Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Hadiah Kecil Untuk Sang Kaisar


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


“Yang Mulia, sejak kita sampai dan sampai saat ini Kerajaan Shu belum menunjukkan seberapa banyak meriam pertahanan yang mereka miliki. Apa mungkin mereka tidak memilikinya?” tanya salah satu pendekar pelindung Kekaisaran Qing pada Kaisar Qing Luo.


"Mereka memilikinya, tapi mereka belum ingin menunjukkan semua itu pada kita,” jawab Kaisar Qing Luo.


“Yang Mulia, apa perlu kita masuk ke benteng mereka untuk melihatnya?” tanya pendekar lainnya.


“Sebaiknya kalian jangan melakukan itu karena Kerajaan Shu bukanlah tempat yang aman untuk di susupi saat malam hari, dan lagi aku tidak ingin kehilangan salah satu dari kalian sebelum perang dimulai,” kata Kaisar Qing Luo.


Keenam pendekar yang mendengar itu mengernyitkan keningnya, lalu salah satu dari mereka bertanya, “Apa semenakutkan itu pertahanan yang dimiliki Kerajaan Shu?”


Kaisar Qing Luo menganggukkan kepala. “Sudah banyak mata-mata yang aku kirim untuk mengumpulkan informasi tentang kekuatan Kerajaan Shu. Akan tetapi, selain gagal, tak satupun mereka kembali,” kata Kaisar Qing Luo.


“Yang Mulia, kami tentu berbeda dengan mereka. Dengan kekuatan yang kami miliki, bukanlah hal sulit masuk ke benteng pertahanan mereka, apalagi jika saudara ketiga yang melakukan itu,” kata pendekar tertua yang sudah puluhan tahun menjadi pelindung Kekaisaran Qing, dan sudah tak terhitung berapa banyak musuh Kekaisaran Qing yang mati di tangannya.


Kaisar Qing Luo mengarahkan pandangannya pada pendekar yang dipanggil adik ketiga oleh pendekar yang paling lama mendampinginya. “Apa kamu bisa berjanji padaku untuk kembali dalam keadaan selamat dan membawa informasi tentang seberapa besar kekuatan benteng pertahanan Kerajaan Shu?” tanya Kaisar Qing Luo.


Pendekar yang mendapat pertanyaan hanya menganggukkan kepalanya, lalu dengan tenang dia berkata, “Yang Mulia tenang saja, hamba pasti kembali dengan selamat dan membawa informasi yang Yang Mulia butuhkan, dan kalau perlu hamba bisa membawa Putri Liu Yao ke hadapan Yang Mulia.” Sorot mata arogan terlihat dari kedua mata yang dia gunakan untuk menatap Kaisar Qing Luo.


“Kalau begitu, tepat tengah malam pergilah ke tempat mereka,” kata Kaisar Qing Luo.


Anggukan kepala kembali menjadi jawaban pendekar yang sedang diajak berbicara Kaisar Qing Luo, dan setelah itu Kaisar Qing Luo membiarkan semua orang kembali ke tendanya masing-masing karena dia ingin beristirahat sebelum pergi memimpin perang.

__ADS_1


...----------------...


Tempat di tengah malam saat sebagian besar prajurit di benteng pertahanan Kerajaan Shu sedang beristirahat, seseorang dengan pakaian serba hitam dan penutup wajah yang menutupi wajahnya mencoba menerobos masuk benteng pertahanan Kerajaan Shu.


Orang itu berhasil sampai di atas benteng tanpa diketahui prajurit penjaga. Kurangnya cahaya saat malam dan pakaian yang dipakai orang itu membuatnya sulit terlihat di tengah kegelapan malam.


Akan tetapi saat dia ingin melangkah maju, sebuah suara membuatnya terkejut. “Hari belum berganti tapi sepertinya Kaisar Qing Luo sudah tidak sabar memulai peperangan.” Sosok pria bertopeng muncul tepat didepan sosok berpakaian serba hitam.


Kemunculan pria bertopeng membuat sosok berpakaian serba hitam mulai percaya tentang kuatnya pertahanan Kerajaan Shu. Akan tetapi, hanya dengan satu orang tentu itu tidak akan cukup untuk menghentikannya. “Yang Mulia memang sudah tidak sabar untuk memulai peperangan dan memusnahkan orang-orang seperti kalian, dan kamu yang hanya seorang diri jangan berharap dapat menghentikan apa yang ingin aku lakukan. Sebaiknya kamu secepatnya mati di tanganku!”


Sosok berpakaian hitam langsung saja melesat menyerang pria bertopeng yang tak lain adalah Qin Chen. Meski gerakannya sangat cepat dan ditambah dengan gelapnya malam, tak satupun serangan yang dilakukan sosok itu berhasil mengenai Qin Chen yang dengan mudah berhasil menghindari seluruh serangannya.


“Cukup cepat, tapi itu masih terlalu lambat untuk dapat mengenaiku,” cibir Qin Chen sambil menunjukkan senyuman sinis di wajahnya.


Dengan gerakan sederhana Qin Chen terus menghindari serangan yang tertuju padanya. Bahkan sejah tadi dia sama sekali tidak bergerak bergeser dari tempatnya.


Kecepatan orang berpakaian serba hitam tidak berguna saat dia berhadapan dengan Qin Chen. Gerakannya memang cepat, membuat keberadaannya seolah menghilang. Akan tetapi secepat apapu pergerakan orang itu, bagi Qin Chen orang itu masih terlalu lambat karena kedua matanya masih jelas melihat pergerakannya.


“Meski aku sudah menggunakan kecepatan puncakku tapi iniasih belum cukup untuk melukainya. Sialan, kenapa juga aku harus bertemu lawan sepertinya,” gumam lirih orang berpakaian serba hitam berusaha terus menyerang lawannya.


Tak kunjung dapat melukai lawannya setelah melakukan pertempuran yang cukup lama, orang berpakaian serba hitam mulai menyesali keputusannya mencoba pergi memasuki benteng pertahanan Kerajaan Shu, yang kenyataannya memang memiliki penjagaan sangat kuat.


“Aku tidak menyangka Kerajaan Shu memiliki pendekar kuat sepertimu. Namun, sangat disayangkan kamu memilih mengabdikan diri pada Kerajaan Shu. Kalau saja kamu mau mengabdikan diri pada Kekaisaran Qing, mungkin kamu bisa mendapatkan apa yang tidak kamu dapatkan selama mengabdikan diri pada Kerajaan Shu,” ujar orang berpakaian serba hitam.


Meski samar terlihat, Qin Chen menunjukkan senyuman sinis setelah mendengar itu. “Apapun yang diberikan Kekaisaran Qing tidak akan menyamai apa yang diberikan Kerajaan Shu padaku. Kecuali Kaisar Qing memberikan kedudukannya sebagai Kaisar padaku, mungkin aku akan menjadi bagian dari Kekaisaran Qing,” kata Qin Chen dan kembali dia menunjukkan senyuman sinis di bibirnya.

__ADS_1


Kalau Kekaisaran Qing menyerahkan posisinya pada Qin Chen, tentu dia akan menjadi bagian dari Kekaisaran Qing, tapi semua itu tidak akan pernah terwujud selama Kaisar Qing Luo masih menjadi Kaisar Kekaisaran Qing. Meskipun Kaisar Qing Luo mati, tidak mungkin juga Qin Chen menjadi Kaisar baru Kekaisaran Qing.


“Sungguh permintaan yang sangat arogan. Apapun yang diberikan Kerajaan Shu padamu, kau hanya akan menyesalinya setelah Kekaisaran Qing memenangkan peperangan.” Orang berpakaian serba hitam mengerahkan seluruh kekuatannya menyerang Qin Chen.


Akan tetapi, tak satupun serangannya mampu menembus pertahanan Qin Chen, dan apa yang dia lakukan hanya membuatnya semakin kelelahan.


Melihat musuhnya sudah kelelahan Qin Chen mulai membalas serangannya. Tanpa mengerahkan banyak tenaga dalam Qin Chen berkali-kali mendaratkan pukulan ke tubuh lawannya, membuat lawannya terus terdorong mundur sampai akhirnya dia terjatuh dari ketinggian benteng yang mencapai dua puluh meter.


Tak lagi memiliki tenaga dalam untuk melindungi tubuhnya saat terjatuh dari ketinggian membuat orang berpakaian hitam yang merupakan salah satu pendekar pelindung Kekaisaran terluka parah. Darah segar terus mengalir dari luka di kepalanya yang terlebih dahulu menghantam permukaan tanah di sisi luar benteng pertahanan Kerajaan Shu.


“Enam pendekar pelindung Kekaisaran Qing. Aku tidak menyangka dapat berhadapan dengan salah satu dari mereka. Akan tetapi aku sangat kecewa dengan kekuatanmu yang begitu lemah, sedangkan kamu mendapat julukan pendekar pelindung Kekaisaran.”


“Kalau kekuatan pendekar yang lainnya sama sepertimu, salah satu Jenderal Kerajaan Shu tidak akan kesulitan berhadapan dengan mereka,” ujar Qin Chen sudah berdiri di samping lawannya yang tak lagi dapat menggerakkan anggota tubuhnya.


Lin Feng dengan santainya duduk jongkok di samping musuhnya, lalu dia berkata, “Asal kamu tahu, aku sudah menyiapkan banyak kekuatan untuk melawan Kekaisaran Qing. Puluhan meriam, puluhan pelontar bola api, dan ribuan anak panah yang jangkauannya diluar perkiraanmu. Semua itu aku persiapkan untuk menghadapi Kekaisaran Qing dan siapa saja yang mengusik Kerajaan Shu. Satu lagi, seluruh Jenderal Kerajaan Shu sudah meningkatkan kekuatannya setara dengan pendekar tingkat Raja.”


“Menghadapi kalian yang merupakan pendekar tingkat Raja, tentu tidak akan menjadi masalah bagi mereka. Untuk aku sendiri, kekuatan yang aku miliki lebih dari cukup untuk menghadapi empat sampai lima pendekar tingkat Kaisar. Aku sudah mengatakan apa yang ingin kamu ketahui. Semoga kamu bisa menyampaikan itu pada Kaisar Qing saat kamu bertemu dengannya di Alam Kematian!” imbuh Qin Chen.


Tak membiarkan musuhnya lebih lama merasakan rasa sakit, Qin Chen mengakhiri hidup musuhnya dengan cara menginjak kepalanya sampai hancur, dan setelahnya Qin Chen menyeret tubuh musuhnya menuju perkemaha pasukan Kekaisaran Qing.


Dengan teknik meringankan tubuh yang dikuasainya, Qin Chen sampai di tempat perkemahan pasukan Kekaisaran Qing tanpa ada yang mengetahuinya, dan begitu saja dia meletakkan mayat salah satu pendekar pelindung Kekaisaran Qing di depan tenda milik Kaisar Qing.


“Semoga saja Yang Mulia Kaisar Qing menyukai hadiah kecil yang aku berikan padanya,” gumam lirih Qin Chen sebelum sosoknya menghilang dari perkemahan pasukan Kekaisaran Qing.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2