
mobil melaju dengan kecepatan tinggi, begitu pula dengan cakaran- cakaran makhluk di atas mobil juga mulai menggila, cakarannya kini tidak hanya di lakukannya di atas mobil, tapi kaca mobil belakang pun tak luput dari cengkraman kuku tajam itu.
suara deru mesin saling bersautan dengan bunyi suara cakaran diatas mobil.
" rasya, kamu jangan gila. pelanlah sedikit, kamu akan membuat kita mati lebih awal jika seperti ini cara mengemudimu". ujar paman fikhar dengan memegang sisi mobil, tubuhnya benar- benar di buat tegang dengan tingkah kedua makhluk berbeda alam itu.
" justru aku mengemudi ugal- ugalan, agar tubuh makhluk itu jatuh dari atas sana. jika aku membawanya perlahan, dia akan lebih mudah menyerang kita".kata rasya masih fokus menatap ke depan.
" apa itu berpengaruh padanya? dia itu bukan manusia, jika berada di atas mobil akan jatuh jika cara menyetirmu seperti ini, bahkan dia mungkin bisa melayang jika dia mau" .
" lalu kita harus bagaimana? waktu kita hanya tinggal 1 hari, kita harus cepat sampai ke tempat yang di maksud syalfa".
" huh, kalau untuk alasan itu, aku setuju. tapi berhati- hati lah".
tiba- tiba dari kaca kemudi, ada sebuah kepala yang menutupi arah pandang rasya. membuatnya hilang kendali karena terkejut. mobil mereka berputar- putar setelah rasya menginjak rem mobil dengan mendadak. hingga kemudian mobil berbalik.
kening rasya berlumuran darah karena membentur setir mobil.begitu pula paman fikhar yang terkena pecahan kaca mobil.
__ADS_1
sosok wanita itu merayap hendak masuk ke dalam mobil. namun cahaya putih membuatnya mengerang panas, tubuhnya mengeluarkan asap sedikit demi sedikit , lalu sosok itu menghilang dengan erangan kesakitan.
2 laki- laki datang mendekati mobil, di bukanya paksa pintu kemudi juga pintu penumpang di sebelahnya. masing- masing menarik tubuh rasya dan juga paman fikhar keluar dari mobil dan menariknya menjauh dari sana. asap mobil semakin menebal di ikuti munculnya percikan api dari mesin mobil yang terbakar, hingga suara ledakan itu menggema memecahkan keheningan malam. beruntung di lokasi itu, jarang di lalui pengendara, karena memang tempatnya yang sepi, dengan di kelilingi lahan kosong.
kesadaran rasya juga sudah mulai menghilang, tapi pandangannya sempat menangkap sosok laki- laki yang telah menyelamatkannya, walaupun tidak terlihat jelas wajah sang penyelamat.
begitu pula dengan paman fikhar, yang memang lebih dulu hilang kesadaran sebelum tubuhnya di tarik keluar.
***
matahari menyinari sebuah kamar yang luas bercat putih itu. perlahan sepasang mata mengerjap- ngerjap menyesuaikan cahaya yang mengganggu penglihatannya ." uuh, dimana aku" ucapnya sembari memegang kepalanya yang berdenyut, tangannya meraba keningnya yang ternyata sudah berbalut perban. di lihatnya kamar bercat putih itu, tidak banyak barang di sana, tapi kamar itu cukup luas. kini pandanganya menangkap tubuh yang terbaring sepertinya. " paman fikhar" gumamnya lirih.
" apa kami sudah aman sekarang dari kejaran makhluk-makhluk itu? apa ini hanya sementara?" ucapnya.
CEKLEK
terdengar pintu terbuka dari luar, seorang lelaki berusia lanjut memasuki kamar.
__ADS_1
" kamu sudah sadar?" tanyanya sembari mendekat ke arah ranjang.
" kamu siapa?"
" namaku rajas, bagaimana keadaanmu sekarang? dan siapa namamu?".
"aku jauh lebih baik, namaku rasya".
" bagaimana kamu bisa berurusan dengan makhluk gaib itu?"
" jadi kamu orang yang telah menyelamatkan kami? bagaimana kamu bisa tahu, kami di kejar makhluk gaib?".
"aku bisa melihatnya juga".
" benarkah? apa makhluk itu masih mengejar kami hingga kesini?".
"kemungkinan iya, bagaimana kalian bisa bisa berurusan dengan mereka?".
__ADS_1
" entahlah, saya tadinya datang kesana bersama ayah, kami di hubungi temannya yang tidak lain adalah pemilik kampus. entah misteri apa yang ada disana , hingga banyak sekali korban yang sudah berjatuhan dan sekarang banyak orang yang masih terjebak disana dan berjuang untuk segera bebas. tadinya kami akan pergi bertiga dengan ayah. tapi ayah menolak karena masih merasa bertanggung jawab atas khasus lain. "