
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Pangeran Ming Lang menarik mundur pasukannya mengikuti apa yang dikatakan Pendekar tangan iblis. Meski sedikit terlambat, setidaknya dia masih dapat menyelamatkan puluhan ribu prajurit Kerajaan Ming, dan salah satu Jenderal yang memimpin mereka.
Pangeran Ming Lang segera menemui Raja Ming Kang untuk melaporkan apa yang terjadi di garis depan.
Ditemani Pendekar tangan iblis, Pangeran Ming Lang menjelaskan semua kejadian di garis depan medan perang, termasuk kekalahan besar yang diterima oleh prajurit Kerajaan Ming.
Mendengar semua itu, Raja Ming Kang tahu kalau dia telah menelan banyak kerugian, dia juga tahu kalau kerugian akan semakin besar, seandainya dia tetap melanjutkan peperangan.
Mundur adalah pilihan terbaik untuk saat ini karena kekuatan musuh memang jauh lebih besar dibandingkan kekuatan yang telah disiapkan oleh Kerajaan Ming.
Puluhan ribu prajurit Kerajaan Ming segera pergi menjauhi wilayah perbatasan. Tepat dibelakang mereka, terdapat prajurit Kerajaan Gui yang menjaga bagian belakang prajurit Kerajaan Ming.
Meski prajurit Kerajaan Shu tidak melakukan pengejaran, Pendekar tangan iblis tetap menyuruh prajurit Kerajaannya untuk waspada, dan fokus menjaga sisi belakang prajurit Kerajaan Ming.
Setelah dua jam berlalu dan jarak dari perbatasan Kerajaan Shu sudah sangat jauh, Raja Ming Kang memberi waktu pada prajuritnya untuk istirahat, dan melakukan perawatan pada mereka yang terluka.
Sedangkan prajurit Kerajaan Gui, mereka langsung melanjutkan perjalanan kembali ke Kerajaan Gui, dan hanya menyisakan lima ribu prajurit untuk membantu menjaga sisi belakang prajurit Kerajaan Ming.
Pendekar tangan iblis dan dua muridnya yang ikut membantu menjaga sisi belakang prajurit Kerajaan Ming, sekarang mereka sedang melakukan pertemuan dengan Raja Ming Kang dan Pangeran Ming Lang. Dalam pertemuan yang berlangsung di dalam tenda Raja Ming Kang, Kerajaan Ming dan Kerajaan Gui sepakat melakukan kerjasama, dan tujuan utama mereka adalah menguasai Kerajaan Shu.
°°°
Di benteng pertahanan Kota Zhuhai...
Qin Chen menghampiri Putri Liu Yao yang sedang menyaksikan pembakaran puluhan ribu mayat prajurit Kerajaan Ming yang gugur dalam peperangan. Putri Liu Yao tersenyum di balik cadarnya melihat kedatangan Qin Chen.
Sampai di hadapan Putri Liu Yao, Qin Chen melaporkan keberadaan musuh yang sudah cukup jauh meninggalkan wilayah perbatasan, dan saat ini sedang beristirahat di suatu tempat untuk memulihkan kekuatan serta mengobati mereka yang terluka.
__ADS_1
“Untuk saat ini mereka memang mundur, tapi setelahnya mereka akan kembali dengan jumlah serta kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya,” kata Putri Liu Yao begitu yakin dengan apa yang dikatakannya.
“Putri tenang saja. Sekalipun mereka nantinya kembali dengan jumlah serta kekuatan yang lebih besar, tentu saat itu kita lebih siap menghadapi mereka. Lagi pula, bukannya dalam pertempuran yang baru berakhir, Putri belum menunjukkan pada mereka, kekuatan utama yang dimiliki Kerajaan Shu. Terutama kekuatan yang putri miliki. Seandainya mereka tahu semuanya, mungkin mereka tidak akan lagi memiliki keinginan bermusuhan dengan Kerajaan Shu,” ungkap Qin Chen yang sedikit banyak tahu tentang kekuatan prajurit teratai emas milik Putri Liu Yao.
Putri Liu Yao tersenyum mendengarnya, “Aku juga tidak akan melupakan prajurit kura-kura hitam yang baru kamu bentuk. Kira-kira dalam satu atau dua bulan ke depan, apa mungkin kekuatan mereka mampu mengimbangi kekuatan prajurit teratai emas?...” Putri Liu Yao memiliki keyakinan kalau prajurit kura-kura hitam akan sama kuatnya dengan prajurit teratai emas miliknya.
“Begitu kembali ke istana, aku akan mulai memberi pelatihan khusus pada mereka, dan aku berjanji dalam satu sampai dua bulan ke depan putri sudah dapat melihat hasil dari pelatihan mereka. Meski nantinya kekuatan mereka tidak akan sekuat prajurit teratai emas, setidaknya jarak kekuatan diantara mereka tidaklah terlalu banyak,” ungkap Qin Chen yang sudah tidak sabar untuk melatih dan memperkuat kekuatan prajurit kura-kura hitam.
Putri Liu Yao dapat melihat keyakinan yang begitu besar dari sorot mata Qin Chen. Saat Qin Chen mengatakan kekuatan prajurit kura-kura hitam hanya akan sedikit lebih lemah dari prajurit teratai emas dalam satu sampai dua bulan ke depan, Putri Liu Yao tahu kalau Qin Chen sedang merendah.
Bagaimanapun juga untuk melatih prajurit elite seperti prajurit teratai emas, setidaknya diperlukan waktu lebih dari satu tahun untuk merubah prajurit biasa menjadi prajurit elite, dan tidak sembarangan prajurit yang bisa menjadi anggota dari prajurit elite. Mereka yang berhak menjadi prajurit elite, hanyalah mereka yang sanggup menyelesaikan seluruh pelatihan dari awal sampai akhir.
Dari ratusan ribu prajurit biasa yang mengikuti pelatihan menjadi prajurit elite, tak sampai setengah dari mereka dapat lolos menjadi anggota prajurit elite. Seleksi ketat dan pelatihan keras yang sangat menyiksa, membuat banyak prajurit memutuskan menyerah saat mereka baru setengah jalan mengikuti pelatihan.
Oleh karena itu, saat Putri Liu Yao mendengar Qin Chen dapat merubah kelompok bandit kura-kura hitam menjadi sekumpulan prajurit elite dalam kurun waktu satu sampai dua bulan, tentu hal itu sangatlah luar biasa, dan Putri Liu Yao sangat penasaran dengan metode pelatihan yang diterapkan Qin Chen pada mereka.
Setelah melihat melihat prosesi pembakaran mayat prajurit Kerajaan Ming, dan mendengar apa yang ingin dilakukan Qin Chen begitu kembali ke istana. Putri Liu Yao mengajak Qin Chen berkeliling di Kota Zhuhai, kota kecil yang berada di perbatasan wilayah Kerajaan Shu.
“Kota Zhuhai adalah satu dari tujuh kota yang masuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Shu, dan bisa dikatakan kota ini sebagai pintu masuk ke Kerajaan Shu bagi mereka yang berasal dari Kerajaan Ming,” ujar Putri Liu Yao menjelaskan kedudukan Kota Zhuhai pada Qin Chen.
“Aku sendiri sebenarnya tidak ingin menggunakan kota ini sebagai benteng pertahanan pertama untuk Kerajaan Shu. Akan tetapi, mengingat tata letak kota ini yang berada di perbatasan, mau tidak mau, Kerajaan Shu harus membangun benteng pertahanan di kota ini,” kata Putri Liu Yao.
“Di masa yang akan datang. Seandainya Kerajaan Ming kembali menyerang, sebaiknya kita ungsikan lebih dulu penduduk Kota Zhuhai ke tempat yang lebih aman, supaya kita lebih fokus menghadapi gempuran musuh yang datang menyerang,” ujar Qin Chen memberi saran.
“Meski di kota ini ada lubang perlindungan, tapi mengungsikan mereka adalah cara yang lebih baik, daripada membuat mereka terjebak dalam situasi pertempuran,” kata Putri Liu Yao, senang menyambut saran yang diberikan Qin Chen.
Qin Chen menganggukkan kepalanya, lalu dia mengarahkan pandangannya ke arah matahari yang tak lama lagi akan terbenam.
“Putri, hari sudah malam. Sebaiknya aku antar Putri kembali ke kediaman,” kata Qin Chen sembari mengalihkan pandangannya pada Putri Liu Yao.
“Tidak terasa malam begitu saja datang,” kata Putri Liu Yao yang segera berputar arah, dan dia mulai melangkahkan kaki berjalan menuju kediamannya selama tinggal di Kota Zhuhai.
__ADS_1
“Saat kita menjalani hari yang begitu menyenangkan, kita tidak akane menyadari seberapa cepat putaran waktu yang terus berjalan,” kata Qin Chen yang berjalan di sebelah Putri Liu Yao.
°°°
Istana Kerajaan Shu...
Raja Liu Feng terus menanti kabar peperangan di perbatasan. Setelah beberapa waktu menanti kabar, seorang prajurit menemuinya, dan melaporkan situasi di perbatasan.
Putri Liu Yao telah memenangkan peperangan di perbatasan, bahkan Kerajaan Ming harus kehilangan lebih dari seratus ribu prajurit, sebelum mundur meninggalkan perbatasan.
Mendengar semua itu, Raja Liu Feng tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Akan tetapi kebahagiaannya tidak berlangsung lama, setelah dia mengingat apa yang pernah dikatakan Putri Liu Yao padanya.
Raja Liu Feng masih ingat perkataan Putri Liu Yao yang ingin melengserkannya dari singgasana Raja.
Sebenarnya dia tidak keberadaan menyerahkan posisi Raja pada Putri Liu Yao, tapi dia bingung apa yang harus dikatakan pada Putra Mahkota, yang sangat menginginkan posisinya.
“Kekuasaan dan kekuatan Putri Liu Yao sudah jauh melampaui kekuatan Yang Mulia, ataupun Putra Mahkota. Kalau ini terus dibiarkan, cepat atau lambat Kerajaan ini akan jatuh ke tangan Putri Mahkota,” ujar kasim kepercayaan Raja Liu Feng.
“Aku tahu itu, yang tidak aku tahu itu adalah bagaimana cara kita mengambil alih kekuasaan dan kekuatan Putri Mahkota, dan menjadikan semua itu menjadi milik Putra Mahkota,” ungkap Raja Liu Feng.
“Cukup membuat Putri Mahkota keluar dari Kerajaan, maka kita dapat mengambil alih semua yang dimilikinya, dan menyerahkan semua itu pada Putra Mahkota,” kata kasim.
“Membuat Putri Mahkota keluar dari Kerajaan? Apa maksudmu aku harus mengusir Putri Mahkota, dan tidak lagi mengakuinya sebagai keturunanku?” seru Raja Liu Feng.
Kasim segera menggelengkan kepalanya, “Yang Mulia, maksud hamba bukan mengusir Putri Mahkota secara langsung. Melainkan, kita dapat membuatnya pergi dengan cara menikahkan Putri Mahkota dengan salah satu Pangeran, yang ingin menjadikan Putri Mahkota sebagai Selir di kediamannya...”
Raja Liu Feng setuju saja dengan cara yang dikatakan Kasim Kerajaan, “Dia pasti menolak pernikahan yang aku siapkan untuknya,” ujar Raja Liu Feng yang mulai mengerti sifat putrinya.
“Yang Mulia, kita bisa melakukan rencana pernikahan tanpa sepengetahuan Putri Mahkota, dan di hari pernikahan kita hanya perlu melakukan sedikit permainan untuk membuat Putri Mahkota mengikuti prosesi pernikahan,” ungkap Kasim Kerajaan.
“Sebaiknya rencana kamu ini berhasil! Kalau gagal, kita semua pasti mengalami nasib buruk,” ujar Raja Liu Feng lalu dia menyuruh Kasim Kerajaan pergi meninggalkan dirinya seorang diri di dalam istana Kerajaan.
__ADS_1
°°°
Bersambung...