
saat andika berlari melewati sebuah ruangan besar dengan pintu tertutup, tiba tiba tangannya di tarik sesuatu.
" aaakh" teriak andika dan karina, saat tubuh keduanya di tarik masuk ke dalam ruangan.
BRUAK
pintu di tutup kembali dengan cukup kasar, " apa yang kalian lakukan di sini?"
suara itu membuyarkan andika dan karina dari keterkejutannya, keduanya menoleh ke sumber suara.lalu, menatap ke seluruh ruangan . banyak orang di dalam sana, sebagian masih tertidur, dan beberapa sudah terbangun menatap keduanya heran.
" hei nak, aku bertanya padamu, kenapa kalian bisa ada disini?!" tanya pak hanz kembali, karena belum mendapatkan jawaban sedari tadi.
" ech itu, kami.. kami mencari seseorang yang bernama prof.hanz" jawab karina gugup.
" kalian kesini mencariku? ada perlu apa?" tanya pak hanz.
" jadi kau yang bernama prof . hanz?" tanya andika.
__ADS_1
Aaaahk, andika!!! Tolong!
terdengar suara teriakan dari luar, membuat mereka terlonjat kaget, mereka berlari ke arah jendela, guna melihat sesuatu di luar sana.
terlihat seorang lelaki sudah berumur di seret sesuatu, sedangkan tangannya bertahan memegang sebuah tiang kokoh di sana.
pak hanz langsung berlari keluar, lalu mengarahkan sebuah bubuk berwarna merah, dengan doa doa yang terlantun dari bibirnya.di lemparkan bubuk itu ke arah kaki lelaki itu dan ke arah tak jauh dari kaki itu
sebuah teriakan kesakitan menggema di sertai cengkraman kuat di kaki lelaki itu yang menghilang.
" ayo, cepat kita lari dari sini" kata pak hanz, sambil memapah lelaki itu ke arah aula.
" minumlah dulu, kalian pasti sangat lelah, sampai baju kalian basah seperti itu" ucap miss donna menyuguhkan 3 botol air di hadapan mereka.
" terimakasih" ucap ketiganya, langsung menyambar botok air dengan cepat.
setelah melihat mereka menghabiskan air mineralnya , pak hanz kemudian mulai bertanya.
__ADS_1
" kalian belum menjawab pertanyaanku, ada apa kalian mencariku?" tanya pak hanz yang duduk berhadapan dengan ketiganya.
" jadi anda ini, prof hanz? kami kesini untuk meminta bantuan anda" jawab andika.
" bantuan seperti apa yang kalian butuhkan dariku, sampai menyusul ke tempat seperti ini" tanya pak hanz penasaran.
"sebelumnya kami sudah menghubungi anda, Namun asisten anda yang bernama prof.herdy bilang, anda tidak berada di tempat, ada urusan penting di sebuah kampus dekat sini. lalu, prof. herdy membantu kami untuk mencari tau penyebab teror yang sering mengganggu saya, prof herdy menaruh sebuah jeruk lemon di sebuah ruangan yang sangat lama kosong, dan lemon itu berubah warna menjadi merah, saat matahari terbenam.dan anda pasti tahu apa maksud dari itu semua bukan?". kata karina.
" iya saya tahu, kalian di ganggu jiwa yang penasaran" ucap prof hanz.
"lalu, apakah kalian sudah tahu, kalian berurusan dengan jiwa siapa?" tanya prof hanz menatap keduanya
" iya, kami yakini itu milik fadhiya, adik tiriku yang beberapa tahun meninggal dunia" jawab andika .
" fadhiya? sepertinya aku pernah mendengar nama itu, lalu apa kalian tahu penyebab kematiannya?" tanya prof hanz kembali.
"emm, itu.. saya menembaknya sampai meninggal prof" jawab andika gugup.
__ADS_1
" APA!! , apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan!" tanya pak hanz yang terkejut, sehingga tanpa sadar nada suaranya meninggi.
"iya , saya sadar , tapi saat itu saya emosi, saya tidak terima, ibu saya di jadikan tumbal! apa lagi selama ini kelakuan dia dan ibunya yang semena- mena pada ibu saya, saya sakit hati prof" kata andika.