
Cinta memang rahasia. Tidak tahu kapan dia datang dan memilih berlabuh di dalam hati siapa. Dulu, Bima sangat yakin kalau Shinta adalah pelabuhan terakhirnya karena ia sangat mencintai perempuan itu.
Namun, seiring berjalannya waktu, cinta itu berubah. Apalagi, saat Bima mengetahui kalau Shinta ternyata mengkhianatinya.
Bima tidak menyadari kalau perempuan yang selama ini ia benci setelah dinikahinya akibat keinginan sang ibu ternyata diam-diam menyelinap ke hatinya. Bima tidak menyadari kalau dirinya sudah jatuh cinta pada perempuan itu.
Kebodohannya karena tidak menyadari perasaannya, membuat Bima terus membuat kesalahan yang menyakiti hati Renata. Sehingga pada suatu waktu, dia membuat kesalahan fatal yang membuat perempuan itu tidak bisa memaafkannya.
Bukan hanya Renata saja yang tidak bisa memaafkannya. Namun, tanpa orang lain ketahui, sampai saat ini pun dia belum bisa memaafkan dirinya sendiri.
Kecelakaan yang menyebabkan ibu mertuanya meninggal dan juga calon buah hatinya, meninggalkan penyesalan yang paling dalam di hatinya.
Semenjak kecelakaan itu, Bima terus berjuang agar Renata mau memaafkannya. Akan tetapi, sikap keras kepala dan egoisnya justru semakin membuat perempuan itu terluka. Rasa sakit yang Renata rasakan membuat perempuan itu begitu membencinya.
Namun, Bima terus berusaha, bersikeras agar Renata mau memaafkannya. Saat Renata pulang dari rumah sakit, Renata mengizinkan dirinya merawat Renata, tetapi dengan satu syarat. Tidak memaksa Renata untuk mengikuti semua keinginannya.
Akan tetapi, lagi-lagi Keegoisannya membuat kesempatan yang telah diberikan oleh Renata berakhir begitu saja. Saat itu, Bima memaksa Renata ikut bersamanya, laki-laki itu bahkan mengunci kedua adiknya agar dia bisa membawa Renata ikut bersamanya.
Bima tidak menyadari, kalau apa yang sudah dilakukan olehnya justru membuat Renata semakin membencinya. Perempuan itu bukan hanya marah karena Bima ingin membawanya keluar dengan paksa, tetapi, akibat dari ulah Bima, kondisi Renata yang awalnya sudah sedikit membaik, bertambah parah karena Renata terus memberontak dan meronta tetapi Bima tetap keras kepala tanpa memedulikan Renata yang saat itu merasa kesakitan.
Dengan bantuan Aldrian dan Devan, Renata akhirnya pergi meninggalkannya. Perempuan itu bahkan tidak memedulikan dirinya yang saat itu mengejar mobil yang ditumpanginya, hingga akhirnya dia terjatuh dan menangis di bawah guyuran hujan.
Perpisahannya dengan Renata membuat Bima sadar betapa berartinya perempuan itu untuknya. Bima terlambat menyadari kalau dia sudah jatuh cinta pada Renata.
__ADS_1
Demi cintanya, dia rela menahan diri untuk tidak menemui Renata karena ia tahu kalau Renata begitu membencinya. Bima berjuang melawan perasaannya sendiri agar dia tidak menemui Renata karena takut perempuan itu kembali down saat melihatnya.
Bima ingin Renata sembuh, karena itu ia mengikuti semua saran dari Aldrian dan Devan untuk tidak menemui Renata. Hampir selama setahun, Bima menahan diri dan hanya melihat Renata dari jauh. Memperhatikan perempuan itu saat sedang melakukan terapi di halaman villa.
Bima mengintip dari balik pagar villa demi melihat wanita yang sangat dicintainya itu.
Sebagian orang pasti akan berjuang dengan cara masing-masing untuk mendapatkan maaf dari pasangannya setelah mereka melakukan kesalahan. Mereka akan berjuang dengan cara mendekati wanitanya, memberinya perhatian sampai akhirnya pasangan kita luluh dan mau memaafkan kita.
Akan tetapi, itu tidak berlaku bagi Bima. Bagaimana caranya dia mau mendekati Renata, sementara perempuan itu merasa sakit hati setiap kali melihatnya?
Perjuangan Bima yang sebenarnya adalah, bagaimana dia menekan rasa egois dan keras kepala agar dia tidak memaksa Renata untuk bertemu dengannya dan memaafkan semua kesalahannya.
Pria itu rela menahan rindu dan cintanya agar Renata kembali pulih. Namun, lagi-lagi ego mengalahkannya. Melihat kedekatan Renata dengan Devan, membuat api cemburu di hatinya berkobar, hingga akhirnya dia nekad menemui Renata.
Keegoisan dan keras kepalanya membuat Bima kembali bertekad menemui Renata dan berharap Renata akan kembali berada di sampingnya. Namun, lagi-lagi, apa yang dilakukan olehnya berakibat fatal.
Pagi tadi, Aldrian mengatakan padanya kalau Renata akan pergi keluar negeri untuk berobat hingga membuatnya sangat kaget. Baru semalam dia berbicara dengan Renata, pagi ini dia mendapatkan kabar yang sangat mengejutkannya.
Bima menatap perempuan itu dengan air mata yang mengalir di pipinya. Pria itu kemudian berlutut di depan Renata, mensejajarkan tubuhnya dengan wanita itu.
"Izinkan aku memelukmu sebelum kamu pergi. Aku mohon ...." Suara Bima bergetar. Kedua matanya yang berkaca-kaca menatap Renata. Begitupun Renata yang saat ini sudah menangis.
"Izinkan aku memelukmu sebentar saja sebelum kamu pergi."
__ADS_1
Renata menganggukkan kepalanya, kemudian membiarkan laki-laki itu memeluk tubuhnya sambil menangis. Mengungkapkan segala rasa di hatinya.
"Aku mencintaimu, aku sungguh berharap kalau suatu saat kita bersama lagi."
"Aku tidak akan kembali padamu. Menyerahlah!"
"Aku tidak akan menyerah. Aku akan menunggumu."
"Jangan pernah menungguku, karena aku tidak akan pernah kembali padamu." Renata melingkarkan kedua tangannya di punggung Bima.
Mereka berdua saling berpelukan sambil menangis.
'Sayangnya waktu tidak bisa diputar. Seandainya bisa, nasib kita pasti tidak akan seperti ini.'
"Renata, aku mencintaimu. Sungguh-sungguh mencintaimu." Suara Bima terdengar di telinga Renata.
"Semuanya sudah terlambat. Berhentilah! Karena aku tidak akan pernah kembali padamu."
"Renata ...."
Aldrian, Devan dan Iren menatap Renata dan Bima tanpa sepatah katapun.
Bersambung ....
__ADS_1