
Rasya mulai menceritakan kejadian yang mereka alami selama disana, hingga mengapa mereka bisa keluar dari kamus.
" pak Raj, apa kamu bisa membantu kami?" tanya rasya berharap.
" kami mungkin mau membantumu dan pamanmu, selama ada disini maka kalian akan aman. turuti saja ucapan gadis itu, tunggu disini hingga 40 hari. setelah itu kita kesana dengan meminta bantuan anggota kepolisan juga beberapa pihak rumah sakit" .
" apa kamu tidak bisa mengirim beberapa orang yang bisa melawan makhluk itu kesana?".
" itu tidak mungkin, semua sudah terlambat. pintu gaib sudah tertutup. tidak akan ada lagi yang bisa masuk maupun keluar dari sana. hingga batas 40 hari itu. itupun jika mereka ada yang selamat.ada yang lebih aku khawatirkan lagi".
" apa itu?''
" aku harap ini hanya sekedar pesugihan saja, tidak ada urusan dengan ilmu hitam apa lagi berurusan dengan iblis terkuat".
" iblis terkuat?"
" iya, tapi yang aku tahu. iblis itu telah musnah sejak lama, tapi entah kenapa. firasatku mengatakan mungkin semua orang disana tidak akan ada yang selamat.
" semoga firasatmu itu salah" ucap rasya menatap raj dalam.
"iya, semoga saja".
__ADS_1
" lebih baik kamu beristirahatlah kembali, aku akan pergi ke kuil untuk melakukan doa bersama" pamit rajas.
setelah kepergian rajas, rangga menatap kosong ke arah jendela kamar . " semoga kalian semua selamat, terutama kalian ayah, syalfa" .
***
" ayo ini sudah waktunya" ajak pak hanz pada yang lain.
" baiklah, rania kabari aku jika terjadi sesuatu. sekarang kalian harus lebih berhati- hati. karena entah pagi ataupun siang kini sudah tidak terlalu aman lagi untuk kita" .ucap syalfa
" iya syalfa , kami mengerti. kamu juga berhati- hatilah disana" ucap rania memeluk syalfa.
pak hanz,syalfa, mario, andika,karina, giano dan lucky mengambil tas mereka masing- masing yang sudah berisi beberapa benda tajam dan alat lainnya.
" aku merasa seperti tentara yang akan perang saja" ucap lucky.
"iya, aku juga begitu. tapi ini jauh lebih berat bukan?".
" tentu, tapi kita sama- sama melakukan hal yang mulia bukan.setidaknya jika kita mati, kita mati sebagai pejuang di hati teman- teman kita, dan aku tidak menyesal, tapi jika boleh. aku ingin mati dengan cukup terkena benda tajam . entah itu pedang, pisau ataupun peluru, yang penting tubuhku masih utuh" ucap giano pelan.
" iya, aku juga begitu".ucap lucky.
__ADS_1
" apa kita akan berjalan kaki kembali?" tanya syalfa.
" tidak, kali ini kita bawa mobil, mobilku terparkir di dalam kampus" ucap pak hanz.
mereka semua masuk ke dalam mobil pak hanz yang berada di parkiran kampus.
" mending kita bagi jadi 2 kelompok syalfa , mario, lucky. kalian menggunakan mobil pak hanz".
" giano, karin ,andika, dan aku akan menggunakan mobil andika. bagaimana?".tanya pak hanz.
" baiklah, itu tidak masalah" jawab lucky mengambil kunci yang di sodorkan padanya.
" sebaiknya kita segera bergegas, karena kita juga tidak bisa lama meninggalkan teman- teman yang berada di aula, entah kenapa firasatku kali ini tidak baik" ucap syalfa.
" baiklah, ayo cepat" ucap mario.
semua orang masuk ke mobil masing- masing. mobil melaju dengan kecepatan sedang, karena jalan menuju ke arah villa memang sedikit berlubang.
sepanjang jalan mereka hanya mengamati area sekitar. sesekali syalfa menghela nafas, saat melihat sosok- sosok yang berterbangan di atas mobil mereka. syalfa hanya diam, selama mereka tidak menghalangi jalan. itu tidak masalah, hanya saja aura sekeliling terlihat cukup seram walaupun waktu baru akan menjelang siang.
hingga mobil kini masuk ke area villa, tapi mereka tidak ada yang berniat untuk singgah terlebih dulu. dan ini memang sudah di bicarakan dari awal, sesampainya di villa, mereka tidak akan singgah, tapi akan langsung menuju ke arah danau. tempat dimana jazad adik tiri andika di buang. mereka tidak ingin membuang waktu.
__ADS_1