
Pagi hari , setelah kepergian andika ke kantor, karina segera pergi untuk menemui sahabat baiknya yang sudah lama tidak bertemu semenjak kepergiannya dan andika dulu.
" Aku sering mendengar dan merasakan kehadiran sesuatu, tapi andika justru tidak merasakan apapun, aku membawa andika datang dari london, untuk memperbaiki pernikahan kami, apapun yang terjadi aku akan mempertahankan pernikahan kami, tapi dengan datang kembali ke tembat ini, malah membuat keretakan di hubungan kami makin melebar bukan pulih.
" Karin..aku percaya, apa yang kau katakan itu adalah kebenarannya. Apakah kau pernah dengar ilmu fengsui?".kata nisa mengenggam tangan karin.
" Tidak".
" Apabila rumahmu tidak terancang dengan baik, kau berfikir aneh aneh, mungkin itu penyebab sesuatu yang kamu alami. Ada sesuatu di rumahmu, entah orang percaya atau tidak tapi aku percaya pada ilmu vastu, kurasa kita harus berkonsultasi pada profesor hanz".
" Profesor hanz?".
" Iya , dia berwawasan luas di dalam bidang vastu, dan dia bisa membenahi apa yang salah menjadi benar".
" Aku sudah menghubunginya, tapi profesor sedang berada di kampus tidak jauh dari sini, disana juga sangat serius, pihak berwajib tidak memperbolehkan siapapun datang kesana, itu adalah peringatan keras, jadi kita akan di bantu sahabat sekaligus asisten profersor hanz, bernama profesor herdy".
" Sebaiknya kita pulang, kita akan bertemu di rumahmu nanti".
***
__ADS_1
Karina dan nisa mengikuti langkah prof.herdy, langkahnya terhenti saat melihat sebuah lampu di tengah kamar karina dan andika, kemudian kakinya mengayun mendekat ke arah jendela kamar mereka.
Prof herdy berjongkok di depan api yang menyala menghangatkan tubuh mereka, ditaruhnya kedua telapak tangan itu di depan api dan mengusapnya ke wajah dan rambutnya.
" Prof, apa semua baik baik saja?" Tanya nisa tak sabaran , melihat wajah tegang dan apa yang di lakukan prof herdy membuatnya mulai tak nyaman.
" Aku harap semua baik baik saja, tapi ada sesuatu disini, ada sesuatu yang tak beres dan tubuh ini tidak mungkin menipu" ucap prof herdy mengusap tubuh dan lengan kanannya.
" Kau mungkin akan menganggap pertanyaanku ganjil, sebaiknya kau berfikir sebelum menjawabnya".
Nisa menatap karina, begitu pula karina.
" Apa kamu percaya pada adanya hantu? pada arwah baik dan jahat? arwah yang menolong dan yang menyiksa? arwah yang telah lama ingin menuntaskan urusannya yang belum selesai. kau pernah dengar jiwa - jiwa yang tersiksa?".
"Apa?".
prof. herdy berjalan ke mendekat, jarang keduanya sangat dekat.
" pernah ada desiran angin mencoba berbisik di telingamu? tapi kau tidak menemukan apapun, suara itu tiba tiba lenyap dan kembali muncul? suara suara yang aku maksud, suara aneh. tangisan yang menyayat. merasakan kehadiran sesuatu, walaupun hanya seorang diri? kamu merasa seakan terbangun, padahal mimpi buruk?.
__ADS_1
" iya, bagaimana kamu bisa tahu?''.
" yang berarti ada seseorang..ada seseorang yang ingin menandakan dirinya, meskipun telah MATI".
kricing...kriiiincinnng..
lampu di kamar berbunyi, membuat mereka menoleh ke atas.
" ada apa di atas sana?" tanya prof. herdy menunjuk ke atas lampu yang tergantung itu.
CEKLEK
karina langsung membuka sebuah ruangan yang tadi di maksud prof. herdy.
ruangan luas dan gelap namun masih ada penerangan. cahaya dari luar masuk melalui jendela di ruangan itu.
" sudah berapa lama, terakhir ruangan ini di buka?". tanya prof.herdy.
" kurang lebih 3 tahun". jawab karin.
__ADS_1
" tapi terasa seperti ada seseorang yang sering datang kemari".