Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Semakin jelek dan tua


__ADS_3

mereka berjalan di tepi sungai mengikuti arah datangnya arus. tatapan mereka fokus dengan banyaknya mayat yang tersangkut di bebatuan, air sungai pun sudah sangat keruh bercampur darah para mayat yang hanyut terbawa arus.


" hanya dalam waktu 1 malam, mayat sudah sebanyak ini" ucap rania, menatap tubuh-tubuh tek terbentuk itu sedih.


" iya, ini benar- benar keterlaluan" ucap lucky.


" benar kata syalfa, jika kita menghindar mau sampai kapan? jika kita selamat, yang ada akan terkurung disini selamanya dan terus hidup dengan kegelisahan, hingga akhirnya mereka menemukan kita juga, setidaknya sekarang kita datang kesana, berusaha mencari cara untuk mengalahkan mereka, entah itu berhasil atau mati, itu lebih baik. setidaknya kita sudah berusaha!" ucap giano.


" iya, benar! aku juga sudah siap. lihat senjata yang kumiliki" ucap lucky mengambil ketapel andalannya dari pinggangnya.


" heeh, ketapel seperti itu tidak akan meempan menembus tubuh tulang kawat besi mereka, yang ada kamu yang di lahap habis nanti" ucap giano.


" jangan meremehkan benda seperti ini, ini sangat membantu, bahkan sebelumnya misi kita berhasil melawan makhluk seperti mereka. jika kau tak percaya, tanya saja pada mereka" ucap lucky bangga, kemudian menatap syalfa, mario dan rania meminta dukungan.


rania hanya cekikikan menanggapi perkataan lucky yang terlewat sombong, sedangkan syalfa hanya tersenyum, mario hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" lihat mereka, rania saja hanya tertawa seperti itu, mana mungkin aku percaya" ucap giano.


" haah, lihat saja nanti. jika aku bertemu dengan mereka lagi" ucap lucky menggebu-gebu .


" aku tunggu, pendekar ketapel" ejek giano.


lucky hanya mendengus mendengar ejekan giano padanya.


3 jam mereka berjalan, tidak ada tanda- tanda apapun, bahkan kedatangan sosok lain atau siluman pun mereka tidak melihatnya.


" aku sangat lelah, kita sudah berjalan 3 jam menyusuri sungai ini, tapi kenapa kita belum melihat ujungnya" keluh rania.


" tidak usah, kamu pasti juga lelah sepertiku. aku masih kuat berjalan" ucap rania.


" sayang, kamu mau istirahat dulu? apa aku gendong aja ya" tawar mario menatap syalfa yang berada di belakangnya.

__ADS_1


" tidak usah , aku masih kuat ko" ucap syalfa meyakinkan.


mereka masih berjalan mengikuti arus air , hingga tak berapa lama banyak segerombolan burung- burung berterbangan melewati mereka.


" sepertinya ada yang sedang terjadi disana" ucap mario kemudian bergegas menarik tangan syalfa dan berlari menuju tempat sebelum terbangnya para burung.


mereka mendengar suara aneh , langkah kaki berjalan mendekat perlahan. tangan mereka otomatis mengambil senjata yang berada di balik pinggang mereka.


mario memberi kode isyarat pada mereka" giano kamu sebelah kiri, lucky sebelah kanan, rania sebelah ujung sana, syalfa dari arah sini bersamaku" itulah bahasa isyarat yang di berikan mario. tanpa protes merek langsung berpencar.


mereka semua bersembunyi di balik tumbuhan liar yang tumbuh cukup tinggi, membuat kedatangan mereka tak terlihat, perlahan mereka mengintip di balik semak-semak.


4 sosok kerdil sedang menusuk nusuk 3 tubuh manusia yang tergantung dengan kaki yang tmdi ikat ke atas. tangan dan tubuhnya sudah banyak sekali luka tusukan, hanya ada 1 yang sepertinya masih hidup, namun dalam keadaan sekarat. terdengar suara rintihan kesakitan namun sangat pelan.


ketiga sosok kerdil itu sedang membuka mulut mereka lebar, menerima tetesan darah dari ketiga tubuh manusia yang tergantung di atas sana, sedangkan 1 nya memegang benda tajam untuk menusuk- nusuk tubuh itu.

__ADS_1


sesekali mereka bergantian mengambil benda tajam itu.


" dasar pendek!! ternyata pelajaran dulu tidak membuat mereka kapok, lihat saja. mereka semakin jelek dan tua saja" ucap lucky menatap garang ke arah ke empat sosok kerdil.


__ADS_2