
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
“Darimana kalian mendapatkan ini?” seru Gubernur Kota Hebei melihat dua kepala yang diantarkan dua penjaga kediamannya.
“Tuan, sosok pria bertopeng yang mengaku sebagai pengawal pribadi Putri Mahkota mengantarkan ini sebagai hadiah kecil untuk Tuan,” kata salah satu prajurit yang tidak menyangka isi buntalan kain yang dia bawa berisikan dua kepala manusia.
“Orang itu, apa dia tahu kalau orang-orang ini aku yang menyuruhnya? Kalau dia tahu, kenapa dia tidak langsung menghampiriku, dan memberi hukuman padaku?...” Gubernur Kota Hebei dibuat bingung dengan pemikiran pria bertopeng yang senantiasa berada di sisi Putri Liu Yao.
Gubernur Kota Hebei menyuruh dua prajurit menguburkan dua kepala orang yang dia tugaskan menculik Putri Liu Yao, sedangkan dia sendiri kembali masuk kedalam kediamannya. Di dalam kediamannya, Gubernur Kota Hebei kembali memikirkan cara untuk membuat Putri Liu Yao menjadi miliknya.
“Kalau orang itu menceritakan pada Putri Mahkota kalau aku mengirim orang untuk menculiknya, mungkin besok Putri Mahkota akan berkunjung ke kediamanku untuk meminta penjelasan,” gumam Gubernur Kota Hebei.
Seketika Gubernur Kota Hebei terpikirkan sebuah rencana kalau benar Putri Liu Yao mengunjungi kediamannya, “Seekor kelinci masuk kedalam mulut harimau, tentu kelinci itu akan menjadi makanan harimau...” Gubernur Kota Hebei ingin memanfaatkan kekuatan orang-orangnya untuk menangkap Putri Liu Yao, dan memaksa sang Putri melayani seluruh keinginannya.
°°°
Suasana hening terjadi saat Qin Chen dan Putri Liu Yao sedang menikmati makan malam mereka. Keduanya sudah terbiasa menikmati makan malam dalam keadaan tenang. Jadi, keheningan justru membuat keduanya menikmati apa yang sedang mereka lakukan.
Begitu selesai makan malam, Putri Liu Yao menjadi orang pertama yang memecah keheningan, “Apa Gubernur Kota Hebei menyukai hadiah kecil yang Pangeran berikan untuknya? Aku rasa dia sangat menyukainya, dan sebaiknya kita besok datang mengunjunginya untuk memberi hadiah yang sesungguhnya,” kata Putri Liu Yao sembari menyunggingkan senyuman di bibirnya.
“Aku tidak tahu apa dia menyukai hadiah yang kuberikan padanya, tapi aku tahu kalau dia sudah mengira kalau besok kita akan datang mengunjunginya, dan sepertinya dia sudah menyiapkan sambutan meriah untuk menyambut kedatangan kita,” ungkap Qin Chen setelah menyesap habis teh yang sebelumnya dia tuang ke cangkir miliknya.
“Apa yang bisa dia lakukan disaat seluruh orang di kediamannya adalah orang-orang yang selama ini aku beri tugas mengawasi apa saja yang dia lakukan selama menjabat Gubernur Kota Hebei?” ungkap Putri Liu Yao.
“Mungkin saja dia memiliki kekuatan lain, yang selama ini lolos dari pengawasan Tuan Putri,” kata Qin Chen yang senantiasa memikirkan kemungkinan terburuk daripada memikirkan kemungkinan terbaik.
“Kemungkinan itu selalu ada, tapi sekuat apapun kekuatan yang dia sembunyikan, apa Pengeran berpikir kekuatan mereka dapat mengalahkan kekuatan yang kita miliki?” tanya Putri Liu Yao yang sedikit menganggap remeh kekuatan yang dimiliki Gubernur Kota Hebei.
__ADS_1
“Sebaiknya kita tidak meremehkan kekuatan musuh yang belum kita ketahui. Sebaliknya, kita lebih baik menganggap mereka kuat, supaya kita jauh lebih siap saat berhadapan dengan mereka. Menganggap remeh musuh hanya akan membuat kita pengah, dan saat lengah kita hanya akan terlihat seperti orang bodoh di mata musuh yang sebenarnya jauh lebih lemah dari kita,” kata Qin Chen menasehati Putri Liu Yao untuk tidak lagi menganggap remeh musuh, meski musuh memang pantas untuk diremehkan.
Setiap kata yang katakan Qin Chen merupakan hasil dari pengalaman yang dia dapat selama hidup di tengah-tengah peperangan. Saat di medan perang, siapa yang meremehkan kekuatan musuh, dia hanya akan menjadi kubu yang kalah dalam peperangan.
“Pangeran, terimakasih karena telah mengingatkan aku yang selama ini selalu memandang tinggi pada kekuatan yang aku miliki, dan senantiasa meremehkan mereka yang terlihat lemah,” ungkap Putri Liu Yao sama sekali tidak marah mendengar semua yang dikatakan Qin Chen padanya.
Qin Chen tersenyum mendengar itu, lalu dia berkata, “Sebaiknya malam ini juga kita bergerak menyingkirkan mereka yang dapat mengacaukan apa yang ingin kita lakukan pada Gubernur Kota Hebei...”
“Bagaimana kalau tugas menyingkirkan mereka kita percayakan pada pasukan elite kura-kura hitam? Bukannya tugas ini juga dapat digunakan untuk menguji seberapa jauh perkembangan kekuatan mereka?” kata Putri Liu Yao memberi saran pada Qin Chen.
Kekuatan pasukan elite kura-kura hitam tidak perlu diragukan, untuk saat ini kekuatan mereka telah melampaui kekuatan prajurit teratai emas yang dimiliki Putri Liu Yao. Akan tetapi, dengan kekuatan yang begitu besar pasukan elite kura-kura hitam belum pernah menyelesaikan tugas besar dari Qin Chen maupun dari Putri Liu Yao.
“Tidak ada salahnya mengirim mereka, apalagi mereka memang membutuhkan banyak pengalaman sebelum terjun ke medan perang yang sesungguhnya,” kata Qin Chen menyetujui saran Putri Liu Yao.
°°°
Zang Lei menyebar pasukan elite kura-kura hitam ke dua arah yang berbeda, dan mereka akan kembali berkumpul di gerbang belakang kediaman Gubernur Kota Hebei.
Mereka tidak diizinkan membunuh, melainkan menyeret orang-orang yang mereka cari, dan mbawa orang-orang itu ke hadapan Qin Chen. Apa yang akan terjadi pada orang-orang itu setelah dibawa ke hadapan Qin Chen, baik Zang Lei ataupun pasukan elite kura-kura hitam tak satupun dari mereka mengetahui apa yang akan terjadi pada orang-orang itu.
Terus mencari, Zang Lei dan orang-orang yang mengikutinya menemukan bangunan berlantai dua yang terletak jauh dibelakang kediaman yang ditempati Gubernur Kota Hebei. Bangunan itu cukup besar dan megah, tapi anehnya tidak ada prajurit yang menjaga tempat itu.
Saat mendekati bangunan itu, sayup-sayup Zang Lei dan orang-orang yang mengikutinya mendengar suara ramai orang dari dalam bangunan yang sepenuhnya tertutup. Meski hanya mendengar suara, Zang Lei dapat memperkirakan di dalam bangunan itu terdapat lebih dari seratus orang. Jumlah itu tidak sedikit, tapi juga tidak terlalu banyak.
Zang Lei menyuruh dua ratus orang yang mengikutinya menyebar ke berbagai arah, sedangkan dia sendirian mencoba mencuri dengar apa yang sedang dibicarakan oleh mereka yang berada di dalam bangunan.
Mendapatkan celah yang tepat untuk mendengarkan pembicaraan mereka, Zang Lei dengan jelas mendengarkan semua pembicaraan mereka yang berada di dalam ruangan.
“Tuan Gubernur sudah membayar mahal kita untuk membunuh pengawal pribadi Putri Mahkota, dan menyeret paksa Putri Mahkota ke kamarnya...”
__ADS_1
“Mengumpulkan banyak pendekar hanya untuk membunuh seorang pengawal, bukannya Tuan Gubernur sudah menganggap remeh kekuatan kita?...”
“Aku tidak peduli apa Tuan Gubernur sudah menganggap remeh kekuatan kita, yang jelas dia sudah membayar mahal untuk tugas yang begitu mudah. Begitu tugas ini selesai, aku bisa bersenang-senang dengan bayaran yang diberikannya padaku...”
Senyum tipis terlihat di bibir Zang Lei saat dia mendengar pembicaraan orang-orang di dalam bangunan yang sudah dikelilingi dua ratus prajurit elite kura-kura hitam.
“Mereka terlalu menganggap remeh kekuatan yang dimiliki saudara Chen. Kalau saja orang-orang itu tahu seperti apa orang yang akan mereka hadapi, mungkin tak satupun dari mereka yang ingin menerima tugas dari Gubernur Kota Hebei,” gumam Zang Lei.
Tak lagi mendengar pembicaraan penting dari orang-orang di dalam bangunan, Zang Lei langsung saja menerobos masuk ke dalam bangunan, menyusul setelahnya pasukan elite kura-kura hitam ikut menerobos masuk ke dalam bangunan.
Para pendekar yang terkejut dengan penyergapan tiba-tiba yang dilakukan Zang Lei, mereka sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk melawan. Apalagi dengan kekuatan pasukan elite kura-kura hitam yang jauh melampaui kekuatan mereka, para prajurit yang disewa Gubernur Kota Hebei dapat dilumpuhkan hanya dalam kurun waktu kurang dari lima menit.
“Aku tidak menyangka kalau mereka sangat lemah,” kata Zang Lei melihat ratusan pendekar tak berdaya di hadapan pasukan elite kura-kura hitam.
“Ikat mereka semua, dan secepatnya kita bawa mereka ke hadapan pemimpin,” perintah Zang Lei pada pasukan elite kura-kura hitam.
Dengan sangat mudah Zang Lei dan pasukan elite kura-kura hitam membawa pendekar yang di sewa Gubernur Kota Hebei ke hadapan Qin Chen yang menunggu kedatangan mereka di rumah kosong, di pinggiran Kota Hebei.
“Saudara Lei, hitung jumlah mereka, dan tugaskan pasukan yang kamu pimpin untuk menyamar sebagai mereka! Jangan lupa, gunakan pakaian yang menyerupai pakaian mereka!” kata Qin Chen pada Zang Lei.
Setelah menghitung jumlah pendekar yang disewa Gubernur Kota Hebei, Zang Lei memerintahkan pasukannya menyamar sebagai pendekar sewaan, dan mereka langsung pergi ke bangunan yang terletak di bagian belakang kawasan kediaman Gubernur Kota Hebei.
“Saudara Chen, apa yang akan kamu lakukan pada mereka?” tanya Zang Lei pada Qin Chen saat hanya tersisa mereka berdua diantara pendekar yang belum sadar dari pingsan.
“Apalagi yang harus dilakukan selain membiarkan mereka terpenjara di tempat ini, dan kita baru akan melepas mereka begitu permasalahan dengan Gubernur Kota Hebei terselesaikan...”
°°°
Bersambung...
__ADS_1