
mario menebas semua tumbuhan di sana di bantu lucky. walaupun sulit dengan posisi yang terus di lilit, namun usaha mereka berhasil.
mario dan lucky mengangkat peti itu dengan kuat, namun lagi-lagi sosok lain datang menyerang.
syalfa langsung menceburkan diri, setelah meminta karina menjaga giano. syalfa tau di dalam sana sedang dalam keadaan darurat sekarang.
syalfa melihat mario dan lucky yang kuwalahan menghadapi sosok tanpa tubuh. hanya gambaran seperti topeng bening dengan dua bola mata dan mulut lebar.
syalfa menyuruh keduanya membawa peti itu dan dia yang akan melawan sosok hantu topeng. tadinya mario tidak mau meninggalkannya, tapi karena paksaan syalfa dan lucky. mario akhirnya meninggalkan syalfa dengan membawa peti di bantu lucky.
tubuh syalfa di seret dengan cepat dan membentur beberapa kerak yang berada di dalam danau, tubuhnya kembali melayang - layang di air.
syalfa merasa pusing, karena tubuhnya seperti di putar- putar, syalfa menutup matanya mencoba fokus tanpa terpengaruh apapun yang di lakukan sosok topeng pada tubuhnya.
ada cahaya keluar dari tubuh syalfa berwarna kuning keemasan, membuat sosok itu terpental dan hilang entah kemana.
syalfa melihat sekeliling, saat tubuhnya kembali normal. setelah memastikan semua aman kembali, kemudian berenang naik ke permukaan.
syalfa berjalan mendekati mereka yang berdiri di dekat peti . pak hanz , andika ,dan karin sedang sibuk mengeringkan peti itu.
" syalfa, apa kamu baik- baik saja?" tanya mario memeluk tubuh basah syalfa. " iya, aku baik- baik saja" ucapnya.
__ADS_1
mario memandang lekat syalfa," ada apa? kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya syalfa heran.
" kamu sedikit berbeda, lihat warna rambutmu kenapa ujung rambutmu memiliki warna kuning ke'emasan? dan ini ada tanda di pelipismu dengan warna yang senada" ucap mario.
" benarkah" tanya syalfa terkejut, lalu melihat rambutnya yang memang ujung rambutnya berubah warna, tangannya meraba pelipisnya namun tidak merasakan apapun.
" sudah , nanti saja jika kembali kita bahas ini. yang penting kamu selamat, ayo kita ke yang lain" ajak mario menggandeng tangan syalfa erat.
"ahh, ini tidak akan cepat kering jika hanya menggunakan kain ini saja" keluh karina.
angin berhembus kencang menerpa tubuh mereka. semua orang mulai bersiaga, dedaunan kering berguguran. ranting pohon bergerak mengikuti arah angin, terdengar suara gesekan yang ranting pohon yang terus bersautan.
" aaaa, tolong.!!!.karina melayang kemudian tubuhnya masuk kedalam danau".
andika dengan cepat menyusul masuk ke dalam danau disusul mario.
syalfa mulai merasakan hawa lain, disekelilingnya. pak hanz dan lucky menatap syalfa yang sedang serius mengamati sekitar, rambutnya yang sedikit berbeda berkibar karena terpaan angin, di tambah dengan sebuah tanda di pelipisnya membuatnya seperti seorang dewi.
pak hanz dan lucky tanpa sengaja mulut mereka menganga takjub, aura syalfa terkesan berkilau sangat mempesona. cantik, tegas dan berwibawa.
mereka terkejut saat syafa mengambil sebuah pedang roh dari balik punggungnya. ternyata ada sosok siluman bertubuh manusia, kakinya memiliki 4 bagian dengan ekor berwarna hitam dan berkepala kambing menyerang mereka. ukurannya besar sebesar kerbau. syalfa menendang, menyayat beberapa bagian siluman itu. namun dengan gesit siluman kambing itu menghindar.
__ADS_1
syalfa loncat dengan menapakan kakinya ke tanah dengan keras sebagai tumpuan, tubuhnya melayang dan mendarat tepat di punggung siluman itu. syalfa mencoba mengendalikan tubuhnya agar bisa seimbang, dengan gerakan siluman kambing yang selalu memberontak.
di angkatnya pedang roh itu tinggi-tinggi dan..
JELEB
syalfa menusuk punggung itu, hingga siluman kambing mengerang kesakitan. tubuhnya bergerak kesana kemari dengan sangat cepat, syalfa terjatuh karena tidak bisa mengimbangi tubuhnya lagi.
siluman itu kemudian mulai tenang, menatap ke arah mereka tajam.
" sudahlah, sebaiknya kamu menyerah saja. kamu itu sudah SEKARAT". lucky mengucapkannya dengan nada sewot ciri khasnya.
siluman itu mengerang marah, berlari dengan cepat ke arah mereka" WEDUS NGEYEL" ucap lucky dengan bahasa jawa.
" syalfa , kamu saja ya yang hadapi. sepertinya aku terlalu lelah sehabis menyelam tadi" ucap lucky sembunyi di balik tubuh syalfa.
syalfa hanya mendengus sebentar, tapi tubuhnya mulai bersiap menatap pergerakan siluman yang berlari mendekat.
Grep
syalfa memegang kedua tanduk dengan erat, tubuhnya terdorong keras ke belakang, sedangkan lucky sudah terpental jatuh menubruk pohon di sana.
__ADS_1