Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Tidak akan mencegah keinginan terakhir


__ADS_3

syalfa menatap ruangan yang berantakan, pemandangan ini lah yang malah membuatnya seakan ikut larut di dalam kesedihan. teman- temannya tak terkendali dengan emosi pada diri mereka, tekanan, rasa sedih dan amarah yang selama ini tertahan kini seakan meledak begitu saja.


rania, mario, giano,diana,lucky,daren,pak robert, pak hanz,andika,karina, paman fikhar,melani, bella dan senior yang lain, semua orang sibuk menenangkan semua orang yang seakan mengamuk.


bahkan sudah ada yang tergeletak tak bernyawa karena bunuh diri, merasa dirinya lebih baik mati saat ini, dari pada menyaksikan mati dengan cara mengerikan.


ada pula yang meninju tembok sampai tangannya berdarah, seakan tangannya tak merasakan sakit apapun berteriak sekeras mungkin , meluapkan semua beban didadanya.


rania memeluk tubuh seorang gadis yang selamat saat tragedi di dalam gudang sedang menangis tersedu-sedu di dalam pelukannya.


mario mengikat beberapa orang dengan sebuah tali yang dia temukan, giano membekuk beberapa orang yang terpaksa harus dia pukul agar jatuh pingsan. sedangkan pak robert juga terpaksa memukul mereka, hingga meninggalkan beberapa luka memar di wajah mereka, demi untuk menyadarkannya. semua orang sibuk, tapi syalfa masih diam mematung menatap pemandangan di hadapannya. syalfa memejamkan matanya sekedar menghilangkan rasa sedih, juga rasa bersalah yang menyeruak di hatinya." aku tidak bisa lemah, mereka membutuhkanku, kali ini aku tidak akan mencegah apa yang menjadi keinginan terakhir mereka" syalfa menguatkan dirinya dalam hati, lalu kembali membuka mata menatap semua kericuhan di depannya.

__ADS_1


" apakah kalian sudah selesai?! bisakah aku berbicara sekarang!" teriak syalfa dengan keras dan juga tegas, membuat mereka semua berhenti memberontak menatap syalfa yang berdiri sendiri di ujung sana.


"aku tahu, apa yang kalian rasakan saat ini, aku tidak tahu maksud makhluk itu menemui kita dan memberi peringatan. entah itu maksud baik atau bermaksud membuat emosi kalian menjadi seperti ini, aku tidak akan menghalangi kalian lagi untuk bertahan dan berjuang denganku disini. jika kalian semua ingin pergi dari sini, maka pergilah! tapi aku tidak akan bisa menjamin kalian akan tetap selamat, mungkin waktu kalian hanya sampai matahari terbenam, dari jarak kampus ke rumah kalian sepertinya itu tidak akan cukup. aku tidak tahu takdir kalian akan mati dengan cara seperti apa! bagi kalian yang ingin pergi dari sini untuk berjuang di luar sana seorang diri , maka mendekatlah kepadaku" ucap syalfa menatap semua orang. hingga 7 orang berjalan mendekat ke arah syalfa. " kalian ingin keluar?" tanya syalfa, yang di angguki ke 7 orang itu.


" baiklah, rania sekarang pukul berapa?" tanya syalfa menatap rania.


" 5 pagi! ".


"kalian bersiaplah, pukul 6 nanti kita harus ada di depan kampus ini, apa ada yang ingin keluar juga?" tanya syalfa kembali.


" jika aku keluar dan berjuang sendiri untuk pulang, apakah itu bisa? apa ada tempat yang aman untuk bersembunyi di luar sana?" tanya seseorang lelaki yang berambut ikal.

__ADS_1


" untuk yang namanya tertulis di buku itu, mungkin hanya sampai waktu matahari terbenam, itupun jika di sepanjang jalan kalian tidak di ganggu. kalian bisa saja bersembunyi di tempat suci, seperti tempat ibadah sesuai dengan kepercayaan kalian, tapi itupun tidak menjamin, karena secara tidak langsung kalian seperti terikat janji yang kalian sendiri tidak tahu, tapi jika yang keluar orang yang tak terikat, waktunya akan lebih lama, mungkin bisa selamat" ucap syalfa menatap semua orang , kemudian tatapannya berhenti kepada 3 orang yang berdiri di tengah mereka.


" rasya, paman fikhar, pak hanz, kalian sebaiknya juga keluar. kalian mempunyai kesempatan lebih besar dari pada kami, pergilah ke tempat menurut kalian aman dan jangan berpisah sampai 40 hari, jika lebih dari itu kalian tetap aman, kalian selamat dan tolong carikan bantuan untuk kami".


" tidak syalfa kami akan tetap disini dengan kalian" ucap pak hanz yang di angguki oleh rasya.


" tidak, jangan membuatku semakin merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan nyawa kalian, setidaknya aku bisa memberikan kalian kesempatan. berjanjilah setelah hari ke 40. kalian bawalah bantuan kesini, di hari itu perjuangan kami telah berakhir, jika di antara kami tidak ada yang selamat, dan kalian menemukan tubuh kami , tolong makamkan tubuh ini dengan baik". ucap syalfa dengan wajah sedihnya.


pak hanz menghela nafasnya, tau gadis ini sedang dalam dilema besar.


" baiklah, sudah kuputuskan, rasya dan tuan fikhar kalian keluar, berjuanglah! dan turuti semua yang di ucapkan syalfa pada kalian" kata pak hanz.

__ADS_1


" kau tidak ikut?" tanya rania menatap pak hanz.


" tidak, aku masih ada tugas lain mendampingi andika dan karina menyelesaikan masalahnya. dan aku akan tetap berada di samping kalian".


__ADS_2