
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Rombongan Raja Liu Feng telah sampai di istana Kerajaan Shu. Kedatangan rombongan Raja Liu Feng disambut langsung oleh ribuan prajurit bersenjata lengkap, yang mengarahkan senjata mereka kearah rombongan sang Raja.
Raja Liu Feng dan kedua Jenderal kepercayaannya, mereka merasa aneh dengan sambutan yang diberikan oleh ribuan prajurit penjaga istana Kerajaan. Namun, rombongan tetap melanjutkan perjalanan sampai akhirnya mereka sampai di depan bangunan istana Kerajaan Shu.
Baru juga keluar dari kereta kudanya, tubuh Raja Liu Feng dibuat terkejut dengan belasan orang yang tergantung di depan istana Kerajaan Shu.
Melihat satu persatu siapa saja yang tergantung di depan istana Kerajaan, tentu Raja Liu Feng sangat mengenali siapa saja mereka karena semua orang yang tergantung adalah anggota keluarganya.
“Siapa yang berani melakukan semua ini pada keluargaku?” seru Raja Liu Feng marah.
Kasim Kerajaan dan semua orang yang tunduk padanya berjalan keluar dari istana Kerajaan.
“Yang Mulia Raja Liu Feng, akulah orang yang melakukan semua itu pada seluruh anggota keluargamu, dan mulai sekarang kamu bukan lagi Raja di Kerajaan ini karena akulah sekarang Raja penguasa Kerajaan Shu...” Bersama dengan Kasim Kerajaan menyelesaikan perkataannya, empat Jenderal di belakang Raja Liu Feng langsung menangkap sang Raja dan dua Jenderal kepercayaannya.
“Asal kamu tahu, seluruh orang di istana ini telah tunduk padaku, dan hanya kalian bertiga yang tidak mungkin mau tunduk padaku...” Kasim Kerajaan yang kini telahenjadi penguasa Kerajaan Shu, dia menatap bergantian Raja Liu Feng dan kedua Jenderalnya.
“Setelah semua yang aku berikan padamu, berani-beraninya kau mengkhianatiku! Kau pasti menerima balasan yang setimpal untuk semua ini,” seru Raja Liu Feng yang dipaksa berlutut dihadapan Kasim Kerajaan.
Kasim Kerajaan berjongkok, menatap Raja Liu Feng yang menatapnya penuh kebencian.
“Apa kamu sudah lupa apa yang pernah kamu lakukan pada keluargamu sendiri? Menutup mata atas kematian Permaisuri yang jelas-jelas mati karena racun yang diberikan Selir kesayanganmu. Membunuh kakak dari Putri Mahkota supaya putra dari Selir kesayanganmu diangkat menjadi Putra Mahkota. Bahkan kamu membantai keluarga Putri Mahkota hanya untuk memuaskan keinginan wanita yang telah membuat kamu gila dan bodoh...”
“Oh iya, aku sudah puas menikmati kehangatan tubuh wanita itu sebelum menggantungnya hidup-hidup, tapi sepertinya sekarang dia sudah menjadi mayat...” Kasim Kerajaan melirik Selir kesayangan Raja Liu Feng yang selama beberapa tahun terakhir diangkat menjadi Permaisuri Kerajaan Shu.
“Kau, aku akan membunuhmu!...” Raja Liu Feng mencoba menyerang Kasim Kerajaan, tapi tubuhnya segera jatuh tersungkur ditendang Jenderal yang berdiri di belakangnya.
Kasim Kerajaan bangkit berdiri lalu dia menginjak punggung Raja Liu Feng, “Kau tidak lagi memiliki kekuatan untuk melawanku. Jadi, sebaiknya kamu menuruti keinginanku kalau masih ingin melihat hari esok,” kata Kasim Kerajaan pada Raja Liu Feng.
“Bawa dua orang bodoh ini dan dua orang bodoh lainnya ke penjara!...” Perintah Kasim Kerajaan pada dua Jenderal di belakang Raja Liu Feng.
Kedua Jenderal dan beberapa prajurit langsung saja membawa paksa Raja Liu Feng dan kedua Jenderalnya ke penjara Kerajaan Shu.
__ADS_1
Setelah Raja Liu Feng dan dua orangnya dijebloskan ke penjara Kerajaan, Kasim Kerajaan masuk ke dalam istana bersama dengan beberapa orang yang baru saja kembali dari Kota Hebei. Di dalam istana, Kasim Kerajaan mendengar laporan tentang keberadaan Putri Liu Yao di Kota Hebei, dan selama ini Putri Liu Yao tidak pernah pergi ke Kekaisaran Qing.
Kasim Kerajaan yang kini duduk di singgasana Raja, dia juga mendengarkan laporan tentang kekuatan besar yang berada di sisi Putri Liu Yao. Dilaporkan padanya kekuatan besar itu setidaknya setara dengan kekuatan Kekaisaran Qing.
Kasim Kerajaan mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar semua itu, lalu dia berkata, “Sejak awal kitq ingin mengusai Kerajaan ini, bukan Raja bodoh itu yang perlu kita khawatirkan. Melainkan, kita harus lebih khawatir pada kekuatan yang dimiliki wanita itu...”
“Dengan kekuatan yang dimilikinya, tentu kita tidak akan mampu berbuat banyak saat dia memutuskan menyerang kita. Apalagi dengan dia yang memiliki dukungan penuh dari penduduk Kerajaan Shu, bisa aku pastikan kita akan musnah kalau harus berhadapan dengannya,” ungkap Kasim Kerajaan.
“Tuan, bagaimana kalau kita bekerjasama dengan orang-orang yang selama ini memusuhi Putri Liu Yao?” saran Kasim yang selama ini bekerja di istana Permaisuri Kerajaan Shu.
“Musuh dari musuh kita adalah teman. Mungkin kita memang bisa bekerjasama dengan mereka...” Kasim Kerajaan langsung saja terpikirkan untuk bekerjasama dengan Kerajaan Ming yang memiliki hubungan buruk dengan Putri Liu Yao.
Selain bekerjasama dengan Kerajaan Ming, Kasim Kerajaan juga mempertimbangkan kemungkinan terjalinnya kerjasama dengan Pangeran Qing Moran yang mungkin akan segera datang ke Kerajaan Shu untuk mencari keberadaan calon istrinya.
“Sendiria menghadapi musuh yang jelas jauh lebih kuat dari kita adalah bunuh diri. Akan tetapi, dengan kita bekerjasama dengan kekuatan lain, sekuat apapun musuh, kita pasti dapat mengalahkannya,” ujar Kasim Kerajaan.
°°°
Istana Kota Hebei...
Sekarang Qin Chen tidan lagi memanggil Putri saat berbicara dengan Putri Liu Yao begitu keduanya resmi menjalin hubungan, meski belum resmi menjadi sepasang suami istri.
Putri Liu Yang yang tak memakai cadar menunjukkan senyum lembut di wajahnya melihat pria di hadapannya, “Aku memang tidak salah memilih. Kamu memang pria baik, dan beruntung aku karena bisa menjalin hubungan dengan pria sepertimu,” ungkap Putri Liu Yao.
“Aku juga merasa sangat beruntung karena dapat bersanding dengan wanita yang benar-benar menginginkan aku, bukan wanita yang hanya menginginkan kekuasaan...” Qin Chen yakin Putri Liu Yao bukanlah wanita yang menginginkan kekuasaan.
Kalau dia wanita yang menginginkan kekuasaan, mungkin sudah lama dia melengserkan Raja Liu Feng, dan menobatkan dirinya sebagai Ratu penguasa Kerajaan Shu.
Putri Liu Yao yang semula duduk bersila, secara tiba-tiba dia melompat ke pelukan Qin Chen yang sedang duduk bersila di hadapannya.
Dari sekedar pelukan, Putri Liu Yao tak sungkan mendaratkan ciuman singkat ke bibir Qin Chen, “Aku sangat bahagia,” gumamnya lalu dia kembali mencium bibir Qin Chen, dan kali ini dia melakukannya cukup lama.
°°°
“Pangeran, kita masih belum menemukan jejak rombongan Putri Liu Yao,” kata Jenderal yang mendampingi Pangeran Qing Moran mencari keberadaan rombongan Putri Liu Yao.
__ADS_1
“Terus cari! Kalau perlu kita akan mencarinya sampai ke Kerajaan Shu!” seru Pangeran Qing Moran yang sudah tidak sabar menjadikan Putri Liu Yao sebagai Selirnya.
“Baik Pangeran...” Jenderal yang mendampingi Pangeran Qing Moran dan puluhan prajurit kembali mencari keberadaan rombongan Putri Liu Yao.
Sedangkan Pangeran Qing Moran, dia hanya duduk di kereta kuda yang akan membawanya menuju Kerajaan Shu.
“Aku pasti dapat menemukanmu, meski aku harus mengacak-acak seluruh wilayah Kerajaan Shu,” gumam Pangeran Qing Moran.
°°°
Penjara Kerajaan Shu...
Raja Liu Feng masih menundukkan kepalanya, mengingat apa yang telah di alami seluruh anggota keluarganya. Mulai dari Permaisuri, Selir, bahkan seluruh keturunannya, mereka semua telah mati, dan dengan kedua matanya dia melihat tubuh mereka tergantung di depan istana Kerajaan.
Mengingat apa yang terjadi pada keluarganya, dia teringat perbuatannya yang membiarkan Permaisuri terdahulu mati setelah menenggak racun pemberian Selirnya.
Selain peristiwa kematian Permaisuri terdahulu, dia juga teringat dengan peristiwa kematian Putra Mahkota terdahulu, serta peristiwa kematian seluruh keluarga Permaisuri terdahulu.
Dua peristiwa besar itu merupakan hasil perbuatannya hanya karena dia ingin membahagiakan wanita yang begitu dia cintai.
“Apa ini karma dari apa yang aku lakukan di masa lalu?” ujar Raja Liu Feng yang kini telah kehilangan semuanya, bahkan dia harus mendekam di ruan penjara yang gelap dan dingin.
Dia membiarkan wanita yang begitu baik padanya mati, bahkan dia menutup mata dari peristiwa yang menyebabkan kematian wanita itu.
Putra yang begitu menghormatinya dan rela mati untuk melindungi Kerajaannya, dia justru menggunakan tangannya sendiri untuk membunuhnya.
Raja Liu Feng membenturkan kepalanya ke lantai penjara, saat dia mengingat apa yang pernah dilakukannya di masa lalu, “Aku tidak layak menjadi Raja, terlebih aku sangat tidak layak menjadi seorang Ayah dari putra dan putri yang dulunya sangat menyayangiku...”
Raja Liu Feng mengingat kebersamaannya dengan Permaisuri terdahulu dan juga kedekatannya dengan putra serta Putri dari wanita itu, “Permaisuriku, maafkan apa yang sudah aku lakukan padamu dan keluarga kita!...”
Dia menyesali semua yang pernah dilakukannya di masa lalu. Akan tetapi semua sudah terlambat, dan waktu tidak mungkin dapat diputar kembali untuk dia dapat memperbaiki kesalahannya di masa lalu.
“Pada akhirnya kini aku kehilangan semuanya...” Raja Liu Feng tiba-tiba tertawa keras, membuat semua orang di dalam penjara berpikir kalau Raja Liu Feng telah gila...
°°°
__ADS_1
Bersambung...