Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
daging ular


__ADS_3

semua orang sudah bersiap di posisinya masing- masing.


mario memegang sebuah pedang yang tajam dan panjang, tangan kirinya memegang sebuah tali dari kepangan ilalang tumbuhan yang mereka dapat, begitu pula dengan lucky kali ini dia tidak menggunakan ketapel kebanggaanya, sekarang dia menggunakan pedang yang sama seperti mario. sedangkan daren, pak hanz, mail dan didi memegang sebuah belati tajam.


mario membakar daun itu, setelah mengeluarkan asap cukup tebal, mario mematikan apinya, lalu berlari bersembunyi di balik pohon.


ike, moly ratih dan syalfa tidak di perbolehkan untuk ikut dalam penjebakan ini. apa lagi syalfa, dengan sikap mario yang semakin overprotektif terhadapnya. mario melarang keras syalfa melakukan apapun kali ini, takut jika gadisnya akan terluka.


namun bukan syalfa namanya jika tidak keras kepala, syalfa kini sudah berada di atas pohon yang cukup tinggi dengan busur panah di punggungnya.


setelah beberapa saat menunggu akhirnya seekor ular datang mendekat ke arah lubang yang mereka buat. mario melemparkan tali tepat di leher ular itu, ditariknya kuat tali dan mengikatnya ke sebuah pohon besar, sedangkan lucky dan yang lain sudah menyerang bersamaan dengan membabi buta.


begitupula dengan syalfa, setelah melihat mario berhasil memasukan tali ke leher ular itu, dengan cepat syalfa membidik kedua mata ular besar itu dengan panah beracun, membuat ular itu mendesis keras kesakitan.


mario mengikuti datangnya arah panah itu berasal dan menemukan kekasihnya bertengger di atas pohon.


mario mendengus kesal, lalu berlari memanjat pohon dengan cepat dan melompat tepat di kepala ular besar, laku menancapkan pedang tajam kepala ular itu. membuat ular besar terkapar di tanah dengan luka tusukan di sekujur tubuhnya.


setelah memastikan ular itu tewas, mario mendekat ke arah pohon dimana kekasihnya berada.


" cepat turun!" teriak mario mendongakan wajahnya ke atas.


" aku tidak bisa turun ka, bantu aku" rengek syalfa.


hugh


mario mendengus kembali" bagaimana bisa, kau tidak bisa turun sedangkan kau bisa memanjat!?"

__ADS_1


" tadi karena aku reflek saja, sekarang bantu aku" rengek syalfa lagi.


" loncat saja" kata mario enteng.


" kamu gila, ini sangat tinggi" kata syalfa kesal.


" iya kenapa kamu naik pohon setinggi itu, jika tau tidak akan bisa turun".


" bagaimana aku bisa membidik kepala ular sialan itu jika aku tidak naik cukup tinggi" pekik syalfa ketus.


" iya sudah loncat saja, aku akan menangkapmu" kata mario.


" benarkah!?" tanya syalfa ragu.


" hemm" jawab mario.


syalfa meloncat ke arah Mario dan...


mario menangkap syalfa kedalam pelukannya, " ayo sekarang turunlah, semakin hari kamu semakin berat saja" kata mario menatap syalfa yang masih betah di menyender di dada bidangnya dengan mata yang tertutup.


mendengar perkataan mario, syalfa langsung membuka matanya, dan loncat turun dari gendongan mario dengan wajah yang di tekuk.


mario yang melihat itu, terkikik geli dengan tingkah menggemaskan kekasihnya.


mario berjalan tergesa mendekat ke arah syalfa dan menggenggam tangan syalfa erat. syalfa hanya menoleh sekilas tanpa menolak perlakuan mario terhadapnya .


mereka berjalan mendekati teman temannya yang sudah duduk berkumpul di balik pohon dengan daging ular di hadapannya.

__ADS_1


" syalfa, aku sudah memotong daging ular itu , jika kita menyalakan api apa itu aman, kami akan memanggang daging ular ini" kata daren.


" sebentar" kata syalfa berjalan mundur, lalu mengarahkan tangannya pada udara dan berjalan mengelilingi teman- temannya.


setelah menatap cahaya ke emasan itu terpasang dengan kuat, syalfa duduk di sebelah mario.


" kalian boleh menyalakan api sekarang" kata syalfa.


lucky, daren , mail dan pak hanz memanggang daging ular itu, begitu juga dengan mario.


setelah semuanya matang, mereka mematikan api yang baru mereka gunakan untuk memanggang daging ular.


" sudah matang, ayo kita makan setelah ini kita harus lanjutkan perjalanan kembali" kata pak hanz.


semua orang nampak menikmati daging ular itu, tapi tidak dengan syalfa, ike dan moly mereka tampak diam memandang daging ular di hadapannya.


" kenapa hanya di lihat saja, cepat makan lah apa kalian tidak lapar?" tanya lucky kepada syalfa, ike dan moly.


"aku lapar, tapi ini..." kata ike.


" anggap saja itu daging ayam atau ikan panggang" kata daren enteng.


" ini, makan lah! coba dulu sedikit dan bayangkan saat akan memakannya dengan makanan kesukaanmu" kata mario memberikan daging ular pada syalfa.


syalfa menurut memejamkan matanya, membayangkan ayam panggang lalu menggigitnya pelan.


syalfa mengunyah perlahan lalu membuka matanya menatap mario.

__ADS_1


" bagaimana?" tanya mario.


" tidak buruk" jawab syalfa lalu memakan daging itu kembali.


__ADS_2