MAAFKAN AKU, ISTRIKU

MAAFKAN AKU, ISTRIKU
Bab 103 CINTA YANG TERLAMBAT DATANG


__ADS_3

Bima mengusap air mata yang mengalir di wajah tampannya. Sudah seminggu semenjak Aldrian mengirimkan video rekaman itu Bima tidak bisa berhenti memikirkan Renata.


Laki-laki berambut sedikit ikal itu tidak bisa tidur. Setiap kali ia memejamkan matanya, bayangan saat Renata menangis menari di kepalanya.


"Aku merindukanmu, Ren, sungguh!" ucap Bima lirih.


Kedua tangan Bima meremas rambutnya. Pria itu bangkit dari tempat tidur. Meraih ponselnya di atas nakas, memencet nomor Aldrian.


"Halo."


"Al ...."


"Ada apa lagi, Bim?" Suara Aldrian terdengar kesal di ujung telepon. Dia kesal karena dari sedari kemarin Bima selalu mengganggunya. Hari ini bahkan sudah lebih lima kali Bima meneleponnya.


"Al, aku mohon, pertemukan aku dengan Renata. Aku benar-benar ingin bertemu dengan dia."


"Bima ...." Suara Aldrian terhenti saat merasakan sensasi nikmat saat tangan perempuan di sampingnya itu kini sedang bermain di bagian bawahnya.


"Sudah aku bilang, jangan menemuinya dulu, Devan tidak akan mengijinkanmu menemuinya."


"Tapi, Al-"

__ADS_1


"Sebaiknya kau jangan mengganggunya dulu, Renata belum ingin bertemu denganmu."


"Aku sangat merindukannya, Al. Aku-"


"Aku akan bicara lagi denganmu nanti, Bim ...." Suara ******* Aldrian lolos membuat pria itu langsung menutup panggilan teleponnya. Sementara Bima mengumpat saat menyadari kalau Aldrian mungkin saja saat ini sedang melakukan sesuatu bersama Vanya.


"Sialan! Bisa-bisanya kau mengangkat panggilan teleponku di saat kau sedang bercinta." Bima melempar ponselnya di atas ranjang dengan kesal.


Bima duduk di tepi ranjang, raut wajahnya kembali terlihat sendu.


*Kenapa perasaan ini justru hadir saat kau sudah tidak berada di sampingku, Ren? Saat kau bersamaku, aku seolah buta dan tidak merasakan apa pun.


Kini, saat kau sudah pergi, kenapa perasaan ini justru muncul?


Bima mengusap wajahnya kasar. Merutuki kebodohannya yang dengan tanpa perasaan menyakiti hati perempuan sebaik Renata.


Beberapa hari ini, ia baru menyadari kalau perasaan yang ia rasakan terhadap Renata adalah cinta. Ia baru sadar kalau rasa kesal saat melihat Renata bersama Aldrian itu adalah perasaan kesal karena cemburu.


Bima cemburu saat melihat Renata begitu dekat dengan Aldrian.


Ah! Kenapa aku baru menyadarinya sekarang?

__ADS_1


Bima memejamkan matanya saat rasa sesak mulai menyerangnya. Kenapa rasa cinta ini harus terlambat datang?


Bima membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Pria itu meringkuk memeluk tubuh sendiri. Sementara bahunya bergetar. Pria itu kembali menangis. Apalagi saat bayangan wajah Renata di dalam video itu kembali terlintas.


Kau pasti sangat menderita dan sangat sedih karena belum bisa berjalan lagi seperti semula.


*Maafkan aku, Ren, aku sangat menyesal karena aku sudah menyebabkan kamu kecelakaan hingga kamu harus kehilangan semuanya.


Aku mencintaimu* ....


Bima memejamkan matanya, merasakan kesakitan yang mungkin saja saat itu juga dirasakan oleh Renata tanpa ia sadari.


*Seandainya ucapan Aldrian tentang dirimu yang mencintaik*u secara diam-diam adalah benar, berarti, saat itu kau juga merasakan yang sama seperti yang aku rasakan kesakitan *saat ini?


Maafkan aku karena aku terlambat mengetahuinya, seperti diriku yang saat ini terlambat menyadari perasaanku cintaku padamu*.


Malam ini Bima kembali terjaga seperti malam-malam sebelumnya. Kepergian Renata benar-benar telah mengubah semuanya.


Pria arogan, pemarah, egois, dan kepala batu itu kini berubah menjadi pria cengeng yang sering sekali menangis saat teringat dengan Renata, perempuan cantik yang diam-diam telah merebut hatinya.


"Kenapa cinta ini harus terlambat datang? Kenapa di saat kau sudah pergi dariku, aku justru baru menyadari kalau aku sangat mencintaimu, Ren?"

__ADS_1


"Kenapa rasa cinta ini harus datang terlambat?


__ADS_2