
Shinta menatap tak percaya mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Bima.
"Dua minggu sebelum menikah denganku? Berarti kau terlebih dahulu menikah dengannya sebelum menikah denganku?
"Jadi, selama ini aku istri keduamu?"
"Maaf, Sayang-"
"Bima, kau benar-benar brengsek!"
"Keterlaluan!"
"Bajingan!"
Shinta menerjang Bima kemudian memukuli laki-laki di depannya itu dengan marah. Shinta sungguh tidak menyangka kalau ternyata begitu sudah menikah dengan pembantu yang ia benci sebelum menikah dengannya.
Pambantu! Ya, pambantu berparas cantik yang sedari awal memang tidak pernah disukainya.
Perempuan itu terlalu cantik untuk ukuran seorang pembantu. Bahkan seandainya dia ingin menjadi model, perempuan itu pasti bisa dengan begitu mudah karena selain cantik dia juga mempunyai bentuk tubuh yang tidak kalah dengan dirinya yang juga seorang model.
Shinta adalah seorang model yang cukup terkenal. Namun, kini namanya sudah mulai meredup, apalagi semenjak dia memutuskan menikah dengan Bima.
Kini namanya sudah tergantikan dengan model-model yang masih muda dan baru masuk ke dunia hiburan.
Shinta terus memukul Bima sambil memaki laki-laki itu. Sementara Bima terdiam tanpa melawan. Laki-laki itu sungguh merasa bersalah karena telah membuat perempuan yang dicintainya itu marah dan kecewa.
__ADS_1
Selama ini, dia sengaja menyembunyikan pernikahannya dengan Renata karena tidak ingin Shinta kecewa dan terluka karena merasa dikhianati olehnya.
Namun, hari ini akhirnya semua terbongkar. Bima tidak tahu kalau tiba-tiba Shinta bisa berada di rumah ini. Padahal, sebelum pergi dari kantor menuju rumah Renata, perempuan itu menelepon, berpamitan pada Bima kalau dia akan keluar kota karena ada pemotretan.
Meskipun Sinta sedang hamil, tetapi perempuan itu masih sering mendapatkan tawaran pekerjaan. Walaupun sudah tidak seterkenal dulu, tetap saja masih ada yang membutuhkan jasa perempuan itu sebagai seorang model.
Bima tidak tahu kalau ternyata Shinta tidak pergi ke luar kota, melainkan mengikutinya sampai ke rumah Renata.
"Kamu, Brengsek!"
"Jahat! Benar-benar keterlaluan! Bagaimana bisa kamu menikah dengan pembantu itu setelah menikahiku?" Shinta kembali berteriak. Pandangannya beralih ke arah Renata dan ibunya.
"Kalian berdua benar-benar manusia rendahan!"
"Tidak tahu malu!"
"Dasar perempuan murahan! Berani-beraninya kau merebut Bima dariku!" Shinta berniat menjambak rambut Renata tetapi Renata langsung memegangi tangan Shinta.
Renata menatap Shinta dengan marah kemudian tangannya terangkat membalas menampar perempuan itu dengan cukup keras.
Shinta menjerit merasakan perih di pipinya. Perempuan itu sungguh tidak menyangka kalau Renata akan membalas pukulannya. Bi Yati dan Bima tampak terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Renata.
Tangan Shinta kembali bergerak, bermaksud kembali memukul Renata. Namun, dengan sigap perempuan itu segera memegang tangan Shinta dan meremasnya dengan penuh emosi.
Shinta menjerit kesakitan, sementara Renata menatap tajam penuh amarah.
__ADS_1
"Dengar, Nona! Kalau kau pikir, aku akan diam saja saat kau memukulku, kau salah besar!" Renata menatap penuh amarah. Sudah lama semenjak ia bekerja di rumah besar Abimanyu, perempuan di depannya itu selalu menghinanya juga sang ibu.
Namun, Renata dan ibunya selalu diam dan mengalah karena mereka hanya seorang pembantu di rumah besar itu.
Akan tetapi, kali ini kedudukannya dengan Shinta sama. Sama-sama istri dari Abimanyu. Bahkan Renata lebih tinggi karena ia adalah istri pertama Bima.
"Kali ini, aku tidak akan pernah tinggal diam jika kau mengusikku atau pun mengganggu ibuku!" ucap Renata penuh penekanan.
Kedua matanya menatap tajam ke arah Shinta yang tampak terkejut melihatnya.
Perempuan itu sepertinya tidak mengira kalau Renata akan melawannya kali ini.
Renata melepaskan cekalan tangannya, kemudian mendorong tubuh Shinta ke arah Bima yang sedari tadi hanya terdiam melihat perdebatan mereka.
Sepertinya Bima masih sangat terkejut melihat kedua perempuan yang sudah sama-sama sah menjadi istrinya itu bertengkar di hadapannya.
"Renata!" Lamunan Bima buyar saat tubuh Shinta menabrak dada bidangnya.
"Pergi kalian berdua dari rumah ini dan jangan pernah datang lagi ke sini!"
"Renata-"
"Pergi!"
Bersambung ....
__ADS_1
Jangan lupa mampir di karya temen Author yang satu ini yuk! Keren loh ini ....