
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Benteng pertahanan Kota Hebei.
Qin Chen dan Putri Liu Yao mengawasi prajurit yang sedang mempersiapkan meriam untuk memperkuat pertahanan Kota Hebei. Setidaknya ada belasan meriam yang sudah berada ditempatnya, dan masih ada beberapa yang masih dalam proses peletakan di atas benteng.
Qin Chen memastikan seluruh meriam dalam keadaan baik dan siap dipergunakan kapanpun musuh datang menyerang. Sedangkan Putri Liu Yao, dia terus saja memperhatikan apa yang dilakukan Qin Chen, sembari terus berjalan di belakangnya.
Berada di titik tertinggi benteng yang berada tepat di atas gerbang Kota, tiba-tiba saja Qin Chen berhenti berjalan.
“Putri, apa di sekitar kota ini ada tempat yang bisa digunakan sebagai tempat perlindungan penduduk kota seandainya perang memaksa kita bertahan di dalam kota?” tanya Qin Chen pada Putri Liu Yao.
“Di sekitar kota ini hanya ada gunung dan hutan, sama sekali tidak ada tempat yang bisa digunakan sebagai tempat perlindungan selain tetap berada di dalam kota,” jawab Putri Liu Yao.
“Kalau memang seperti itu, kita tidak bisa membiarkan musuh sampai ke kota!...” ujar Qin Chen.
Putri Liu Yao menganggukkan kepala sebagai tanda kalau dia mengerti, lalu dia berkata, “Selama aku masih bernafas dan masih dapat bergerak, tak akan aku biarkan musuh memasuki kota! Sekalipun harus berkorban nyawa, aku pastikan mereka semua mati sebelum melihat benteng pertahanan kota ini...”
Mendengar itu Qin Chen menggelengkan kepalanya, “Selama ada aku, tak akan ada satu orang pun yang dapat menyakitimu. Tangan ini akan membunuh mereka yang mencoba menyakitimu!...” Qin Chen menatap tangannya sendiri.
“Aku percaya kamu dapat melakukan itu semua untukku, tapi ingat kamu juga harus melakukan itu pada mereka yang pantas mendapat perlindungan darimu!” ujar Putri Liu Yao yang langsung saja memeluk lengan Qin Chen, meski ada ratusan prajurit yang diam-diam tersenyum, saat memperhatikan mereka yang sedang dimabuk cinta.
Senyum terlihat di bibir Qin Chen saat Putri Liu Yao memeluk lengannya.
“Sekarang sebaiknya kita melihat persiapan pasukan yang akan menemani kita menyambut kedatangan rombongan Pangeran Qing Moran!” kata Qin Chen pada Putri Liu Yao.
Putri Liu Yao mengangguk, lalu dia dan Qin Chen begitu saja pergi meninggalkan benteng pertahanan Kota Hebei, begitu seluruh persiapan di atas benteng telah terselesaikan.
°°°
Istana Kerajaan Shu.
Pangeran Qing Moran mengadakan pertemuan dengan Kasim Kerajaan, tak lama setelah dia dan rombongannya sampai di istana Kerajaan Shu.
__ADS_1
Pangeran Qing Moran sudah tahu apa yang terjadi di Kerajaan Shu, dan dia cukup terkejut saat tahu Raja Liu Feng dengan mudah dilengserkan oleh orang yang selama ini menjabat sebagai Kasim Kerajaan. Akan tetapi, setelah melihat sediri kecakapan seorang Kasim Kerajaan memimpin Kerajaan Shu, Pangeran Qing Moran tidak lagi terkejut dengan apa yang menimpa Raja Liu Feng.
“Aku tahu maksud kedatangan Pangeran mendatangi istana Kerajaan, tapi aku harus mengatakan pada Pangeran, kalau orang yang Pangeran cari tidak berada di tempat ini,” kata Kasim Kerajaan jujur.
Mendengar itu, Pangeran Qing Moran tidak tahu lagi harus mencari kemana keberadaan Putri Liu Yao. Akan tetapi, apa yang selanjutnya dikatakan Kasim Kerajaan, seketika membuat senyum Pangeran Qing Moran mengembang di wajahnya.
“Orang yang Pangeran cari memang tidak berada di tempat ini, tapi aku tahu dimana orang itu berada. Saat ini, Putri Liu Yao berada di Kota Hebei bersama sepuruh kekuatan yang dia miliki, dan dia tidak mengizinkan siapapun mendekati kota itu,” kata Kasim Kerajaan.
“Namun Pangeran tenang saja, aku dan seluruh kekuatan yang aku miliki akan mencoba membukakan jalan supaya Pangeran dapat memasuki Kota Hebei. Akan tetapi, aku sendiri tidak yakin apa kekuatan yang aku miliki dapat membukakan jalan supaya Pangeran dapat memasuki kota itu!” ungkap Kasim Kerajaan.
Pangeran Qing Moran menganggukkan kepalanya mendengar semua yang dikatakan Kasim Kerajaan.
“Kamu tenang saja, aku datang ke tempat ini bukannya tanpa persiapan. Aku datang ke tempat ini dengan membawa lebih dari lima belas ribu prajurit dan tiga orang Jenderal. Selain mereka, ada juga pamanku yang ikut serta dalam rombonganku. Kamu pastinya tahu siapa itu Pendekar Tombak Naga, dan dia lah pamanku,” ujar Pangeran Qing Moran.
Kasim Kerajaan tidak terkejut mendengar itu karena dia sudah tahu hubungan diantara Pangeran Qing Moran dan Pendekar Tombak Naga.
“Aku tentu tahu siapa Pendekar Tombak Naga. Sosok Pendekar Raja terkuat, diantara tiga Pendekar Raja yang ada di dunia persilatan. Dengan keberadaan sosok yang begitu luar biasa, jangankan membuka jalan, kita dengan mudah pasti dapat memasuki Kota Hebei, dan bertemu langsung dengan Putri Liu Yao,” kata Kasim Kerajaan.
Kembali Pangeran Qing Moran menganggukkan kepalanya, “Segera persiapkan pasukanmu! Secepatnya kita akan pergi ke Kota Hebei karena aku sudah tidak sabar membawa pulang wanitaku...”
°°°
Istana Kerajaan Ming...
Raja Ming Kang melihat persiapan pasukan Kerajaan Ming yang dia persiapkan untuk kembali menyerang Kerajaan Shu, dan Kota Zhuhai adalah target utamanya.
Selain ingin mengambil alih Kota Zhuhai dari kekuasaan Kerajaan Shu, Raja Ming Kang juga ingin membalaskan kekalahan besar yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Tunggu saja, aku pasti memusnahkan mereka semua, dan menguasai Kota Zhuhai!” gumam Raja Ming Kang.
Selain mengandalkan kekuatan penuh Kerajaan Ming, Raja Ming Kang juga mendapat bantuan dari Kerajaan Gui. Akan tetapi, kali ini Raja Gui Mo yang biasa dikenal sebagai Pendekar Tangan Iblis, dia tidak bisa turun langsung ke medan perang karena sedang melakukan pelatihan tertutup, untuk membuka titik pusat tenaga dalam ke tiga belas di dalam tubuhnya.
Meski Raja Gui Mo tidak turun langsung ke medan perang menemani Raja Ming Kang, akan ada lima Jenderal Kerajaam Gui dan dua ratus ribu prajurit Kerajaan Gui yang akan turun ke medan perang bersama pasukan Kerajaan Ming.
“Dengan semua kekuatan yang aku miliki, selain Kota Zhuhai, mungkin aku juga bisa menguasai Kota Hebei dan kota lainnya...” Raja Ming Kang tersenyum lebar membayangkan wilayah Kerajaannya yang akan bertambah luas.
__ADS_1
Dari arah depan Raja Ming Kang, Pangeran Ming Lang yang baru diangkat menjadi Putra Mahkota Kerajaan Ming, dia berjalan mendekati Raja Ming Kang, lalu dia berkata begitu sudah berdiri di hadapan sang Raja, “Ayahanda, pasukan persenjataan berat telah selesai melakukan persiapan, dan kali ini kami membawa persenjataan lebih lengkap dari sebelumnya...”
“Hahahaha... bagus, bagus, dengan adanya persenjataan berat yang lebih lengkap dari sebelumnya, kita pasti dapat musnahkan mereka yang sebelumnya membunuh lebih dari seratus ribu rajurit kita,” ujar Raja Ming Kang penuh dendam.
Putra Mahkota Ming Lang menganggukkan kepalanya, “Ayahanda, aku punya satu permintaan, dan aku berharap Ayahanda mau mengabulkannya!” kata Putra Mahkota Ming Lang tiba-tiba.
“Katakan, apa permintaanmu?” ujar Raja Ming Kang.
“Ayahanda, aku sangat menginginkan Putri Liu Yao, Putri Mahkota Kerajaan Shu, yang sebelumnya memimpin pertahanan di Kota Zhuhai. Aku mohon, Ayahanda membantuku menangkap wanita itu!...”
“Putraku, kalau soal wanita, Ayah pasti membantumu. Akan tetapi, kalau Ayah tertarik pada wanita itu, kamu jangan melarang Ayah untuk ikut mencicipi kenikmatan tubuh wanita itu!” kata Raja Ming Kang yang menyukai wanita cantik bertubuh indah, dan tentu dia akan sangat menyukai keindahan dan kecantikan Putri Liu Yao.
“Aku tidak akan keberatan berbagi dengan Ayahanda...” Meski di mulut mengatakan seperti itu, kenyataannya Putra Mahkota Ming Lang tidak ingin berbagi dengan Raja Ming Kang, apa lagi jika itu berhubungan dengan Putri Liu Yao.
‘Hanya kematian yang kamu dapatkan kalau berani menyentuh wanita milikku!’ katanya dalam hati.
°°°
Istana Kota Hebei.
Putri Liu Yao baru saja mendapatkan laporan dari orang-orang yang di sebar di istana Kerajaan Shu dan Kerajaan Ming. Melalui surat yang dikirim menggunakan burung merpati, Putri Liu Yao dapat mengetahui apa saja yang terjadi di istana Kerajaan Shu dan istana Kerajaan Ming.
“Mereka sama-sama sedang menyiapkan kekuatan untuk menyerang Kota Hebei dan Kota Zhuhai. Kasim Kerajaan dan Pangeran Qing Moran datang menyerang Kota Hebei, sementara Kerajaan Ming yang dibantu Kerajaan Gui datang menyerang Kota Zhuhai,” kata Putri Liu Yao pada Qin Chen yang duduk di hadapannya.
“Akan tetapi kita sedikit beruntung karena Pendekar Tangan Iblis tidak akan turun ke medan perang karena saat ini dia sedang melakukan pelatihan tertutup,” lanjutnya.
“Tidak adanya Pendekar Tangan Iblis, musuh utama yang harus kita waspadai berada di sisi Pangeran Qing Moran, tapi kita tidak bisa mengabaikan kekuatan musuh di sisi lain yang aku yakini kali ini mereka menyerang dengan kekuatan penuh,” ungkap Qin Chen.
“Mereka memang datang menyerang dengan kekuatan penuh, tapi kali ini mereka akan menyerang tempat yang dijaga oleh mereka yang sudah berpengalaman dalam peperangan besar. Apalagi di tempat itu ada Jin Fan dan Jin Yan, yang masing-masing dari mereka kekuatannya hampir setara dengan Pendekar Raja,” ujar Putri Liu Yao.
“Sepertinya jumlah mereka juga akan berkurang cukup banyak saat terkena jebakan yang telah dipersiapkan oleh pasukan Naga Hitam,” kata Qin Chen.
Putri Liu Yao mengangguk setuju, lalu berkata, “Entah kenapa aku merasa mereka datang hanya untuk menyerahkan nyawa pada kita...”
°°°
__ADS_1
Bersambung...