
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
°°°
Setelah seharian disibukkan dengan bermacam pekerjaan, malam ini Qin Chen dan Putri Liu Yao dapat menikmati waktu bersantai dengan penuh ketenangan.
Akan tetapi, ketenangan itu tidak berlangsung lama setelah keduanya merasakan ada seseorang datang mendekati tempat mereka dengan niat membunuh. Qin Chen segerr memadamkan lilin yang menerangi ruangan, sementara Putri Liu Yao masih saja duduk tenang di atas tempat tidurnya. Meskipun niat membunuh yang mereka rasakan sangatlah kuat, keduanya berusaha tetap tenang.
Ketenangan akan membuat keduanya siap menghadapi kemungkinan terburuk, sedangkan kepanikan hanya akan menunjukkan kelemahan mereka pada musuh. Oleh karena itu keduanya tetap berusaha tenang meskipun sama-sama belum tahu sosok seperti apa yang memiliki niat membunuh yang begitu besar.
Merasa sosok pemilik niat membunuh yang begitu besar berada di dekat salah satu jendela, sosok Qin Chen tiba-tiba menghilang dari tempatnya dan begitu saja muncul di samping sosok bertudung hitam, pemilik niat membunuh yang terasa jelas niat itu ditujukan pada Putri Liu Yao.
Sosok bertudung hitam yang tiba-tiba merasakan kehadiran sosok lain di dekatnya, dia segera melompat menjauh sambil memperhatikan siapa sosok yang sempat berada di dekatnya. Dengan kedua matanya, dia melihat sosok pria bertopeng sedang mengarahkan tatapan tajam kearahnya.
“Apa dengan niat membunuh yang begitu besar, kamu masih berpikir dapat bersembunyi dariku? Kalau ingin menyusup, setidaknya tutupi dulu niat membunuhmu!” ujar Qin Chen yang masih begitu santai saat bertatap muka dengan sosok bertudung hitam.
Sosok bertudung hitam mewaspadai keberadaan Qin Chen, “Aku tidak menyangka seorang Pangeran Kerajaan Chu rela merendahkan statusnya hanya untuk menjadi pengawal pribadi Putri Mahkota Kerajaan Shu,” suara wanita terdengar dari arah sosok bertudung hitam.
Suara wanita yang terdengar tidak asing bagi Qin Chen, tapi rasanya dia sudah sangat lama tidak mendengar suara itu, dan setelah beberapa saat mengingat-ingat siapa pemilik suara yang baru dia dengar akhirnya dia tahu siapa pemilik suara itu. Akan tetapi Qin Chen tidak menyangka wanita itu telah menyelesaikan latihan tertutupnya, dan datang ke Kerajaan Shu dengan niat membunuh yang ditujukan pada Putri Liu Yao.
“Aku sepertinya sudah tahu kenapa kamu memiliki niat membunuh yang begitu besar pada Putri Liu Yao. Namun kamu harus tahu, selama ada aku, jangan harap kamu dapat menyentuh Putri Liu Yao!” kata Qin Chen mengarahkan niat membunuh yang tak kalah besar pada sosok wanita bertudung hitam.
Wanita bertudung hitam mengerutkan keningnya merasakan niat membunuh yang diarahkan Qin Chen padanya. Dia tidak menyangka setelah lima tahun berlalu, bocah laki-laki yang dia kenal telah berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan.
Dia merasa saat ini kekuatan Qin Chen hampir setara dengannya, dan itu bukan sesuatu yang baik kalau dia harus berhadapan dengannya karena itu hanya akan memancing keributan. Dia masih memiliki keyakinan menang kalau hanya menghadapi Qin Chen, tapi suara keributan pasti akan memancing kehadiran banyak orang, dan tidak menutup kemungkinan akan ada banyak orang kuat yang datang ke tempatnya.
Wanita bertudung hitam yang tak lain adalah Lao Pi, untuk saat ini dia tidak memiliki pilihan lain selain mundur. “Kali ini aku sudah gagal melakukan apa yang ingin aku lakukan, tapi tidak untuk lain kali. Apapun yang terjadi, aku pasti menyingkirkan wanita yang mencoba merebut kamu dari sisi muridku,” ujar Lao Pi lalu sosoknya tiba-tiba saja menghilang dalam kegelapan malam.
__ADS_1
Tidak lagi merasakan keberadaan Lao Pi di sekitarnya, Qin Chen dapat merasa lega. Jujur saja dia tahu seberapa kuat Lao Pi yang merupakan guru dari wanita yang pernah mengisi hatinya. Dengan kekuatannya yang sekarang, dia sama sekali tidak memiliki kesempatan dapat mengalahkan Lao Pi.
“Secepatnya aku harus mempelajari dua kitab lainnya, dan aku juga harus segera menyempurnakan Tubuh Dewa Matahari yang aku miliki,” gumam Qin Chen lalu dia kembali masuk ke ruangan di mana Putri Liu Yao sedang menunggu kedatangannya.
Qin Chen mengatakan pada Putri Liu Yao siapa sosok pemilik aura membunuh yang begitu besar. Dia juga mengatakan kekuatannya saat ini belum cukup untuk mengalahkan sosok itu.
“Kalau kamu seorang diri tidak dapat mengalahkan sosok itu, masih ada aku yang akan membantumu. Aku yakin dengan kekuatan kita berdua, kita pasti dapat mengalahkan soaok itu,” ujar Putri Liu Yao setelah mendengar perkataan Qin Chen.
Qin Chen menganggukkan kepalanya, lalu keduanya merebahkan diri di atas tempat tidur, dan setelah merasakan tak ada lagi bahaya yang datang mendekat mereka mulai memejamkan mata.
°°°
Pagi-pagi sekali di tempat pelatihan yang berada di dekat kediaman Putri Mahkota di istana Kerajaan Shu, Qin Chen sedang berusaha menyempurnakan kekuatan Tubuh Dewa Matahari miliknya.
Setelah melakukan beberapa gerakan, Qin Chen masih saja merasakan panas di tubuhnya, yang berarti dia belum berhasil menyempurnakan kekuatan Tubuh Dewa Matahari.
Saat sudah sempurna menguasai kekuatan Tubuh Dewa Matahari, seorang pendekar tidak akan merasakan panas di tubuhnya, tapi dia dapat memberikan rasa panas yang menyakitkan saat serangannya terkena musuh.
Setelah beberapa waktu duduk bersila melakukan meditasi dan mengatur pernapasannya untuk kembali mengisi tenaga dalamnya, Qin Chen segera bangkit dan kembali dia mencoba menyempurnakan kekuatan Tubuh Dewa Matahari.
Qin Chen mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya, setelah merubah tenaga dalam menjadi energi panas. Kali ini, saat energi panas mengalir ke seluruh anggota tubuhnya, Qin Chen sama sekali tidak merasakan rasa panas seperti sebelumnya.
Tak lagi merasakan rasa panas, Qin Chen begitu saja mengarahkan pukulan ke arah pohon yang berjarak lima meter dari tempatnya berdiri. Begitu pukulan Qin Chen terarah ke pohon itu, sebuah gelombang panas melesat dari kepalan tangan Qin Chen.
“Swusshh... Boom...” Gelombang panas yang melesat dari genggaman tangan Qin Chen menghancurkan pohon yang ukurannya lumayan besar.
Bukan hanya batangnya yang hancur, melainkan seluruh bagian dari pohon itu hancur, dan perlahan-lahan pohon yang hancur mulai terbakar.
__ADS_1
Puluhan prajurit segera datang ke tempat pelatihan setelah mendengar suara ledakan, dan saat melihat keberadaan api mereka segera berusaha memadamkan api supaya tidak menjalar ke tempat lain.
Sedangkan Qin Chen, dia hanya bisa tersenyum kecut melihat kebakaran yang membuat panik para prajurit penjaga istana.
“Aku tidak menyangka, kekuatan Tubuh Dewa Matahari dapat sekuat itu setelah aku berhasil menyempurnakannya,” gumam lirih Qin Chen.
Qin Chen dapat bernafas lega melihat api yang berkobar dapat dipadamkan oleh kerjasama puluhan prajurit penjaga istana Kerajaan Shu.
Meninggalkan tempat pelatihan setelah memastikan api benar-benar padam, Qin Chen pergi ke ruang makan istana Kerajaan Shu karena dia harus menghadiri acara makan pagi dengan Putri Liu Yao.
Tapi sebelum pergi ke ruang makan, Qin Chen menyempatkan diri membersihkan badan terlebih dahulu, dan mengganti pakaian kotornya dengan pakaian bersih.
Sampai di ruang makan, Qin Chen melihat Putri Liu Yao yang sudah menunggu kedatangannya. “Maaf aku sedikit terlambat! Ada sesuatu yang sebelumnya harus aku pastikan,” kata Qin Chen begitu dia mengambil posisi duduk di sebelah Putri Liu Yao.
“Lain kali kalau ingin melatih sesuatu yang begitu mengerikan, lebih baik melakukannya di tempat yang lebih luas,” kata Putri Liu Yao yang sebenarnya berada di sekitaran tempat pelatihan saat Qin Chen sedang berlatih.
Mendengar itu Qin Chen hanya bisa tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Lain kali aku akan berlatih di tempat yang jauh lebih luas dibandingkan tempat pelatihan di istana Kerajaan,” ujar Qin Chen yang sebenarnya masih merasa tidak enak dengan prajurit yang harus membereskan kekacauan yang dia perbuat.
“Sudahlah, itu bisa kita bicarakan nanti. Untuk sekarang lebih baik kita menikmati makanan yang sudah dipersiapkan untuk kita,” kata Putri Liu Yao yang tanpa sungkan mengambilkan makanan untuk Qin Chen.
Qin Chen tersenyum mendapatkan pelayanan dari wanita yang sangat dia cintai. Tidak ingin menyia-nyiakan pelayanan wanitanya, Qin Chen segera menikmati makanan yang diambilkan Putri Liu Yao, dan keduanya mulai menikmati makanan bersama.
Saat makan, suasana di tempat makan sangatlah tenang karena hanya terdengar suara sumpit yang berbenturan dengan keramik wadah makanan.
Begitu sama-sama menghabiskan makanannya, baik Qin Chen maupun Putri Liu Yao, keduanya segera pergi meninggalkan ruang makan dan pergi ke tempat mereka harus menyelesaikan pekerjaan.
Putri Liu Yao pergi ke ruang kerjanya, sementara Qin Chen pergi ke tempat dia harus memberi pelatihan pada calon anggota Kavaleri Naga Hitam.
__ADS_1
°°°
Bersambung.