MAAFKAN AKU, ISTRIKU

MAAFKAN AKU, ISTRIKU
Bab 46 DASAR BODOH!


__ADS_3

Bima pulang dari rumah Renata dengan perasaan kesal. Perempuan itu benar-benar sangat keras kepala, tidak mau mendengarkannya sama sekali.


Renata terus saja mengusirnya dan menyuruhnya pulang. Padahal Bima masih ingin tinggal lebih lama lagi di samping Renata. Entah mengapa, sejak permainan panasnya bersama Renata semalam, membuat Bima ingin kembali mengulanginya.


Kenapa Renata yang sekarang begitu keras kepala dan susah sekali ditaklukkan?


Dalam perjalanan pulang, Bima terus saja memikirkan Renata. Ingatannya kembali pada saat dia belum menikahi perempuan itu.


Renata gadis yang sangat cantik untuk ukuran seorang pembantu rumah tangga. Dia begitu sopan, ceria, membuat siapapun yang melihatnya pasti ikut tersenyum saat melihatnya.


Namun, setelah menikah dengannya, gadis itu berubah menjadi orang yang sangat keras kepala dan pembangkang.


Seandainya dia masih jadi Renata yang penurut, semuanya pasti akan mudah bagiku.


Bima melajukan mobilnya sampai ke rumah besarnya. Baru saja sampai di rumah, ponselnya berdering. Terlihat nama Aldrian pada layar ponselnya.


Ternyata, meskipun Bima mengatakan kalau dia membenci Aldrian, pria itu tetap menyimpan nomor ponselnya.


"Halo."


"Bagaimana keadaan Renata? Apa dia baik-baik saja?"


"Kenapa? Kenapa kau begitu mengkhawatirkannya?" Mendengar Aldrian menanyakan tentang Renata, taring harimau Bima langsung keluar.

__ADS_1


Entah mengapa, dia tidak suka Aldrian atau pria manapun menanyakan tentang Renata.


"Jangan seperti orang bodoh, Bima. Aku hanya menanyakan keadaan Renata bukan untuk merayunya!" Suara Aldrian terdengar kesal.


"Renata baik-baik saja. Apa kau puas?" Bima tidak kalah kesal.


"Kau tidak memanfaatkan keadaan Renata semalam kan, Bim?"


Bima terdiam mendengar ucapan Aldrian.


"Kau tidak mencintainya bukan? Aku yakin kau tidak memanfaatkan keadaan Renata yang setengah sadar semalam," lanjut Aldrian.


"Memangnya kenapa? Renata adalah istriku, aku berhak melakukan apapun pada Renata termasuk memanfaatkan keadaan dia yang semalam!"


"Jadi kau benar-benar memanfaatkan Renata semalam?"


"Dasar bodoh! Setelah ini Renata pasti akan sangat membencimu, Bima!"


"Renata adalah istriku. Kalau pun dia tidak dalam keadaan seperti semalam, aku tetap akan melakukan itu padanya!" Suara Bima tak kalah lantang.


"Kau pria terbodoh yang aku kenal, Bima! Kau sudah menyakiti hati Renata dengan menikah lagi dengan Shinta, kau tidak pernah memperlakukan gadis itu dengan baik, dan sekarang kau menghancurkan dia di saat dia tidak sadar?"


"Dasar bodoh! Setelah ini, aku yakin Renata pasti akan sangat membencimu!" Bima terdiam mendengar ucapan Aldrian, sampai tidak menyadari kalau Aldrian sudah mematikan panggilan teleponnya.

__ADS_1


Sementara di tempat lain, Renata sudah menghubungi pengacara keluarga Bima untuk segera mengurus perceraiannya.


Meskipun sedikit keberatan, tetapi saat mendengar cerita Renata tentang pernikahan dengan Aldrian, Pak Dika mau tidak mau akhirnya menuruti keinginan Renata.


Pak Dika mengingat pesan dari Nyonya Erika sebelum wafat. Perempuan itu mengatakan jika seandainya Renata sudah tidak kuat menjalani pernikahan itu karena kesalahan Bima, Renata boleh menggugat cerai Bima.


Namun, karena letak kesalahan ada pada Bima, Renata berhak memiliki separuh dari usaha yang di miliki Nyonya Erika yang saat ini dipegang oleh Bima.


Perempuan paruh baya itu tidak rela kalau harta yang dia miliki jatuh ke tangan Shinta, pacar Bima saat itu. Nyonya Erika sudah tahu dari awal siapa sebenarnya Shinta.


Namun, dia tidak bisa mencegah Bima untuk tetap bersama perempuan itu, karena hal itulah akhirnya Nyonya Erika menyuruh Bima menikah dengan Renata.


"Besok, saya akan menemui Nona Renata bersama seseorang yang akan membantu Nona mengurus perceraian itu."


"Terima kasih, Pak Dika."


"Apa Nona sedang sakit?"


"Saya tidak apa-apa, hanya sedikit tidak enak badan," jawab Renata di ujung telepon. Suaranya memang terdengar serak karena terlalu banyak menangis.


"Apa Tuan Bima menyakiti Nona? Kalau itu benar, Nona Renata bisa menceritakan semuanya pada saya."


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2