
ki wicak, aditya dan yara mengintip situasi di depannya, telihat banyak sekali makhluk yang berjaga hampir di seluruh penjuru tempat itu, bahkan di atas pohon juga lumayan banyak .
di sisi lain syalfa dan mario juga melakukan hal sama, mereka berdua bisa melihat 6 orang berjubah hitam melakukan semedi di sebuah batu besar , mereka duduk diam dengan posisi melingkari lubang besar dengan api yang menyala di sana.
pak hanz, daren, lucky dan kedua suami istri berbeda alam itu pun melakukan hal yang sama seperti yang lain.
" dimana rania dan giano di tahan, sedari tadi aku sama sekali tidak melihatnya" tanya lucky dengan suara yang sangat lirih.
"iya , aku juga" jawab daren.
" disana, di atas sana" tunjuk karina pada andika yang bersembunyi.
mereka semua mendongakan wajahnya ke arah tunjuk karina, benar saja.
__ADS_1
rania di ikat di sebuah tiang kayu yang menjulang tinggi dengan posisi berdiri tangan kanan dan kirinya terikat sebuah papan kayu di belakangnya dan kakinya juga di ikat ke sebuah tiang yang menyangga tubuhnya.
tak jauh dari rania, giano juga mengalami hal yang serupa sama persis seperti rania sekarang, keduanya seperti tidak sadarkan diri dengan banyaknya luka pada tubuh keduanya. terlihat jelas baju yang sobek dengan darah yang tertinggal di baju yang di kenakannya.
setelah lama memperhatikan situasi dan masing- masing menemukan target sesuai rencana.
ki wicak dan kelompoknya muncul dengan pasukan makhluk yang banyak menyerang para penjaga disana.
melihat ki wicak yang sudah menyerang, syalfa berlari mendekati pemimpin mereka yang mulai terganggu dengan semedinya.
mario menyerang sosok- sosok yang bermunculan ingin melindungi pemimpin mereka.
pak hanz dan yang lain langsung keluar dari tempat persembunyian mereka dengan memegang belati tajam di tangannya, menghalau serangan yang datang kepadanya.
__ADS_1
andika berlari ke arah di mana tiang yang menjulang tinggi itu berada.
andika menatap karina kemudian keduanya mengangguk. andika memanjat tiang kayu itu di bantu oleh istrinya untuk naik lebih cepat dari biasanya.
di tiang kayu di sebelahnya lucky pun melakukan hal yang sama," hais ternyata kebiasaanku di desa nenek dulu yang sering memanjat pohon kelapa , bermanfaat juga sekarang. oh nenekku tersayang terimakasih, karenamu yang sering memaksaku mengambil kelapa, sekarang aku jadi pintar memanjat" ucap lucky lirih, lalu melesat memanjat tiang itu seperti monyet memanjat pohon kelapa.
pak hanz dan daren masih berusaha melawan sosok- sosok yang menghalangi mereka, daren yang menjaga tiang yang di panjat andika dan pak hanz berjaga di tiang yang di panjat lucky. semuanya bekerja sama dengan baik.
disisi lain mail dan kelompoknya bersembunyi di salah satu pohon. dilihatnya sebuah kain transparan dengan cahaya terang di sana, kemudian sosok gea dan riyan muncul menyerang para penjaga disana, cahyo dan bian mencoba masuk mengecoh sosok yang ada di dalam nya agar keluar mengejar mereka berdua , melihat sosok itu mengejar cahyo dan bian riyan melesat mengikuti mereka dan gea melawan sosok penjaga seorang diri.
mail dan ike langsung masuk saat sosok sosok itu keluar mengejar cahyo dan biyan. mereka melihat ada 7 lilin jiwa disana, mereka bergegas mematikan lilin- lilin itu di bantu sosok sukma yang mendampingi keduanya.
" Berhasil" teriak ketiganya, kemudian kain tipis yang melindungi lilin- lilin jiwa itu terbakar dengan sendirinya. ketiganya bergegas keluar menyelamatkan diri, sebelum ikut terbakar di dalamnya .
__ADS_1
riyan menebas kepala siluman yang mengejar keduanya, beruntung saat ini dirinya sudah semakin kuat berkat ajaran ki wicak padanya untuk mengendalikan sebuah benda.
sukma yang melihat gea kuwalahan segera membantunya mengalahkan sosok penjaga itu hingga keduanya berhasil membuat sosok itu tumbang.