
Mario dan syalfa menatap sebuah ruangan yang terdapat rak rak buku yang menjulang tinggi dengan buku yang berserakan di sana.
kondisi ruangan perpustakaan lama masih sama seperti terakhir syalfa dan Rania meninggalkan tempat ini.
buku buku yang berserakan juga rak buku yang hampir jatuh dengan di ganjal sebuah meja besar.
" dimana terakhir kamu melihat buku itu? tanya Mario masih dengan posisi menggendong syalfa.
" disebelah sana" tunjuk syalfa.
Mario berjalan menuju sebuah rak yang berantakan dengan buku buku yang berceceran di lantai.
"apa kau yakin disini?"
" iya, aku masih ingat, kami meninggalkan nya di sini".
"baiklah kamu duduklah disini, biar aku yang mencarinya"
" tidak, biar aku bantu Mario, itu akan lebih cepat di temukan".
" baiklah, tapi jangan terlalu memaksakan diri dan jangan berjalan terlalu jauh.apa kau mengerti!" kata Mario tegas menatap syalfa.
"kenapa kamu hari ini cerewet sekali!" grutu syalfa dengan memilah Milah buku di rak lemari.
"aku mendengarmu syalfa, jika terjadi apa apa denganmu aku tidak akan memaafkan diriku sendiri"
" maksud kamu apa?"
syalfa menoleh ke arah Mario yang sedang membereskan buku yang berceceran di lantai.
" apa kamu tidak bisa merasakannya? aku menyukaimu sejak aku pertama kali melihatmu. entah kenapa jantungku berdebar-debar jika aku di dekatmu dan hatiku sakit jika aku melihatmu terluka ".
__ADS_1
Mario menatap syalfa dalam, mengelus pipi syalfa dengan lembut.
"aku baru pertama kali merasakan seperti ini pada seorang wanita, walaupun kita baru bertemu beberapa hari.tapi aku merasa nyaman berada di dekatmu"
syalfa tertegun mendengar pekataan Mario, jantungnya kini mulai tidak beraturan, syalfa menelan salivanya saat Mario menyentuh pipinya.
" taapi.."
"aku tidak menyukai kamu dekat dengannya syalfa, mulai hari ini kamu miliku, kamu gadisku, selamanya!!" Mario mencium bibir syalfa lembut.
syalfa melebarkan matanya dengan tindakan Mario yang mendadak itu.
Braaak
terdengar benda jatuh dari ujung ruangan, membuat adegan romantis itu terhenti.
Mario langsung melepaskan ciumannya dan menggenggam tangan syalfa erat.
lampu di ruangan itu tiba tiba menyala kemudian mati.
syalfa mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan, begitupun Mario. walaupun tidak bisa melihat mereka, Mario berusaha untuk waspada dengan hal - hal aneh di sekelilingnya.
mulai sekarang dia harus terbiasa dengan mereka, demi untuk melindungi gadisnya.
.ya, mulai hari ini dan selamanya Marsyalfa adalah miliknya.
sebuah kursi sedikit bergerak, Lampu kembali menyala dan mati.
syalfa mempertajam penglihatan dan fokus dengan setiap gerakan semua benda.
buuuugh
__ADS_1
Mario dengan sigap menangkis buku yang terbang ke arah mereka.
membuat buku buku itu jatuh kembali ke lantai.
kriiiing triiiririiing
kali ini lampu besar dia atas mereka bergerak dengan suaranya yang nyaring.
wuuuussshh
Pyarr
lampu besar itu jatuh dengan sangat cepat membuat kaca kaca bertebaran di lantai .
"apa kau tidak apa-apa?"
Mario menatap syalfa sebentar mempererat genggaman tangannya.
syalfa mengangguk mendengar pertanyaan Mario.
lalu melihat ke arah rak buku yang mulai bergetar.
Deg
syalfa melihat sosok wanita ber aura gelap itu sedang menatap mereka tajam.
syalfa menggenggam tangan Mario kuat.
Mario yang merasakan tangannya di genggam kuat, tahu gadisnya melihat sesuatu.
Mario mengikuti arah tatapan syalfa, setelah memastikan dan meyakininya.
__ADS_1
Mario mulai memejamkan matanya, kemudian membuka mata dan menatap ke arah tatapan syalfa.