Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Kemenangan Kerajaan Tang


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Hari dimana Kerajaan Song menyerang Kerajaan Tang akhirnya tiba. Raja Song Kai mengerahkan seluruh kekuatannya untuk meluluhlantakkan benteng pertahanan Kerajaan Tang.


Seluruh pasukan yang dia miliki telah berada di tempat mereka dan bersiap melakukan penyerangan. Menggunakan formasi penyerangan yang dimilikinya, Raja Song Kai mulai menembakkan pelontar bola api untuk menggempur benteng Kerajaan Tang.


Puluhan bola api melesat terbang tinggi, jatuh menghantam benteng Kerajaan Tang dan meruntuhkan sedikit bagian dari bangunan benteng.


Meskipun sudah mendapatkan serangan, pihak Kerajaan Tang belum melakukan serangan balasan. Prajurit Kerajaan Tang menunggu prajurit musuh benar-benar sudah masuk dalam jangkauan serangan persenjataan yang mereka meliki.


Tidak mendapatkan serangan balasan, Raja Song Kai menganggap musuh ketakutan dan hanya bisa berdiam diri di dalam benteng. Merasa di atas angin, Raja Song Kai mengerahkan prajurit garis depan maju menyerang benteng Kerajaan Tang.


Saat lebih dari seratus ribu prajurit garis depan Kerajaan Song maju ke depan dan masuk dalam jangkauan serangan persenjataan Kerajaan Tang, belasan bola api segera menghujani mereka.


Tentu serangan bola api tidak membunuh semua prajurit garis depan Kerajaan Song, oleh karena itu serangan anak panah segera menghujani mereka yang selamat dari hujan bola api.


Raja Song Kai tidak khawatir melihat prajuritnya banyak yang mati. Dia memang kehilangan puluhan ribu prajurit, tapi banyak prajurit yang sudah sampai di bawah benteng pertahanan Kerajaan Tang.


Melihat puluhan ribu prajurit mencoba menaiki benteng pertahanan Kerajaan Tang dengan menggunakan tangga yang tingginya lebih dari lima belas meter, Raja Song Kai mengirim prajurit penghancur gerbang yang mendapatkan perlindungan dari puluhan ribu prajurit pemanah.


Mendorong kendaraan beroda yang diatasnya terdapat batang kayu berukuran besar yang akan digunakan untuk menghancurkan gerbang benteng pertahanan Kerajaan Tang, ratusan prajurit bekerjasama mendorong kendaraan itu menuju gerbang yang ingin mereka hancurkan.


Sementara itu di atas benteng pertahanan Kerajaan Tang, Qin Chen tersenyum melihat apa yang dilakukan Raja Song Kai. “Siapkan meriam, dan langsung tembakkan ke arah pasukan di sisi Raja Song Kai!” perintah Qin Chen.


Prajurit segera memasukkan bola besi peledak ke dalam meriam, dan setelah mengatur arah mereka langsung menembakkan meriam ke arah ya telah ditentukan.


“Boom... Boom... Boom... Boom...” keempat meriam menembak tepat sasaran dan membuat ratusan prajurit Kerajaan Song mati mengenaskan dengan tubuh terbakar, bahkan ada yang tubuhnya hancur.


“Meriam? Bagaimana mungkin Kerajaan Tang memilikinya?” kata Raja Song Kai tidak percaya.


Namun, saat kedua matanya melihat ke atas benteng pertahanan Kerajaan Tang. Selain bendera bergambar Qilin yang merupakan lambang Kerajaan Tang, dia juga melihat bendera bergambar bunga teratai yang merupakan lambang Kerajaan Shu.


“Raja Tang tidak sebodoh yang aku pikirkan. Ternyata selama ini diam-diam dia sudah menjalin kerjasama dengan Kerajaan Shu. Pantas saja dia menolak kerjasama denganku...” Raja Song Kai menggertakkan giginya marah.

__ADS_1


“Keberadaan merian tidak memberi pilihan lain padaku kecuali menarik mundur pasukan, dan merencanakan ulang penyerangan selanjutnya,” gumam Raja Song Kai.


Serangan meriam yang tepat sasaran dan mengurangi dengan cepat jumlah prajurinya, membuat Raja Song Kai memutuskan menarik mundur seluruh prajurinya.


Namun, saat Raja Song Kai ingin menarik mundur pasukannya dan kembali ke perkemahan, seorang prajurit mendatanginya dan melaporkan apa yang terjadi di perkemahan.


“Yang Mulia, perkemahan telah dihancurkan puluhan ribu prajurit dengan lambang bunga teratai. Puluhan ribu prajurit Kerajaan Chu yang berjaga, mereka semuanya musnah di tangan mereka!...” kata prajurit melaporkan keadaan perkemahan.


“Kerajaan Shu, kau benar-benar menghancurkan rencanaku!...” seru Raja Song Kai termakan amarah.


Kemarahan membuat Raja Song Kai lengah, sampai dia tidak menyadari adanya anak panah yang datang kearahnya.


“Argh...” rintih kesakitan Raja Song Kai saat sebuah anak panah menancap dalam di lengan tangannya.


“Raja Song, jangan pernah lengah dalam sebuah peperangan, kalau Raja Song tidak ingin mati lebih dulu dibandingkan prajurit Kerajaan Song,” kata pria bertopeng yang tak lain adalah Qin Chen, dan tiba-tiba saja dia muncul belasan meter di depan Raja Song.


Di kanan dan kiri Qin Chen ada dua orang yang dengan mudah membunuh lima Jenderal pelindung Raja Song, bahkan puluhan prajurit sudah mati di tangan mereka hanya dalam hitungan detik.


Keringat dingin membasahi tubuh Raja Song saat dia melihat kematian para Jenderal dan prajurit yang mencoba melindunginya. Kini dia tahu kalau tiga orang di depannya bukanlah lawan sepadan untuknya.


“Raja Song, apa kamu pikir dapat lari setelah bertemu dengan kami? Jangan pernah berpikir lari kalau kamu sudah bertemu kamu karena kematianlah yang akan segera kamu dapatkan!..” Qin Chen mengambil pedang dari prajurit yang mati di dekatnya, lalu dia melemparkan pedang itu tepat di dada kuda Raja Song Kai.


Langsung saja kuda Raja Song Kai jatuh tersungkur, membuat terpelanting sosok Raja yang duduk di punggungnya.


Raja Song Kai terpelanting jatuh menghantam tanah. Meski rasa sakit yang dia rasakan tak seberapa, tapi sekarang dia sama sekali tidak bisa pergi melarikan diri meninggalkan medan perang.


“Raja Song, mari kita melakukan pertempuran sampai salah satu dari kita mati!...” seru Qin Chen yang kini hanya berjarak tiga langkah dari Raja Song Kai.


“Meski hari ini kau berhasil membunuhku, kekuatan di belakang Kerajaan Song tidak akan tinggal diam, Kerajaan Shu maupun Kerajaan Tang pasti akan dihancurkan olehnya!” kata Raja Song Kai sambil mengeluarkan pedang dari sarungnya.


“Apa yang kamu maksud kekuatan dibelakang Kerajaan Song adalah Kerajaam Chu? Kalau hanya Kerajaan Chu, yakinlah mereka tidak akan berani berbuat macam-macam dengan Kerajaan Shu maupun dengan Kerajaan Tang,” ujar Qin Chen percaya diri.


“Bagaimana kau bisa tahu kalau Kerajaan Chu tidak akan berani berbuat macam-macam dengan Kerajaan Shu maupun Kerajaan Tang, sedangkan kekuatan kalian lebih lemah dari Kerajaan Chu?” tanya Raja Song Kai.


Senyuman sinis terlihat di waja Qin Chen mendengar pertanyaan Raja Song Kai. “Kau tidak tahu apa-apa tentang kekuatan Kerajaan Shu, dan kau juga tidak akan memiliki kesempatan untuk mengetahuinya,” jawab Qin Chen.

__ADS_1


“Meskipun kau tidak akan memiliki kesempatan untuk mengetahui semua itu, tapi karena aku baik, aku akan memberimu kesempatan melihat kematian seluruh prajuritmu,” kata Qin Chen bersama dengan terbukanya gerbang benteng pertahanan Kerajaan Tang.


Bukan terbuka oleh prajurit Kerajaan Song, melainkan terbuka dari dalam, dan ribuan prajurit Kerajaan Tang mulai keluar dari dam benteng. Dengan persenjataan lengkap, mereka siap melakukan pertempuran langsung dengan prajurit Kerajaan Song.


Dengan semangat memenangkan peperangan, puluhan ribu prajurit menyapu bersih prajurit Kerajaan Song yang berada di depan mereka. Satupun tak disisakan meski ada beberapa prajurit Kerajaan Song yang sengaja meletakkan senjata mengakui kekalahannya.


Melihat pemandangan yang seharusnya dia tunjukkan pada musuh, tiba-tiba saja tubuh Raja Song Kai kehilangan tenaga, dan dia jatuh berlutut tak kuasa melihat kekalahannya di medan perang.


Kemenangan yang sebelumnya sudah terbayang di depan mata, ternyata itu hanyalah kemenangan semu. Pada kenyataannya hampir seluruh pasukannya mati di tangan musuh, dan dia tinggal menunggu detik-detik kekalahan.


Bukan hanya melihat pembantaian pasukannya di sisi depan, tapi hal yang sama juga terjadi di pasukannya yang berada di barisan belakang. Bahkan para Jenderal Kerajaan Chu yang datang sebagai bala bantuan juga telah meregang nyawa di tangan dua orang yang sebelumnya membunuh seluruh Jenderalnya.


“Kau, cepat bunuh aku! Kalau kau tidak segera melakukannya, aku sendiri bisa melakukannya!...” Raja Song Kai mencoba menusuk dadanya menggunakan pedangnya sendiri, tapi apa yang ingin dia lakukan berhasil dihentikan oleh Qin Chen.


“Jangan dulu mati sebelum melihat kematian seluruh pasukanmu! Lihatlah, mereka begitu menderita sebelum kematian datang, dan itu semua adalah akibat dari keserakahanmu!” ujar Qin Chen yang ingin menunjukkan penderitaan pasukan Kerajaan Song pada Raja Song Kai.


Raja Song Kai tak lagi bisa berkata-kata. Dia menutup rapat kedua matanya, tak ingin melihat apa yang sedang terjadi. Namun, dia masih saja dapat mendengar suara jeritan dan rintihan prajuritnya yang meregang nyawa.


Sampai akhirnya beberapa jam berlalu keadaan di sekitar mulai hening. Merasa seluruh prajuritnya telah mati di tangan musuh, perlahan Raja Song Kai membuka matanya, dan apa yang di lihat begitu di membuka mata adalah sosok Raja Tang Gong yang berdiri tegak di depannya.


Raja Tang Gong mengeluarkan pedang dari sarungnya, dan bersiap mengayunkan pedang untuk mengakhiri hidup Raja Song Kai.


“Kita memang saudara jauh, tapi karena niat buruk yang kamu tujukan pada Kerajaanku, hanya hukuman mati yang bisa aku berikan padamu...”


Tidak menunggu tanggapan Raja Song Kai, Raja Tang Gong langsung saja mengayunkan pedangnya, mengakhiri kehidupan Raja Song Kai.


“Jika ada kehidupan selanjutnya untukmu, aku berharap kamu menjadi sosok yang jauh lebih baik,” kata Raja Tang Gong sebelum dia mendeklarasikan kemenangan dalam peperangan melawan Kerajaan Song...


...----------------...


Bersambung.



Yuk baca dan mampir di Novel teman author...

__ADS_1


__ADS_2