Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Sebuah Kebetulan


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Putri Liu Yao baru saja mengirim utusan ke Kerjaan Song untuk memberi tahu apa yang sudah dilakukan Permaisurinya di Kerajaan Shu.


“Dalam tiga hari kedepan kita akan mendengar kabar baik dari Kerajaan Song,” kata Putri Liu Yao pada Qin Chen.


“Aku bisa melihat nasib buruk yang akan di alami Bibi kamu, tapi itu semua sepadan dengan apa yang sudah dia perbuat,” ujar Qin Chen sambil menatap wajah Putri Liu Yao yang tak tertutup cadar karena saat ini mereka hanya berdua di dalam ruangan tertutup.


“Meski disayangkan, tapi Bibi memang harus menerima akibat dari perbuatannya...”


Qin Chen hanya membalas dengan anggukan kepala.


“Bagaimana dengan pelatihan calon anggota Kavaleri Naga Hitam, apa kamu menemukan hambatan dalam pelatihan mereka?” tanya Putri Liu Yao dengan kedua mata menatap lembut Qin Chen.


“Aku sama sekali tidak menemukan hambatan dalam pelatihan mereka. Mungkin satu sampai dua bulan kedepan, kita sudah dapat membentuk Kavaleri Naga Hitam dengan anggota seratus lima puluh ribu orang,” kata Qin Chen memberi jawaban.


Putri Liu Yao tersenyum puas mendengar itu. Baginya, Qin Chen memang sosok yang tak pernah membuatnya kecewa.


“Apa kamu sudah mendapat kabar dari saudara Bao tentang pekerjaan mereka di wilayah yang dulunya merupakan wilayah Kerajaan Ming?” giliran Qin Chen yang bertanya.


“Qiao Bao dan yang lainnya baru saja menyampaikan kabar kalau pekerjaan mereka telah selesai, dan sebentar lagi mereka akan kembali ke Kerajaan Shu...”


“Namun sayang, mereka gagal menangkap keberadaan pemimpin musuh yang telah bersembunyi di Kerajaan Gui,” ujar Putri Liu Yao.


“Tidak masalah tidak berhasil menangkap orang itu. Untuk sekarang, yang terpenting kita sudah menyingkirkan mereka dari wilayah, yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari Kerajaan Shu,” kata Qin Chen.


“Daripada itu, sekarang aku lebih mengkhawatirkan pergerakan pasukan Kerajaan Chu, dan Kekaisaran Qing...”


“Dari prajurit yang menjaga perbatasan antara Kerajaan Shu dan Kerajaan Chu, maupun yang berada di perbatasan dengan Kekaisaran Qing, prajurit dari kedua tempat melaporkan Kerajaan Chu dan Kekaisaran Qing sama-sama sedang menumpuk kekuatan di perbatasan,” kata Putri Liu Yao yang mulai mewaspadai Kerajaan Chu dan Kekaisaran Qing.


Qin Chen cukup terkejut mendengar itu karena selama beberapa hari ini dia kurang mendapatkan informasi tentang wilayah perbatasan.

__ADS_1


“Aku segera menanyakan pada Jin Han apa yang ingin dilakukan Ratu Li Wei dengan menumpuk kekuatan di daerah perbatasan dengan Kerajaan Shu,” ujar Qin Chen.


Kekuatan Kerajaam Shu memang perlahan mulai bisa dibangkitkan, tapi kalau harus menghadapi serangan dari Kerajaan Chu dan Kekaisaran Qing di waktu bersamaan, tentunya Kerajaan Shu akan sangat kesulitan. Belum lagi kalau saat itu Kerajaan Gui ikut menyerang, tentu Kerajaan Shu bisa saja hancur karena kekuatan mereka.


“Aku sudah mengirim prajurit tambahan untuk memperkuat kedua wilayah perbatasan, tapi aku juga tidak begitu saja melupakan ancaman dari Kerajaan Gui...”


“Akan tetapi, karena banyaknya prajurit yang aku kerahkan ke wilayah perbatasan, sekarang Ibukota Kerajaan sangat kekurangan jumlah prajurit penjaga. Untuk melakukan perekrutan prajurit baru, kita masih tersandung banyaknya penyusup yang bisa saja ikut direkrut menjadi prajurit Kerajaan,” ujar Putri Liu.


“Tidak ada pilihan lain. Kita hanya bisa merekrut mantan prajurit Kerajaan Ming, tapi kita hanya akan merekrut mereka yang bisa dipercaya,” ungkap Qin Chen.


Putri Liu Yao menganggukkan kepala setuju karena dia juga memiliki pemikiran yang sama, tentang merekrut mantan prajurit Kerajaan Ming menjadi prajurit Kerajaan Shu.


“Kita akan segera melakukan itu begitu seluruh wilayah bekas Kerajaan Ming resmi menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Shu. Paling cepat itu semua dapat terjadi dalam satu sampai dua minggu ke depan,” kata Putri Liu Yao pada Qin Chen.


Qin Chen mengangguk, lalu keduanya mulai menyibukkan diri dengan pekerjaan masing-masing.


...----------------...


Istana Kerajaan Chu.


“Buat mereka berfokus pada wilayah perbatasan, supaya aku lebih mudah menyusup ke istana Kerajaan Shu untuk membunuh wanita itu,” ujar Lao Pi.


Saat keduanya sedang bicara di ruang bekerja Ratu, seorang prajurit meminta izin memasuki ruangan untuk melaporkan sesuatu yang terjadi di perbatasan antara Kerajaan Shu dan Kekaisaran Qing.


Dengan kepala tertunduk, prajurit yang baru saja memasuki ruangan melaporkan tentang penumpukan lebih dari seratus ribu pasukan Kekaisaran Qing, di wilayah Kekaisaran yang sangat dekat dengan wilayah perbatasan dengan Kerajaan Shu.


Senyum lebar terlihat di wajah Ratu Li Wei mendengar itu. “Bukannya ini sebuah kebetulan? Dengan penumpukan pasukan yang dilakukan Kekaisaran Qing, aku yakin wanita itu saat ini sedang berfokus pada dua wilayah perbatasan...”


“Tidak menutup kemungkinan dia mengerahkan prajurit tambahan untuk memperkuat wilayah perbatasan, dan semua itu tentu akan membuat lemah penjagaan di ibukota Kerajaan,” ujar Ratu Li Wei melihat kesempatan besar gurunya dapat membunuh Putri Liu Yao.


Lao Pi mengangguk setuju dengan perkataan Ratu Li Wei. “Kalaupun pada akhirnya aku dapat membunuh wanita itu, kemungkinan sebelum membunuhnya aku harus melukai pria yang sangat kamu cintai,” ungkap Lao Pi.


“Saat dia terluka, Guru cukup membawanya padaku, dan dengan senang hati aku akan merawatnya,” ujar Ratu Li Wei.

__ADS_1


“Kalau begitu, dalam dua hari aku akan kembali ke istana Kerajaan Shu, dan apapun yang terjadi aku pasti membunuh wanita itu untukmu!” kata Lao Pi.


“Murid senantiasa menunggu kabar baik dari Guru,” balas Ratu Li Wei.


Tanpa sepengetahuan keduanya, semua pembicaraan mereka berhasil didengar oleh salah satu pelayan yang bekerja pada Jin Han. Merasa mendapat cukup informasi, pelayan itu begitu saja pergi meninggalkan tempat dimana dia mendengar pembicaraan Ratu Li Wei dan gurunya.


Lao Pi dan Ratu Li Wei sebenarnya tahu ada banyak pelayan di sekitar tempat mereka melakukan pembicaraan. Akan tetapi karena tidak merasak niatan buruk dari mereka, keduanya membiarkan keberadaan para pelayan yang dianggap tidak peduli dengan pembicaraan mereka.


Sementara itu, pelayan yang baru saja pergi meninggalkan tempat Ratu Li Wei, dia baru saja sampai di istana milik Qin Chen, dan kedatangannya langsung disambut oleh Jin Han.


“Saudara Han, aku ingin menyampaikan informasi penting yang aku dapatkan setelah mendengar pembicaraan Ratu Li Wei dan gurunya,” kata pelayan bernama Mu Niao, yang merupakan salah satu anggota pasukan Naga Emas, pasukan khusus Qin Chen yang seluruh anggotanya merupakan sekumpulan para wanita, dan kebetulan Mu Niao adalah pemimpin mereka.


Jin Han menganggukkan kepalanya, lalu dia membawa Mu Niao ke ruangan khusus di istana Qin Chen. Berada di ruangan khusus yang hanya diketahui segelintir orang, Jin Han mendengar laporan Mu Niao.


Mu Niao sendiri melaporkan tujuan Ratu Li Wei menumpuk pasukan di dekat perbatasan Kerajaan Shu, dan tujuan itu semakin dipermudah dengan Kekaisaran Qin yang diwaktu yang sama juga melakukan penumpukan pasukan di dekat perbatasan Kerajaan Shu.


“Saudara Han, tujuan mereka adalah wanita Tuan, Putri Liu Yao. Saat penjagaan istana Kerajaan Shu melemah, guru Ratu Li Wei akan menyusup ke istana dan mencoba membunuh Putri Liu. Selain itu, guru Ratu Li Wei juga berencana membawa Tuan kembali ke Kerajaan Chu setelah melukainya...”


Kalau yang dibahas Mu Niao bukan guru Ratu Li Wei, Jin Han hanya akan menganggap orang itu hanya membual kalau dia mengatakan bisa melukai Qin Chen. Akan tetapi, dia tahu seberapa kuat guru Ratu Li Wei, dan ada kemungkinan dia bisa membuktikan perkataannya.


“Mu Niao, Tuan menyuruh kita semua untuk meninggalkan Kerajaan Chu, termasuk meninggalkan istana ini. Untuk sementara waktu kita akan menetap di istana Putri Liu Yao yang berada di ibukota Kerajaan Shu...”


“Untuk semua laporan yang baru kamu sampaikan, kita akan bersama-sama melaporkan itu pada Tuan begitu sampai di Kerajaan Shu. Untuk sekarang sebaiknya kamu segera mengumpulkan seluruh anggota pasukan Naga Emas, dan malam ini juga kita pergi meninggalkan Kerajaan Chu!” ujar Jin Han.


Mu Niao mengangguk mengerti, dan secepatnya dia akan mengumpulkan seluruh anggota pasukan Naga Emas yang berjumlah tidak lebih dari lima ribu orang.


Jin Han sendiri, dia segera berkemas, mengumpulkan semua barang penting yang ada di istana Qin Chen, dan nantinya barang-barang itu akan dia serahkan pada Qin Chen begitu tiba di Kerajaan Shu.


“Semakin lama berada di tempat ini dengan banyak anggota, hanya akan membuat keberadaan kami cepat ketahuan. Lebih baik menyisakan beberapa anggota, dan membawa pergi yang lainnya,” gumam Jin Han.


Tepat tengah malam, Jin Han dan Mu Niao yang sudah berada di gerbang belakang, mereka membawa pasukan Naga Emas dan Naga Hitam yang masih tersisa di Kerajaan Chu pergi meninggalkan wilayah Kerajaan.


Tujuan mereka sekarang adalah Kerajaan Shu, dan mereka akan tergabung dalam Kavaleri Naga Hitam yang sedang dibentuk Qin Chen.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2