Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Bucin


__ADS_3

suasana hutan kali ini cukup cerah, ada suara burung gagak yang seakan membangunkan tidur ke 5 orang yang masih tertidur lelap di atas pohon.


" sayang bangun, ayo kita turun" kata mario menepuk- nepuk pipi syalfa pelan.


" hemm" hanya sebuah gumaman pelan, namun mata syalfa masih tertutup rapat.


" uuh, gemasnya" ucap mario tersenyum menatap wajah cantik kekasihnya.


" hoam, apa ini sudah pagi?" terdengar suara dari pohon lain.


mario hanya menoleh sesaat, ternyata rania yang baru bangun pagi.


" woy, bangun bambang" kata rania menepok bahu dan paha giano dan lucky bergantian.


" uuuh, sakit bege! " ucap lucky yang kaget merasakan pahanya yang di tepok rania dengan keras, sedangkan giano hanya tersenyum menatap rania.


" heh, kamu demam? " kata rania menempelkan tangannya pada kening giano, saat melihatnya tersenyum ke arahnya." tumben biasanya kau akan protes seperti lucky, jika aku membangunkanmu seperti tadi" ucap rania merasa aneh dengan giano.

__ADS_1


" aku tidak apa-apa , kau tidak usah khawatir. aku hanya senang saja saat aku bangun wajah pertama yang kulihat itu kamu" ucap giano mengusap rambut rania lembut.


" echem. .babang, tolong ya. disini ada lelaki perjaka yang masih jomblo, jangan sampe kelakuan kalian merusak kesucian mataku ini" kata lucky menatap giano tak suka.


" iri bilang bro" ucap giano kemudian tertawa.


mario masih menunggu syalfa bangun, dia tidak tega membangunkan tidur nyenyak kekasihnya lagi. di tatapnya lekat wajah gadisnya itu." aku merasa kita sudah kenal lama, wajah ini seperti tidak asing. dari awal aku melihatnya, aku sudah merasa nyaman, aku sudah jatuh cinta padanya saat pandangan pertama, entah kenapa jantungku berdetak kencang saat pertama kali melihatnya, aku sangat mencintainya walau belum lama kami bertemu" ucap mario dalam hati, tangannya menggenggam erat jemari syalfa sesekali memciumnya.


" aiiih, benar-benar pada ga tau tempat" ucap lucky yang tak sengaja melihat kelakuan mario yang sedang mode bucinnya.


"noh, lihat ke arah mario" ucap lucky menunjuk ke arah mario dengan dagunya.


" haiz, itu si kulkas ternyata bucin beneran sama syalfa" seru giano setelah melihat mario yang sedang memandangi wajah syalfa yang masih terlelap, sesekali mencium tangannya dan mengelus pipi syalfa lembut.


" bagiku tidak ada yang aneh, mereka kan memang pacaran" ucap rania.


" bagimu tidak aneh, tapi bagi kami itu seperti bukan mario yang kita kenal, mario yang dulu selalu cuek terhadap wanita, bahkan ada gadis yang jelas- jelas sempurna bagi kami, tapi juga tidak di liriknya, padahal gadis itu cantik, baik, kaya dan pinter bukankah itu sangat sempurna, tapi sayang mario tidak pernah menanggapi sebuah kebaikannya. kata mario sih dia sudah memiliki kekasih di masa kecilnya seorang gadis kecil yang sangat cantik. tapi setelah bertemu syalfa, aku melihat dia berubah, mario memang jatuh cinta pada pandangan pertama" ucap lucky menjelaskan.

__ADS_1


" waah , benarkah? atau jangan - jangan mereka berjodoh lagi, syalfa juga sedang menunggu kekasih masa kecilnya. kalau tidak salah namanya PIU" ucap rania mengingat-ngikat nama kecil pangeran syalfa.


" benarkah? jangan-jangan yang mereka cari - cari itu sudah ada di depan mata. hanya mereka belum menyadarinya saja" kata giano.


" iya benar" ucap lucky.


syalfa mengerjam-ngerjapkan matanya saat merasakan kecupan dan elusan lembut di tangan dan pipinya terus menerus.


" mario? kamu sudah bangun" kata syalfa kemudian perlahan bangkit dari senderannya di bantu mario.


" iya, sepertinya kau sangat lelah sayang" ucap mario.


" iya, aku memang lelah, tapi sekarang sudah tidak. aku merasa lebih segar" jawab syalfa tersenyum.


" hemm, aku tahu itu" ucap mario mencium pipi syalfa.


"hey, ini masih terlalu pagi" kata lucky sedikit keras, membuat keduanya tersadar bahawa ada orang lain di sekeliling mereka.

__ADS_1


__ADS_2