
Di tempat lain
pagi harinya Andika dan Karina duduk di ruang tamu . keduanya membicarakan sesuatu yang serius.
" ada begitu banyak penderitaan dalam tangisannya seperti ada masalah besar, kita harus menolongnya Andika".
" Karina, kita mungkin bisa menolong jika ada orang disana, tapi tidak ada siapa siapa".
" aku mendengar jeritannya, tidak hanya sekali , tapi berkali kali. kamu bisa terus bicara seperti itu dan menganggap ku gila, tapi itulah kebenarannya, seperti kau yang berada di hadapanku sekarang ini".
" jika itu benar , kenapa aku tidak mendengarnya? aku memiliki pendengaran bukan?".
" kau tidak bisa melihat dan mendengar penderitaan siapapun Andika!" teriak Karina berjalan cepat mengambil botol obat dari atas lemari kecil.
Andika dengan cepat pula merebutnya ." Karina, ini lah semua pangkal masalahmu! kau tidak tidur, tetap terbangun lantaran pil ini, kau dengar dan bicara omong kosong!" kata Andika meninggikan suaranya.
__ADS_1
" aku tidak bisa tidur tanpa pil Andika" kata Karina frustasi.
" tidak usah tidur, aku akan selalu bersamamu, kita akan terus bercerita, aku akan memegang tanganmu sepanjang malam" kata andika memegang kedua lengan Karina.
Karina langsung mendorong Andika, setelah mendengar ucapan yang terlontar sari mulut suaminya.
" di saat kau seharusnya bersamaku, kau terus menjauh dariku , disaat banyak yang ingin aku bicarakan padamu , kau selalu saja diam . aku menderita dan kesepian, aku terbangun sementara kau terlelap. jika kamu bisa meneguhkan hatiku, maka hari ini juga aku tidak akan meminum pil pil ini. tapi saat ini aku belum bisa tanpa pil , aku belum bisa". ucap Karina.
Karina mengambil 3 tablet Pil dan meminumnya dengan cepat tanpa memperdulikan tatapan Andra. Andra menatap sendu kepergian Karina setelah selesai meminum pil itu.
*****
BRAAK
door
__ADS_1
angin berhembus sangat kencang , membuat pintu terbuka lebar, membuat mereka terpaksa menghentikan kegiatannya.
perasaan Karina tiba tiba gelisah" apa kau tadi mendengar suara tembakan ?" tanyanya pada Andika di sela sela deru nafasnya.
" tidak, aku tidak mendengar suara apapun" kata Andika mendekati Karin setelah menutup pintu kembali.aku akan istirahat lebih awal, aku lelah.
malam hari yang sunyi terdengar suara lorongan anjing , Karina terbangun dari tidurnya dengan nafas tersengal dan keringat membasahi seluruh wajahnya.
hah..haah..
Karina menghirup oksigen di sekitarnya dengan rakus, seakan pasokan udara di paru-paru nya seakan habis.
" sayang kamu kenapa? apa kamu mimpi buruk?" tanya Andika kaget, saat Karina terbangun. Andika melihat jendela kamarnya yang terbuka lebar, membuat angin malam masuk ke dalam kamar mereka, Andika beranjak menutup pintu jendela dan menguncinya.
" aku hanya mimpi" .ucap Karina.
__ADS_1
" baiklah sekarang tidurlah lagi ini masih larut malam, aku akan menemanimu, itu hanya mimpi, jangan di fikirkan, oke?" Andika menenangkan istrinya, dan memeluknya erat.
" tak lama , akhirnya Karina tertidur di pelukan Andika, disusul Andika yang ikut terlelap, karena memang dirinya masih sangat mengantuk akibat lelahnya bekerja.