MAAFKAN AKU, ISTRIKU

MAAFKAN AKU, ISTRIKU
Bab 119 MELEPASKAN


__ADS_3

Bima keluar dari Bandara dengan hati hancur. Laki-laki itu masuk ke dalam mobilnya. Menyandarkan kepala sambil memejamkan kedua mata.


Air mata mengalir pada wajah tampannya yang terlihat penuh kesedihan.


Seandainya melepaskanmu memang membuatmu bahagia, aku akan melepaskanmu dengan ikhlas.


Andai saja cinta ini tidak datang terlambat ....


Bima menangis. Bahunya berguncang seiring isak tangis yang terdengar dari bibirnya. Sakit ... rasanya sangat sakit, sampai untuk bernapas pun rasanya sangat sakit.


Renata ....


Renata ....


Tangan Bima terkepal memukul setir, kemudian menyembunyikan wajah tampannya yang bersimbah air mata di atas kemudi.


Renata ....


Pria itu kembali menangis meratapi nasibnya.


Penyesalan memang selalu datang terlambat. Seandainya saja dulu ia tidak menyakiti hati Renata, pasti saat ini ia sudah bahagia bersama perempuan itu.


Suara pesawat lepas landas terdengar di telinga Bima. Pria itu mendongak, membuka kaca mobil, menatap pesawat terbang yang kini melintas di atasnya.

__ADS_1


Selamat tinggal, Renata ... selamat tinggal, semoga kamu bahagia dan menemukan kebahagiaanmu di sana.


Bima memejamkan matanya, mengusir rasa sesak yang menghimpit dadanya. Beberapa menit kemudian, pria itu melajukan mobilnya keluar dari area bandara.


***


Selamat tinggal ... semoga kamu bahagia setelah aku pergi.


Renata mengusap buliran air bening yang kini mengalir di pipinya. Saat ini, dirinya sudah berada dalam pesawat yang akan membawanya pergi. Pergi jauh dari kehidupan Bima.


Renata akan memulai hidup baru bersama Devan dan Iren di sana. Perempuan itu akan menyembuhkan luka. Luka hati dan batinnya, juga luka di kakinya. Dia ingin sembuh, agar ia bisa kembali normal dan bisa berjalan lagi seperti dulu.


Masih banyak mimpi yang belum ia raih. Renata tidak akan menyerah. Apa yang telah terjadi antara dirinya dan Bima adalah sebuah pengalaman berharga yang akan ia jadikan sebagai pelajaran dalam hidupnya yang akan datang.


Perasaannya pada Bima adalah perasaan cinta yang bertahun-tahun tersimpan di hatinya. Perasaan yang selalu membuatnya bahagia sekaligus terluka secara bersamaan karena ia tidak bisa memiliki laki-laki itu seperti keinginannya.


Bahkan, saat dirinya sudah bisa memiliki pria itu menjadi suaminya, tetap saja dirinya tidak bisa memiliki hati Rega yang sudah terpaut dengan wanita yang menjadi pilihannya.


Namun, kenapa di saat dirinya ingin mengakhiri segala kesakitan di hatinya, tiba-tiba pria itu berubah menawarkan cinta padanya?


Di saat dirinya ingin mencoba pergi untuk menyembuhkan luka, kenapa dia tiba-tiba datang mengakui semua perasaan cintanya?


Tidakkah dia sadar kalau kesalahannya begitu besar? Kesakitan yang dia sematkan dalam hati ini begitu dalam?

__ADS_1


Ibu dan calon anakku adalah korban dari keegoisannya, salahkah aku jika kali ini aku benar-benar tidak ingin kembali padanya karena lukaku terlalu dalam? Rasa sakit ini bahkan melebihi besarnya cinta yang


aku punya untukmu, Bima.


Mungkin benar, kata maaf itu terucap dari bibirku. Namun, bukankah memaafkan itu tidak berarti kembali untuk bersama?


Aku memaafkanmu, tetapi tidak untuk kembali bersamamu. Biarlah semua kenangan pahit ini tersimpan di hatiku. Aku tidak akan menjadi bodoh dan kembali padamu hanya karena kau meminta maaf padaku.


Meskipun kau berkali-kali meminta maaf dan bersujud di kakiku, aku tetap tidak akan kembali padamu.


Bagaimana mungkin aku kembali pada orang yang setiap kali aku melihatnya membuat hatiku sakit?


Hidup itu cuma sekali. Hidup itu pilihan. Kita hanya perlu memilih. Melepaskan rasa sakit dan menjemput kebahagiaan yang akan datang menghampiri, atau ... terus tengelam dalam luka yang akan membunuhmu secara perlahan.


Seperti dirimu yang akhirnya memilih meninggalkan Shinta karena wanita itu telah menggoreskan luka di hatimu dan kini, kau berpaling darinya dan mengatakan kalau kau sangat menyesal dan baru menyadari kalau kau sangat mencintaiku. Kau seolah baru tersadar kalau aku adalah perempuan baik yang selama ini kau sia-siakan.


Menurutmu, setelah luka dalam yang telah Kau goreskan padaku, apa pantas aku menerimamu kembali untuk memiliki hatiku?


Jawabannya adalah tidak!


Seandainya kamu tidak mengetahui kalau Shinta telah mengkhianatimu, apa mungkin kau akan tetap bersikeras mengatakan kalau kau mencintaiku?


Akhirnya ... aku datang lagi bawa Bonchap. Maaf ya, baru sempat update 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2