Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Terinjak


__ADS_3

selang 5 menit setelah semuanya bersembunyi, benar saja datang 3 makhluk burung dengan tubuh besarnya terbang ke arah hamparan mayat manusia .


mereka membawa mayat- mayat manusia dan melemparkannya begitu saja.


BRUUK


salah satu mayat mengenai tubuh daren , untung saja posisinya tengkurap. sakit tapi mungkin itu lebih baik karena posisinya yang tengkurap, apa jadinya jika dia memilih posisi terlentang sebelumnya. kali ini pilihannya tepat pikir daren.


mario, syalfa, andika ,ike dan mail yang terlentang bisa dengan jelas melihat bagaimana bentuk makhluk itu, dari awal datang sampai sedekat saat ini.


dua makhluk burung itu langsung mencukil mata mayat yang baru mereka bawa dengan jari- jarinya dan kukunya yang tajam.


hingga kedua bola mata itu tertancam di kedua kuku jari tangannya, di masukannya kedua mata itu ke dalam mulutnya yang lebar ." mata manusia memang sangat enak dan gurih, aku menyukainya" kata salah satu makhluk itu dengan mengunyah penuh nikmat hingga decapannya terdengar jelas oleh syalfa karena posisinya yang paling dekat dengan makhluk itu.


syalfa bisa dengan jelas melihat mulut itu mengunyah dengan cepat, ada cairan berwarna merah bercampur lendir membuatnya mual, syalfa melirik ke arah lain, karena tidak sanggup lagi melihat kelakuan kedua makhluk itu.

__ADS_1


sedangkan satu makhluk burung sedang berjalan menginjak para mayat yang sudah beberapa hari di sana.


bahkan kaki makhluk itu pun menginjak tubuh pak hanz, beruntung pak hanz berada di bawah tubuh para mayat, tapi tetap saja merasa sakit dan sesak secara bersamaan, karena beban di atas punggungnya, apa lagi makhluk itu sangat besar.


" kamarilah, nikmati makanan ini, sebelum tuan menyuruh kita lagi" panggil salah satu makhluk itu yang di dengar jelas oleh semua teman- teman syalfa. tapi hanya syalfa yang paham apa yang mereka katakan, sedangkan yang lain tidak tahu bahasa mereka sama sekali.


makhluk yang merasa di panggil temannya berjalan mendekat dan mulai ikut menikmati makanan yang mereka bawa.


pak hanz langsung menghirup banyak- banyak udara di sekitar nya, setelah beban di punggungnya terasa tidak seberat sebelumnya.


setelah merasa puas dengan makanan yang di santapnya ketiga makhluk itu kembali terbang meninggalkan tempat hamparan para mayat itu.


karina, gea dan riyan keluar dari tubuh mayat itu menatap semua teman- temannya yang mulai bangkit dari persembunyiannya.


pak hanz, daren dan ike langsung berlari ke sembarang arah untuk mengeluarkan isi perutnya yang sedari tadi mereka tahan. sedangkan syalfa juga merasa mual namun tidak mengeluarkan apapun dari mulutnya.

__ADS_1


" kalian tidak apa- apa?" tanya riyan mendekati ketiganya setelah mereka kembali bergabung dengan teman- temannya.


" iya, sekarang jauh lebih baik" jawab daren.


" sungguh, aku tidak tahan dengan baunya" kata pak hanz,yang memang terpaksa menghirup banyak- banyak oksigen di sekitar para mayat. karena merasa sesak akibat punggungnya di injak makhluk burung tadi.


" baiklah , kalau kalian sudah baik- baik saja, sebaiknya kita segera melanjutkan perjalanan" kata riyan yang kini memimpin perjalanan mereka.


" apa masih jauh?" tanya mario.


" tidak, kita hanya harus melewati tanah tandus ini kemudian masuk ke hutan kembali dan melewati sungai sekali lagi, goa itu berada tidak jauh dari sungai yang nanti kita lewati" jelas riyan yang di balas anggukan mengerti oleh mario.


" apa sungai? kita melewati sungai? apa sungai itu ada airnya?" tanya lucky antusias, begitu juga yang lain, langsung memasang wajah cerianya.


" iya, tentu saja.. tanah tandus tanpa makhluk hidup dan air hanya ada di lokasi sini saja, selebihnya tentu ada air dan pohon- pohon yang rindang, hanya saja kita harus lebih berhati - hati karena kita sudah mulai mendekati tempat dimana upacara itu di laksanakan dan di sekitar tempat itu pasti banyak sekali makhluk lain yang berjaga" kata riyan.

__ADS_1


__ADS_2