
Rania kwalahan menghadapi 30 orang yang kerasukan .
ada yang memanjat dinding, ada juga yang mengamuk, menangis dan masih banyak lagi, " bagaimana ini, kenapa jadi begini?" kata bella bingung melihat teman dan dosen mereka yang kerasukan.
" yang berada disini tidak masalah, biar aku tangani. kalian seret yang berada di luar aula dan bawa kesini sebelum jam 5 sore" ucap rania.
daren ,bella dan melani mereka semua berjalan keluar mencari mahasiswa lain yang kesurupan dan masih berada di luar ruangan.
daren menarik tubuh seorang lelaki yang berada di atas pohon, sedang memakan daun dan bunga.
melani menarik narik seorang mahasiswi yang mencakar dinding sampai kuku- kukunya mengeluarkan darah. sedangkan bella menyeret dosen donna yang sedang membenturkan kepalanya pada dinding.
mereka membawanya dengan susah payah masuk ke dalam aula.
" apa semuanya sudah disini, cepat ikat mereka! kunci semua pintu " perintah rania yang di ikuti semuanya.
rania berjalan mendekat ke arah para mahasiswa yang terikat juga 5 orang dosen yang juga kesurupan.
" ha ha ha, sebentar lagi kalian akan menjadi seperti kami, kalian akan MATI!!" ucap miss donna yang tengah kesurupan.
__ADS_1
"diam!! dasar arwah tidak tau diri, apa kalian mau terus seperti ini? apa kalian tidak ingin melanjutkan perjalanan kalian dengan tenang". ucap rania geram.
"tidak, disini sangat menyenangkan. kami bisa mengganggu manusia yang munafik seperti kalian" ucap salah satu siswi.
" ck, justru manusia lebih mulia dari pada kalian para arwah yang PENGECUT! beraninya main di belakang seperti sekarang ini. memuakan!!" ucap rania dengan sinis.
" kau!! lepas! aku akan segera membunuhmu sekarang juga!" teriak miss donna.
" baik , aku akan lihat! setelah ini apa yang bisa kau lakukan! arwah pengecut!" rania memegang kepala miss donna dan membaca sebuah doa.
"aaakh kurang ajar! sakit lepas! aku akan membunuhmu! kau pasti akan mati setelah ini! aakh". miss donna pingsan saat sosok di dalam tubuhnya keluar dan menghilang.
rania melakukan hal yang sama pada yang lain. . bella, daren, diana, melani, pak robert, dosen dahlan dan yang lain melepas ikatan semua orang yang sudah jatuh pingsan.
" iya, paling mereka butuh makanan dan minuman juga istirahat setelah ini" ucap rania.
" aku benar- benar takut, mereka akan kembali dan mengganggu kita lagi" seru pak robert.
" berdoa saja, ini tidak akan terulang kembali pak" ucap rania.
__ADS_1
" sepertinya akan ada hal yang lebih buruk akan terjadi" gumam rania dalam hati.
BRAK
pintu di buka dengan kasar, membuat rania dan yang lain terlonjat kaget.
syalfa diikuti yang lain masuk ke dalam aula dengan wajah khawatir.
" apa ada sesuatu yang terjadi? apa kalian terluka?" tanya syalfa menatap mereka semua khawatir.
" iya, beberapa orang kesurupan, tapi sekarang semua sudah baik- baik saja" jelas rania.
" bagaimana itu bisa terjadi? apa kalian semua berada di luar aula ini?" tanya syalfa.
" ada beberapa di luar sedang mengantri mandi, tapi lebih banyak yang berada di aula, tapi kerasukan itu terjadi juga kepada kita yang berada di dalam sini".
" ini sudah tidak aman, apa kita perlu membuat pelindung kembali?" tanya syalfa pada rania, syalfa benar-benar sudah tidak bisa berfikir lagi . rasa khawatirnya lebih besar.
" sepertinya itu percuma syalfa, pintu ghaib sudah tertutup , kita itu hanya seorang tahanan dan mereka tuan rumah, kekuatan kita tidak sebanding dengan mereka, apa lagi lingkungan ini sudah jelas menambah kekuatan mereka, aku bisa merasakan aura arwah yang merasuki tubuh teman- teman kita. walaupun mereka hanya arwah biasa, yang di liputi amarah, dendam dan iri, tapi aura mereka cukup kuat" jelas rania.
__ADS_1
" lebih baik kita semua makan malam, kita lanjutkan lagi besok saja, kita perlu istirahat yang cukup" ucap pak hanz.
" baiklah, kita bahas besok" ucap syalfa yang di setujui semua orang.