yang merupakan Pangeran kedua Kekaisaran Qing? Berani membunuh salah satu Pangeran Kekaisaran Qing, apa Putri Liu Yao ingin Kerajaan Shu musnah di tangan Kekaisaran Qing?...


Raja Liu Feng marah dengan apa yang dilakukan Putri Liu Yao pada Pangeran Qing Moran.


Raja Liu Feng menengadahkan kepalanya menatap Putri Liu Yao, lalu dia berkata, “Membunuh Pangeran Qing Moran, sama saja dengan kamu menantang kekuatan Kekaisaran Qing. Apa kamu tahu seberapa kuat kekuatan yang dimiliki Kekaisaran Qing, dan apa kamu sudah memikirkan apa yang akan terjadi pada Kerajaan Shu saat Kekaisaran Qing mengerahkan kekuatannya untuk membalaskan kematian salah satu Pangeran Kekaisaran?...”


“Orang lemah sepertimu sangat wajar takut dengan kekuatan yang dimiliki Kekaisaran Qing. Namun, kita sangat berbeda. Aku memiliki kekuatan lebih dari cukup untuk melawan kekuatan Kekaisaran Qing. Jadi, untuk apa aku takut dengan mereka?” ujar Putri Liu Yao sembari tersenyum dibalik cadarnya.


“Sekuat apapun kekuatan yang kamu miliki, itu tidak akan pernah setara dengan kekuatan Kekaisaran Qing! Apalagi dengan keberadaan pendekar Tombak Naga, tak ada harapan bagimu dapat mengalahkan mereka!” seru Raja Liu Feng.

__ADS_1


"Apa aku belum mengatakan padamu kalau pendekar Tombak Naga telah mati saat terjadi pertempuran di lembah Shenghuo? Kalau belum, aku ingin mengatakan padamu tentang pendek Tombak Naga yang benar-benar telah mati, dan mayatnya dibakar bersama tumpukan mayat pasukan elite Kekaisaran Qing di lembah Shenghuo,” ungkap Putri Liu Yao.


Raja Liu Feng terperangah mendengar itu. Kalau kabar itu merupakan sebuah kebenaran, dia tidak bisa membayangkan seberapa kuat kekuatan yang berada di sisi Putri Liu.


“Sebaiknya kita sekarang kembali berfokus pada hukuman yang akan aku berikan padamu,” kata Putri Liu Yao.


Jantung Raja Liu Feng berdetak lebih cepat dari sebelumnya, begitu mendengar Putri Liu Yao mengatakan hukuman yang akan diberikan padanya.


“A... apa kamu ingin menghukum ayahmu sendiri?” tanya Raja Liu Feng.


“Ayah? Apa kamu masih pantas menjadi seorang Ayah, setelah semua yang kamu lakukan padaku?” ujar Putri Liu Yao.


“Apa kamu lupa jika diantara kita tidak ada hubungan darah? Apa kamu pikir aku tidak tahu apa yang telah terjadi di masa lalu, disaat kamu membunuh Ayahku yang tidak lain adalah kakakmu sendiri? Liu Feng, hari ini juga aku memberi hukuman siksaan seumur hidup padamu, dan jangan berharap kamu dapat mati dengan mudah!...”


“Prajurit, seret orang ini masuk ke dalam penjara! Rantau kedua tangan dan kakinya, dan berikan hukuman cambuk sebanyak 20 kali setiap harinya! Selain itu, beri dia makanan basi dan mandikan dia dengan air garam begitu kalian selesai melakukan hukuman cambuk!” seru Putri Liu Yao tak sedikitpun memberi belas kasihan pada Raja Liu Feng, pria yang telah menghancurkan kebahagiaan keluarganya.


‘Ayah, Ibu, dan kalian semua. Mulai sekarang kalian semua bisa beristirahat di surga dengan tenang karena dia yang menyebabkan kematian kalian, akan mendapatkan hukuman atas perbuatannya,’ ungkap Putri Liu Yao dalam hati, lalu dia, Qin Chen, dan Jenderal Shang Hong pergi meninggalkan penjara Kerajaan Shu.


Sementara itu di dalam penjara, dengan kedua tangan dan kaki terikat rantai, Raja Liu Feng mulai menjalani hukumannya.


Raungan suara kesakitan keluar dari mulutnya saat prajurit penjaga yang merupakan anggota pasukan Kura-Kura Hitam mulai mencambuk tubuhnya.


Dua puluh cambukan di hari pertama hukumannya, membuat Raja Liu Feng merasakan sakit yang selama ini belum pernah dia rasakan, dan rasa sakit yang dia rasakan semakin parah saat prajurit menyiram tubuhnya dengan air bercampur garam.


Pingsan, itulah yang terjadi pada Raja Liu Feng setelah menjalani hukuman di hari pertama, dan dia harus menjalani hukuman yang sama di sisa kehidupannya...


°°°

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2