
bola itu berhenti di sebuah ruangan pengap, di sekelilingnya ada 4 lorong.
"ada apa syalfa, kenapa bola itu berhenti disini?". tanya rania.
syalfa mengambil bola itu dan di memasukannya ke dalam tas, syalfa diam menatap ke ujung ruangan itu.
syalfa melihat ada sosok yang mengintip di salah satu lorong, yang mungkin itu lorong yang akan di tuju bola petunjuk, namun ada nya sosok itu, bola itu berhenti bergerak, karena energi negatif yang di pancarkannya.
" syalfa, aku merasakan aura negatif, cukup kuat di dekat sini" bisik rania.
"aku tahu" jawab syalfa.
syalfa berjalan mendekat, mencoba berkomunikasi dengannya.
" kami hanya ingin lewat , tolong beri jalan" kata syalfa menatap sosok itu.
"aku di tugaskan untuk menjaga tempat ini, kalian tidak bisa masuk, pergilah!!".
"siapa yang memberimu tugas?" tanya syalfa penasaran.
" itu bukan urusanmu".
"tentu itu juga urusanku, karena ulah kalian kami terjebak disini".
__ADS_1
"kami tidak pernah mengganggu, kami hanya menjalankan tugas untuk menjaga tempat ini".
" aku juga sedang menjalankan tugasku" jadi menyingkirlah dan biarkan kami masuk.
" kalau begitu, hadapi aku!" kata sosok itu menyerang syalfa.
syalfa mundur , saat sosok itu terbang hendak mencekiknya, namun kemudian sosok itu menghilang dan kembali muncul dari arah atas kepala syalfa, memegang kepala syalfa kuat dan melemparkannya ke dinding ruangan itu.
WUUUSSH
BRUAK
syalfa!! teriak mereka semua, yang melihat tubuh syalfa terangkat dan terlembar membentur dinding dengan keras.
"apa hanya itu yang kau bisa!" ejek syalfa, menyeka darah di keningnya.
" apa kau baik baik saja? tolong buka mata batinku, agar aku bisa melihatnya" ucap mario, memegang kedua bahu syalfa.
" syalfa mengangguk mengiyakan, kemudian membuka mata batin mario".
kini mario bisa melihat sosok yang menyerang kekasihnya, mario tidak takut atau terkejut melihatnya, kini dia sudah mulai terbiasa dengan wajah dan bentuk aneh sosok sosok yang di lihatnya .
mario berdiri dan mendekat, dia mulai berusaha melawan sosok itu dengan kekuatan yang ada di dalam tubuhnya.
tubuh mario memancarkan cahaya berwarna biru dengan sangat terang, membuat sosok itu menutup matanya , cahaya itu terasa menyakiti matanya.
__ADS_1
" aaakh, kau sangat panas, aku tidak menyukaimu!!"
" ayo, lawan aku!!" teriak mario maju ke arah sosok itu.
syalfa berdiri, mendekat ke arah mario dengan perlahan.
sosok itu berusaha membuka matanya kembali, namun cahaya itu sungguh sangat menyiksanya.
"aaaaaaaaaakh, ku bunuh kau!!" teriaknya mendekat ke arah mario, dengan memejamkan matanya yang mulai mengeluarkan cairan berwarna hitam, tangannya yang panjang, dengan kuku kukunya yang hitam mengarah ke arah mario dan syalfa.
CERAAZZ
syalfa memangkas tangan itu dengan pedang roh yang di bawanya, membuat sosok itu berteriak kesakitan. "mario sekarang tugasmu" kata syalfa, mario mengangguk paham.
mario menatap sosok itu dan mengarahkan tangan kanannya, membuat sosok itu bergelinjang hebat dan lenyap menjadi asap.
rania,rasya dan giano, ketiganya mendekat ke arah mario dan syalfa , saat keduanya di pastikan telah selesai melawan sosok itu.
" apa kalian baik- baik saja?" tanya giano.
mario dan syalfa hanya menggangguk sebagai jawaban.
" syalfa , sebaiknya mata batin kita semua di buka kembali , untuk berjaga kejadian seperti ini terjadi lagi, agar kita bisa melindungi satu sama lain" kata rania.
" hemm, baiklah" ucap syalfa membuka mata batin mereka satu per satu.
__ADS_1