MAAFKAN AKU, ISTRIKU

MAAFKAN AKU, ISTRIKU
Bab 70 TERKUAK


__ADS_3

"Tidaaakkk ...!" Renata menangis sambil memegangi perutnya. Ia sungguh tidak pernah menduga kalau dia akan kehilangan calon bayinya. Baru tadi siang ia merasakan kebahagiaan saat mendengar kehamilannya.


Meskipun awalnya ia sangat kaget mendengar kabar kehamilannya, tetapi Renata sudah bertekad ingin membesarkan anaknya sendirian setelah bercerai dengan Bima.


Namun, ia sungguh tidak menduga kalau kecelakaan ini akan terjadi dan akhirnya merenggut nyawa calon buah hatinya.


Renata masih menangis di pelukan sang dokter tampan. Sementara Aldrian yang kini sudah berada di samping Renata juga mengusap lembut bagian tubuh Renata yang tidak terluka.


Kedua pria itu sama-sama menitikkan air mata melihat Renata. Perempuan yang sama-sama mempunyai tempat di hati mereka berdua.


"Kenapa semua ini harus terjadi padaku? Kenapa? Kenapa aku harus kehilangan dia yang bahkan belum bisa aku lihat?" Renata masih terus menangis.


Suara tangisannya terdengar begitu menyayat hati, hingga siapapun yang mendengarnya pasti akan ikut menangis. Termasuk kedua pria di depan Renata.


Devan dan Aldrian ikut menangis mendengar suara isak tangis Renata yang begitu menyedihkan.


"Sabar, Renata. Semuanya sudah takdir. Kita tidak bisa melawan takdir yang sudah digariskan oleh Tuhan untuk kita," ucap Devan.


"Aku yakin, kamu bisa melewati semuanya." Aldrian ikut menimpali.


Mendengar ucapan kedua pria itu, Renata justru semakin menangis. Hatinya sangat sakit. Sakit bagai ribuan panah yang menghujam jantungnya.


Semuanya karena dia. Seandainya dia tidak egois dan mau mendengarkan ibu, kecelakaan ini pasti tidak akan pernah terjadi.


***

__ADS_1


"Jadi, ternyata kau bukan hanya sopir pribadi Shinta, tapi kau juga selingkuhannya dia?" Seorang perempuan paruh baya yang terlihat masih cantik berteriak di depan Panji.


Perempuan bernama Wilda, sang ibu mertua Bima alias ibu dari Shinta itu sangat marah saat melihat video yang dikirimkan oleh Bima.


Video yang memperlihatkan putrinya sedang bermesraan dengan pria di depannya itu. Pria yang beberapa bulan ini menjadi sopir pribadi Shinta.


Wilda sungguh tidak mengerti kenapa Shinta berselingkuh dengan Panji di Belakang Bima. Memangnya apa kelebihan pria itu dibandingkan dengan Bima?


Setelah Panji dipecat dari kafe Kenzo, Shinta meminta pacar berondongnya itu menjadi sopir pribadinya.


"Kalian berdua benar-benar sangat keterlaluan!"


Panji terdiam mendengar teriakan perempuan tua itu. Sementara beberapa orang terlihat memperhatikan mereka berdua.


Bagaimana bisa dia memilih pria bodoh dan miskin seperti pria di depannya itu untuk menjadi calon ayah dari bayinya?


Apa Shinta sudah gila? Membuang batu permata hanya demi pria miskin seperti dia?


"Kami saling mencintai, Tante."


"Apa? Saling mencintai kau bilang? Kalau Shinta mencintaimu dia tidak mungkin menikah dengan Bima!"


Mendengar nama Bima disebut, membuat Panji mengepalkan tangannya.


"Kau sangat tahu seperti apa gaya hidup Shinta selama ini bukan? Apa kau pikir kau bisa memenuhi semua keinginan Shinta?" Lagi, kata-kata pedas keluar dari mulut Wilda.

__ADS_1


"Aku mencintai Shinta dan Shinta juga mencintaiku. Kami juga sudah lama berhubungan, bahkan jauh sebelum Shinta menikah dengan Bima." Panji menatap ibu dari perempuan yang dicintainya itu.


"Shinta memutuskan menikah dengan Bima saat tahu dirinya sedang hamil anakku. Shinta butuh status, tapi dia tidak ingin menikah denganku dengan alasan aku belum bisa membahagiakan dia secara finansial."


"Kenapa kau begitu yakin kalau anak yang dikandung Shinta adalah anakmu?"


"Shinta sendiri yang mengatakan padaku. Dia selalu berhati-hati saat bersama Bima, tetapi tidak saat sedang bersamaku. Kami selalu melakukannya tanpa pengaman," jelas Panji tanpa malu, hingga membuat perempuan di depannya itu semakin meradang.


"Dasar Shinta bodoh!" Wilda terus mengumpat ke arah Panji.


Sementara, tanpa mereka sadari, Bima sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


Kedua tangannya terkepal erat, kemudian tanpa basa-basi pria itu menyeret Panji dan langsung memukulinya.


"Dasar brengsek! Berani-beraninya kalian menipuku!"


"Bajingan!"


.


Bersambung ....


Sambil nunggu update terbaru, seperti biasanya, otor bawa cerita keren untuk kalian. Kepoin yuk!


__ADS_1


__ADS_2