
"waaah, buah jeruknya banyak sekali, dan itu mangganya banyak yang sudah matang" kata Rania girang sambil menunjuk pohon mangga di pojok kanan.
" kenapa kalian malah berdiri disini?" seru seseorang dari belakang mereka.
syalfa dan Rania menoleh bersama ke belakang mereka.
"huuuh , pak Hanz mengagetkan kita saja" kata Rania pelan.
" bagaimana? apa sudah ketemu?" tanya syalfa menatap keduanya.
"tidak, villa masih bersih dan rapih, tidak ada yang aneh, tidak ada pak Ujang juga disana" jawab Rasya.
" hanya kebun buah ini yang belum kita lihat" kata syalfa menatap kebun di depannya.
" ayo! "
syalfa berjalan masuk ke kebun buah terlebih dahulu, disusul Rania, Rasya dan pak Hanz di belakangnya.
mereka berjalan perlahan menatap banyaknya pohon jeruk yang sudah berbuah lebat dan pohon mangga yang di tanam di setiap ujung pohon jeruk itu.
" jeruk ini sudah matang, bolehkah aku memetiknya?" tanya Rania memegang buah jeruk itu.
__ADS_1
"berhentilah bertingkah Rania, ini bukan waktunya untuk menikmati buah jeruk" kata syalfa menatap Rania tajam.
" baiklah" jawab Rania cemberut.
mereka berjalan perlahan menatap sekeliling, beruntung pak Ujang menanam setiap pohon dengan jarak cukup jauh, sehingga ada celah yang cukup lebar membuat pandangan mereka tidak terhalang apapun.
syalfa menajamkan penglihatannya saat melihat ada tubuh manusia di dekat pohon mangga paling ujung.
syalfa berjalan mendekat , dilihatnya tubuh laki laki yang menurutnya usianya sama dengan pak Hanz.
" pak Ujang" pekik Rania kaget melihat tubuh yang ada di hadapannya.
pak Hanz memegang leher dan pergelangan tangan pak Ujang memastikan tubuh itu masih bernafas atau tidak.
syalfa berjongkok dan mendorong tubuh pak Ujang yang tengkurap agar menjadi terlentang menghadapnya.
syalfa melihat ada bekas cekikan di leher pak Ujang.
syalfa langsung berdiri mengedarkan pandangannya , saat tubuhnya bereaksi.
syalfa berjalan perlahan mendekat ke arah pohon mangga di sebelahnya. dilihatnya ada seseorang di balik pohon mangga itu, syalfa mendekati orang itu.
__ADS_1
tiba tiba seorang wanita menatap ke arahnya, syalfa tertegun saat wajah itu menatapnya. mata itu semua berwarna putih, banyak sekali luka pada tubuhnya dan darah yang sudah mengering di bibirnya.
wanita itu menyerang syalfa dengan membabi buta, syalfa yang belum siap dari keterkejutannya dengan warna mata wanita itu , terjatuh di tanah dengan memegang dadanya akibat pukulan dari wanita itu.
wanita itu mencekik syalfa membuat tubuhnya terangkat perlahan, syalfa terus melawan dan berusaha melepas cekikan di lehernya.
buuugh
syalfa terjatuh, saat dirinya berhasil membebaskan diri. syalfa bisa merasakan sosok sapa berada di dalam tubuh ini.
" syalfa, tangkap" teriak Rasya memberikan sebuah pedang roh.
syalfa dengan cepat menangkap pedang itu, menyerang balik wanita di hadapannya.
syalfa memukul kaki dan perutnya dengan sangat cepat dan terakhir menggunakan pedangnya.
Craaas.
"aaaaaaaaaakh, ''teriak perempuan itu memegang perutnya yang terluka cukup dalam.
syalfa sengaja hanya membuatnya terluka cukup parah, tanpa membunuhnya. syalfa hanya ingin membuat sosok itu keluar dari tubuh wanita itu.
__ADS_1
"aaaaaa, aku sudah terbangun!!, aku sudah bangkit! aku tidak akan mengampuninya!, dia pasti akan datang !, mereka semua di bangkitkan!,akan bangkiiiit!, tak akan kuberi ampun! tak akan!, kau lihat apa haah! kau pikir bisa menghentikanku! tidak tidak! aku sudah terbangun! aku sudah bangkit!" teriak wanita itu.