Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Kabar Palsu


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


“Aku Raja Tang Gong sangat berterimakasih atas bantuan Tuan untuk Keranaanku. Jika di masa depan Kerajaan Shu membutuhkan bantuan, dengan seluruh kekuatan yang ada, Kerajaan Tang pasti datang memberi bantuan,” ujar Raja Yang Gong setelah dia mengumumkan kemenangan Kerajaan Tang.


Dalam peperangan yang baru saja berakhir Kerajaan Tang harus kehilangan belasan ribu prajurit yang gugur di medan perang, tapi jumlah itu tak sebanding dengan ratusan ribu prajurit Kerajaan Song yang gugur.


Sedangkan Qin Chen, dia harus merelakan ratusan prajurit yang dia bawa gugur, dan membawa mereka pulang dalam keadaan tak bernyawa.


“Yang Mulia, sebenarnya saat ini Kerajaan Shu tidak dalam keadaan baik-baik saja. Oleh karena itu kami akan segera kembali ke Kerajaan Shu setelah beristirahat sepanjang malam,” kata Qin Chen pada Raja Tang Gong.


“Kerajaan Shu memang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Bagaimanapun juga, pihak Kekaisaran dan Kerajaan Gui sedang menyusun kekuatan untuk menyerang Kerajaan Shu. Selain mereka, ada Kerajaan Chu yang memiliki ambisi besar yaitu menguasai seluruh Kerajaan yang ada di daratan ini,” ungkap Raja Tang Gong.


“Yang Mulia sebaiknya juga segera mempersiapkan diri karena Kerajaan Tang mungkin akan menjadi wilayah pertama yang ingin dikuasai Kerajaan Chu,” ujar Qin Chen.


Raja Tang Gong mengangguk, lalu dia berkata, “Sebenarnya aku sudah menyiapkan pasukan khusus untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang disebabkan Kerajaan Chu.”


“Saat ini pasukan itu masih dalam proses pelatihan, dan belum bisa diturunkan dalam peperangan ini,” imbuh Raja Tang Gong sambil menunjukkan senyuman.


“Senarnya Kerajaan Shu ingin mengirim sepuluh meriam ke Kerajaan Yang Mulia, tapi karena kami berangkat dengan terburu-buru, pada akhirnya hanya empat meriam yang berhasil kami bawa.”


“Untuk sisa enam meriam, dalam waktu dekat prajurit Kerajaan Shu akan mengantarkannya ke Kerajaan Tang,” kata Qin Chen.


Mendengar itu Raja Tang Gong semakin kagum akan Kerajaan Shu. Dia tidak menyangka kalau Kerajaan Shu bisa begitu royal pada Kerajaannya, bahkan mereka memberikan sepuluh meriam pada Kerajaan Tang, yang mana sepuluh meriam sama berharganya dengan kekayaan Kerajaan Tang selama sepuluh tahun.


“Tuan, sampaikan rasa terimakasihku pada Putri Liu Yao, dan aku pasti membalas apa yang telah dia berikan untuk Kerajaan Tang,” kata Raja Tang Gong.


Qin Chen menganggukkan kepala, lalu keduanya bersama-sama kembali ke dalam benteng pertahanan Kerajaan Tang.


Berada di dalam benteng pertahanan Qin Chen mengumpulkan seluruh prajurit Kerajaan Shu dalam satu tempat, dan di tempat itu juga sudah ada Jin Han dan Qiao Bai.


“Besok pagi kita akan kembali ke Kerajaan Shu!” kata Qin Chen pada seluruh prajurit Kerajaan Shu yang telah berkumpul.


“Saudara Chen, apa terjadi sesuatu di Kerajaan Shu sampai kita harus segera kembali ke Kerajaan?” tanya Qiao Bai yang sebenarnya ingin berkeliling dan melihat seperti apa keadaan Kerajaan Tang yang dikatakan sebagai Kerajaan terindah di seluruh daratan.

__ADS_1


Qin Chen menggelengkan kepala. “Tidak terjadi apa-apa di Kerajaan Shu, tapi aku merasa kita memang harus segera kembali,” jawab Qin Chen.


Qiao Bai mengangguk mengerti, dan dia memang bukanlah orang yang lebih mementingkan urusan pribadi dibandingkan kepentingan orang banyak. Lagi pula sekarang dia adalah salah satu Jenderal Kerajaan Shu, jadi sudah sewajarnya dia senantiasa berada di dalam Kerajaan yang harus dilindunginya.


Malam ini Qin Chen membiarkan semua orang beristirahat sedangkan dia pergi mengawasi prajurit Kerajaan Tang yang sedang mengumpulkan mayat-mayat prajurit Kerajaan Song.


Menjelang pagi barulah seluruh mayat prajurit Kerajaan Song berhasil dikumpulkan, dan dibakar.


Untuk mayat Raja Song Kai, Raja Tang Gong membiarkan prajurit Kerajaan Song yang tersisa, membawa mayat Raja Song Kai kembali ke Kerajaan Song.


Qin Chen yang semalaman mengawasi pekerjaan prajurit Kerajaan Tang, sekarang dia sudah berada di tempat istirahat prajurit Kerajaan Shu.


“Tuan, kapan kita berangkat?” tanya Jin Han yang belum lama ini terbangun dari tidurnya.


“Setelah mengisi perut, kita akan melakukan perjalanan kembali ke Kerajaan Shu,” jawab Qin Chen.


Jin Han hanya menganggukkan kepala lalu dia pergi ke dapur yang menyediakan makanan, dan menyuruh juru masak menyediakan makanan yang tidak cepat membuat lapar.


“Setelah kembali ke Kerajaan Shu, aku akan melakukan persiapan akhir sebelum Kekaisaran Qing dan Kerajaan Gui datang menyerang,” gumam Qin Chen yang ingin mematangkan persiapan sebelum musuh mendatangi Kerajaan Shu.


...----------------...


Dari apa yang direncanakan Kaisar Qing Luo dan Raja Kerajaan Gui, dalam satu minggu ke depan mereka akan menyerang Kerajaan Shu.


Dengan mengerahkan lebih dari lima ratus ribu prajurit, mereka yakin dapat mengalahkan Kerajaan Shu, dan mengambil alih semua yang ada di Kerajaan Shu.


Selain ingin menguasai Kerajaan Shu, tanpa sepengetahuan Kerajaan Gui, Kaisar Qing Luo memiliki rencana tersendiri, sesuai dengan kesepakatan yang dia sepakati bersama Ratu Li Wei.


Demi kenikmatan dari wanita yang selalu membuatnya sangat bergairah, Kaisar Qing Luo rela melakukan apapun untuk wanita itu, meskipun dia tahu kalau kenikmatan yang dia dapat hanyalah kenikmatan sementara, dan tak selamanya dia dapat merasakan kenikmatan itu.


Namun apa daya, dia sudah terlalu ketergantungan akan kenikmatan dari wanita itu, dan dia rela melakukan apapun untuk mendapatkan kenikmatan itu.


“Apa semua persenjataan yang akan kita bawa ke medan perang sudah kamu persiapkan?” tanya Kaisar Qing Luo pada menteri pertahanan Kekaisaran Qing.


“Yang Mulia, dua puluh meriam dan puluhan pelontar bola api sudah siap digunakan. Bahan peledak yang kita beli dari wilayah barat juga sudah datang dan siap dipergunakan,” jawab menteri pertahanan.

__ADS_1


Kaisar Qing Luo mengangguk puas mendengar semua itu.


“Dengan dua puluh meriam yang kita miliki dan sepuluh meriam yang dimiliki Kerajaan Gui, Kerajaan Shu tidak akan bertahan lama selama peperangan,” kata Kaisar Qing Luo percaya diri.


“Oh iya, bagaimana peperangan di Kerajaan Tang, apa Kerajaan Song sudah menguasai seluruh wilayah Kerajaan Tang?” tanya Kaisar Qing Luo.


Menteri pertahanan perlahan menggelengkan kepala. “Yang Mulia, Kerajaan Song gagal menaklukkan Kerajaan Tang. Bahkan Raja Song Kai dan sebagian besar prajuritnya tewas di medan perang.”


“Bisa dikatakan Kerajaam Song saat ini kembali ke era dimana mereka menjadi Kerajaan terlemah dan termiskin, di daratan ini,” kata menteri pertahanan.


“Ini sungguh diluar dugaan. Meski sudah mendapat bantuan dari Kerajaan Chu, Kerajaan Song tetap kalah dalam perang. Sepertinya Kerajaan itu memang ditakdirkan menjadi Kerajaan terlemah dan termiskin di daratan ini,” ujar Kaisar Qing Luo.


“Yang Mulia, menurut kabar yang beredar, kerajaan Tang tidak seorang diri saat melawan Kerajaan Song. Dari kabar itu dikatakan kalau ada kekuatan lain yang membantu Kerajaan Tang.”


“Kekuatan lain? Siapa kekuatan lain yang kamu maksudkan?” kembali Kaisar Qing Luo bertanya.


“Dari kabar itu, kekuatan lain yang dimaksudkan adalah Kerajaan Shu. Meski bukan sebuah kekuatan besar, dikatakan Kerajaan Shu mengirim pasukan khusus, dan membawa empat meriam untuk menghancurkan pasukan Kerajaan Tang.”


“Dikatakan juga kalau meriam dan bahan peledak milik Kerajaan Shu jauh lebih baik dibandingkan apa yang selama ini dijual pihak barat kepada pihak timur.”


Kaisar Qing Luo tidak begitu saja percaya dengan kabar itu. “Kirim orang-orang untuk melakukan penyelidikan tentang kebenaran kabar yang sedang beredar!”


“Kalau benar Kerajaan Shu memiliki meriam dan peledak yang lebih baik dari yang pihak barat jual pada kita, tentu itu akan merugikan kita dalam peperangan,” ujar Kaisar Qing Luo.


Menteri pertahanan menganggukkan kepala, lalu dia segera pergi meninggalkan tempat Kaisar yang sedang mengawasi latihan prajurit Kekaisaran.


Dengan langkah cepat, menteri pertahanan Kekaisaran Qing menemui prajurit yang biasa melakukan pengumpulan informasi, dan dia segera memberi tugas pada mereka untuk memastikan benar atau salah kabar yang beredar tentang meriam dan peledak milik Kerajaan Shu.


Sementara itu, setelah di tinggal menteri pertahanan Kaisar Qing Luo sedang memikirkan kabar tentang kekuatan Kerajaan Shu. “Kalau mereka benar-benar memiliki meriam dan peledak yang lebih baik dari yang aku miliki, tentu ini bukan kabar baik untuk rencana yang sudah aku susun.”


“Pihak barat mengatakan barang yang mereka jual padaku adalah kualitas terbaik, tapi bagaimana mungkin Kerajaan Shu memiliki barang yang lebih baik dari apa yang dimiliki pihak barat?”


“Aku rasa semua kabar yang aku dengar adalah kabar palsu, dan tidak ada sedikitpun kebenaran dari kabar itu,” ujar Kaisar Qing Luo.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2