
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Di kediaman Selir Agung Li Wei, seseorang yang mendapatkan tugas mengumpulkan informasi tentang pengawal pribadi Putri Liu Yao, melaporkan informasi yang berhasil mereka kumpulkan pada Selir Agung.
Tanpa ada yang ditutupi, orang itu melaporkan seluruh informasi yang berhasil dia dapatkan.
“Yang Mulia, kedua pengawal itu bernama Qiao Chen dan Qiao Bao. Keduanya belum lama ini diangkat menjadi pengawal pribadi Putri Liu Yao...”
“Sebelum menjadi pengawal pribadi Putri Liu Yao, keduanya bekerja di biro pengawalan, yang biasanya mengawal para pedagang, dan para bangsawan. Untuk asal keduanya, kami hanya menemukan asal dari Qiao Bao yang merupakan anak korban perang, dan selama ini mendapatkan pelatihan dari pendekar yang tidak diketahui identitasnya...”
“Untuk Qiao Chen, kami tidak berhasil mengetahui asal usulnya karena dia seorang pendatang di Kerajaan Shu, yang tak seorangpun tahu dari mana dia berasal. Akan tetapi, dari informasi yang berhasil kami kumpulkan, orang itu langsung menggunakan marga Qiao begitu diakui menjadi penduduk Kerajaan Shu...”
Orang itu menjelaskan pada Selir Agung tentang marga Qiao, yang di Kerajaan Shu biasanya digunakan oleh mereka yang tidak memiliki marga, atau mereka yang ingin mengganti marga. Namun tetap saja, mereka yang menggunakan marga Qiao, mereka tak lebih baik dari seorang budak.
Mendengar semua itu, Selir Agung Li Wei semakin yakin kalau sosok Qiao Chen adalah Qin Chen, tapi dia tidak ingin memberitahu apa yang diketahuinya pada Raja.
‘Aku pasti dapat memilikinya kembali, setelah aku menyingkirkan Raja, dan menobatkan aku menjadi Ratu di Kerajaan ini...’ Selir Agung Li Wei sudah tidak sabar mewujudkan apa yang menjadi keinginannya.
°°°
Satu hari berlalu, akhirnya rombongan Putri Liu Yao sampai di istana tempat tinggal sang putri, setelah beberapa hari menghadiri pesta ulang tahun Raja Kerajaan Chu.
Putri Liu Yao langsung menuju kediamannya dengan diikuti Qin Chen dam empat pelayan pribadinya.
Sementara itu Jenderal Shang Hong dan Qiao Bao, mereka sedang mempersiapkan tempat untuk menampung keluarga mantan anggota bandit kura-kura hitam, yang sekarang tergabung dalam prajurit kura-kura hitam.
Kebetulan, di sisi utara istana Putri Mahkota masih banyak bangunan kosong yang masih layak huni. Jadi, mereka semua dapat menjadikan bangunan di tempat itu sebagai tempat tinggal.
Di kediaman Putri Liu Yao, Qin Chen menemani Putri minum teh di taman yang terletak di halaman kediaman. Baru juga menikmati seteguk air teh, prajurit yang merupakan utusan Raja Liu Feng datang menghampiri mereka.
__ADS_1
Prajurit utusan Raja mengatakan kalau Raja Liu Feng menunggu kedatangan Putri Liu Yao untuk membicarakan tentang apa yang terjadi di Kerajaan Chu, dan juga untuk membicarakan surat lamaran yang dikirim oleh para Pangeran dan para bangsawan.
Putri Liu Yao berkata pada prajurit itu kalau dia akan menemui Raja setelah istirahat.
Setelah mendengar perkataan Putri Liu Yao, prajurit utusan Raja Liu Feng segera pergi undur diri meninggalkan kediaman Putri Liu Yao.
“Putri, sepertinya para Pangeran dan para bangsawan sudah tidak sabar menjadikan Putri sebagai Selir di kediaman mereka,” ujar Qin Chen yang tahu pasti apa yang menjadi tujuan para Pangeran dan para bangsawan yang mengirimkan surat lamaran untuk Putri Liu Yao.
Putri Liu Yao tersenyum mendengarnya, “Akan tetapi mereka semua tidak tahu kalau mulai sekarang aku tidak menerima lamaran dari siapapun, kecuali lamaran dari orang yang aku inginkan,” ungkapnya.
Meski Raja Liu Feng menyetujui lamaran dari salah satu orang yang mengirim surat lamaran padanya, Putri Liu Yao tidak akan menuruti apa yang menjadi keinginan Raja. Dia punya kehidupan sendiri, dan tak seorangpun dapat mengatur kehidupannya.
°°°
Di ruang kerja Raja Liu Feng...
Raja Liu Feng sudah tahu semua yang terjadi di Kerajaan Chu saat berlangsungnya pesta ulang tahun Raja Qin Duan Ren. Seperti yang sudah dia perkirakan, putrinya telah menyiapkan banyak cara untuk mengakhiri hubungan pertunangannya. Namun, dia tidak pernah berpikir kalau putrinya telah menyiapkan bukti atas kejahatan yang pernah dilakukan Putra Mahkota Qin Yuwen. Sampai sekarang, dia tidak tahu darimana putrinya mendapatkan bukti yang seharusnya disimpan rapat oleh anggota keluarga Kerajaan Chu.
Banyaknya surat lamaran yang datang, membuat Raja Liu Feng kebingungan memilih siapa yang akan menjadi tunangan putrinya, apalagi diantara pengirim surat lamaran ada nama Pangeran Kedua dan Pangeran Ketiga Kekaisaran Qing.
Meski nantinya putrinya hanya menjadi Selir, tapi seorang Selir Pangeran Kekaisaran tentu lebih baik dibandingkan menjadi Selir seorang bangsawan.
“Apapun yang terjadi, aku akan membuat dia menjadi Selir dari salah satu Pangeran Kekaisaran...” Raja Liu Feng membuang seluruh surat lamaran, kecuali surat lamaran dari Pangeran ketiga dan Pangeran keempat Kekaisaran Qing.
°°°
Siang hari setelah menyelesaikan makan siang. Putri Liu Yao yang kali ini hanya didampingi Qin Chen dan dua pelayan pribadinya, datang menemui Raja Liu Feng di istana Kerajaan Shu. Kedatangan mereka langsung disambut Raja yang sudah cukup lama menunggu kedatangan putrinya.
Liu Yao yang tidak suka basa-basi, dia langsung saja duduk di tempat yang sudah tersedia, dan bersiap mendengar apa yang ingin dikatakan Raja Liu Feng padanya.
“Putriku, aku sudah tahu apa yang terjadi di Kerajaan Chu, dan aku benar-benar tidak menyangka kalau Putra Mahkota Qin Yuwen memiliki sifat seburuk itu. Berakhirnya pertunangan kamu dengannya merupakan keputusan yang tepat, tapi....”
__ADS_1
Belum juga Raja Liu Feng menyelesaikan perkataannya, Putri Liu Yao tiba-tiba mengangkat tangan kanannya, “Kalau Yang Mulia ingin membahas soal surat lamaran dari orang-orang yang menginginkan aku menjadi Selir mereka, lebih baik aku pergi dari tempat ini!” seru Putri Liu Yao.
“Aku tidak ingin bertunangan atau menjadi istri dari mereka yang hanya ingin menjadikanku sebagai seorang Selir, sekalipun orang itu merupakan Pangeran Kekaisaran. Yang Mulia, hidupku adalah milikku, dan mulai sekarang tidak ada orang lain yang berhak mengatur kehidupanku,” ujar Putri Liu Yao penuh ketegasan.
Mendengar itu Raja Liu Feng geram, dan langsung saja dia mengarahkan sorot mata tajamnya pada Putri Liu Yao, yang terlihat begitu tenang. “Kamu adalah putriku, dan harus menurut apa yang menjadi keputusanku! Aku sudah memutuskan menerima lamaran Pangeran kedua Kekaisaran Qing, dan aku juga sudah memutuskan hari yang tepat untuk menggelar pesta pertunangan kalian,” ungkap Raja Liu Feng.
Putri Liu Yao langsung bangkit dari tempat duduknya setelah mendengar perkataan Raja Liu Feng, lalu dia berjalan menuju pintu keluar istana. Namun, sebelum keluar Putri Liu Yao membalikkan badan, menatap Raja Liu Feng sambil berkata, “Yang Mulia, aku bukan lagi anak kecil lemah yang selalu menuruti apa yang sudah Yang Mulia putuskan. Aku adalah Putri Liu Yao, Putri Mahkota yang lebih dihormati penduduk Kerajaan dibandingkan sosok seorang Raja. Jujur saja, kalau aku ingin, bukan sesuatu yang sulit bagiku melengserkan Yang Mulia dari singgasana Raja...”
Raja Liu Feng terdiam mendengar apa yang dikatakan Putri Liu Yao.
Putri Liu Yao kembali kembali berjalan menuju pintu keluar, setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan.
“Tutup pintu dan jangan biarkan Putri Mahkota meninggalkan istana Kerajaan!...” Raja Liu Feng memerintahkan prajurit menutup pintu istana.
Empat orang Jenderal kepercayaan Raja Liu Feng muncul begitu pintu istana ditutup.
“Bunuh dua pelayan dan pengawal Putri Mahkota, dan bawa Putri Mahkota ke istana dingin! Biarkan dia berada di istana itu sampai tiba hari pertunangannya!” seru Raja Liu Feng.
Qin Chen segera saja menghadang serangan empat Jenderal kepercayaan Raja Liu Feng yang diperintahkan untuk membunuhnya dan dua pelayan pribadi Putri Liu Yao.
Melihat enam titik pusat tenaga dalam yang sudah dibuka oleh keempat Jenderal, Qin Chen tahu mereka berempat hanyalah pendekar di tingkat Pendekar Ahli, yang tentu bukan lawan sepadan untuknya, meski mereka ada empat orang.
Sebagai seorang pendekar yang sudah berada di tingkat Pendekar Raja, apalagi dia sudah membuka lebih dari sepuluh titik pusat tenaga dalam. Menghadapi puluhan pendekar di tingkat Pendekar Ahli bukanlah sesuatu yang sulit untuknya.
Qin Chen membuka sepuluh titik pusat tenaga dalamnya, dan membalas serangan yang dilakukan oleh keempat Jenderal kepercayaan Raja Liu Feng.
Hanya dengan sekali serangan, Keempat Jenderal kepercayaan Raja Liu Feng terpental mundur, dan baru berhenti setelah menghantam dinding istana.
°°°
Bersambung...
__ADS_1