
karina mendengarkan semua cerita miss donna selama berada di kampus ini, apa yang mereka lalui memang benar - benar di luar akal sehat, tapi itulah kenyataannya. jika misteri fadhya pun usai , entah siapa yang masih bertahan nanti? apa justru semua tidak ada yang selamat, sebenarnya ada masalah besar apa di balik ini semua, kenapa harus melibatkan mereka yang tidak tahu apapun. ini benar- benar tidak adil pikir karina.
"lalu, bagaimana gadis yang kau ceritakan itu? dan dimana dia sekarang? aku juga ingin mengenalnya" tanya karina.
" namanya syalfa dan rania, mereka sedang pergi untuk mencari tahu tentang sosok makhluk yang di rantai, mungkin dengan pergi kesana, mereka bisa menemukan sumber masalah yang berada disini" .
"tapi ini sudah menjelang pagi, kenapa mereka belum kembali?" tanya karina.
" entahlah, aku juga mengkhawatirkan mereka, untung saja mereka tidak hanya berdua, tapi ada anak senior kampus ini yang juga pintar ilmu bela diri, jadi aku sedikit tenang" jawab miss donna.
keduanya kembali diam, dengan tangan mereka yang masih membersihkan meja dan sekitarnya.
***
"syalfa, sepertinya ini sudah masuk pagi, lihat celah itu, ada cahaya disana" tunjuk giano.
" coba lihat jam berapa? ada yang bawa ponsel tidak? tanya rania.
" aku tidak membawanya" jawab giano.
" ahh hp ku sepertinya terjatuh saat kita naik tadi" ucap rasya meraba saku celananya.
"kamu mario?" tanya rania.
" tidak ku bawa" jawab mario singkat.
"haduh kalian ini" ucap rania kesal.
" memangnya kamu ada?" tanya giano menatap rania lekat.
" iya ... sama, aku juga ga bawa" jawab rania dengan cengirannya.
'' huh, untung sayang" kata giano gemas mencubit pipi rania.
__ADS_1
" heeh, biasa aja kali, ga usah pake cubit segala, aku tau aku tuh imut, ngegemesin, tapi ga usah di pertegas sampe nyubit juga" ucap rania mengelus pipinya yang sedikit pedih.
" yang sebelah dong, sini ! nanti iri lagi" goda giano.
" kaga mau" kata rania melengos mendekat ke arah syalfa dan mario berdiri.
" kamu gimana, bawa?" tanya rania pada syalfa.
" Mati" jawab syalfa singkat.
" terus bagaimana dong? nanti kalau ternyata masih petang, kita bikin ricuh, bisa gawat, semua penduduk kampus sini pasti heboh, ngerebutin kita" ucap rania membayangkan mereka jadi rebutan, lalu begidik sendiri .
" emang siapa penduduk kampus? bukannya kita? tanya giano.
"iya mereka lah" jawab rania.
" ya kita, mereka kan cuman pendatang" jawab giano.
" kan lebih duluan mereka, salah satu darinya kan alumni kampus sini".
mario berjalan mendekat ke celah yang di tunjuk giano sebelumnya. " sepertinya ini memang sudah pagi" kata mario yang sedikit melihat cahaya di sana. " tapi sebaiknya kita tanggu beberapa jam , untuk memastikan lebih lanjut, lebih tepatnya, cari aman" kata mario lagi.
semuanya mengangguk menyetujui usul mario barusan.
" hah, aku lapar, dari kita berangkat sampai sekarang perutku belum terisi apapun" keluh rania.
" kamu pikir kita tidak lapar?" kata rasya.
" sebentar, sepertinya di tasku ada air mineral" kata giano membuka tas kecil di pinggangnya.
" nih, masih ada lumayan kan" kata giano memberikan botol kecil dengan sisa air tinggal separuhnya".
"ahh , kenapa sedikit sekali" keluh rania, tapi masih menerima botol itu lalu meminumnya.
__ADS_1
"kamu tidak apa - apa?" tanya mario mengelus rambut syalfa lembut.
" iya, aku bisa menahannya, tinggal beberapa jam lagi bukan?" jawabnya tenang.
"hemm, gadis pintar" kata mario kembali.
" ck, cowok es ini sudah sangat berubah" kata giano yang melihat kelakuan mario pada syalfa.
mario menatap tajam giano, sedangkan giano berpura-pura takut dan menyenderkan kepalanya pada bahu rania.
" Awas ka, aku risih, berat!" keluh rania mendorong kepala giano.
" kau ini, tidak ada lembutnya sama sekali jadi perempuan" decak giano sebal.
mereka kembali terdiam, menyenderkan punggung mereka pada dinding yang sebagian masih berdiri kokoh, walaupun banyak retak di sana. setelah menunggu 2 jam lamanya.
syalfa berdiri, begitu juga dengan yang lain. "mundurlah" kata syalfa menatap mereka semua. semua mundur menepi ke sudut reruntuhan hingga..
BOOMM
semuanya mlongo melihat kelakuan syalfa, bagaimana bisa dia membawa benda itu di dalam tasnya, itu sangat berbahaya,pikir mereka.
" bagaimana bisa kamu membawa bom kecil itu di dalam tasmu?" tanya mario khawatir.
" dia benar- benar unik, kemarin ketapel, sekarang bom, sebenarnya kamu bawa apa aja di tasmu syalfa?" tanya rania sambil mencoba membuka tas syalfa.
PLAK
syalfa menampik tangan rania, " ga usah kepo" katanya menutup tasnya kembali.
" ayo" ajak syalfa yang berlalu lebih dulu, membuat yang lain berlari mengejarnya.
" hah, syalfa ternyata sangat sulit di tebak ya? kata giano yang berjalan sejajar dengan rania.
__ADS_1
" iya begitulah" jawab rania santai.