
di ruang rawat inap, Andika menemani Karina. mereka sama sama terdiam beberapa saat.
"haruskah kau menghukumku seperti ini? bagaimana jika kau mengalami sesuatu".
"sampai kapan kita menipu diri sendiri? aku muak bertengkar sepanjang waktu , sudah saatnya kita berpisah Andika, mari kita bercerai".
" jangan katakan itu Karina, aku sungguh menyesal , maafkan aku untuk semuanya".
" tidak ada gunanya , kau bukanlah Andika yang sama lagi, kau bukanlah lelaki yang aku cintai. hanya dalam waktu satu tahun , kau telah sangat berubah Andika, sebenarnya apa yang membuatmu begini?".
" Tolong beri aku kesempatan. satu kesempatan yang aku butuhkan, mari kita pergi ke tempat yang jauh dari sini, tempat hanya ada aku dan kamu, tanpa pekerjaan, telfon dan lain sebagainya".
" bagaimana pekerjaanmu disini? "tanya Karina tanpa memandang suaminya.
" aku tidak peduli, mereka bisa menunggu, aku tidak mau kehilangan dirimu lagi. kau lebih suka kemana? new York, Paris, kemana saja! aku ingin membawamu ke suatu tempat. tempat hanya ada kita berdua".
Karina diam mendengarkan Andika tanpa menatapnya sama sekali. Karina memikirkan sesuatu, tiba tiba matanya menatap lukisan yang berada di ruangan itu. lukisan sebuah hutan.
"Indonesia " kata Karina menatap wajah Andika.
" aku ingin mengulanginya lagi disana , disana tempat kita awal bertemu, disana tempat kita memadu cinta". kata Karina menatap dalam suaminya.
__ADS_1
Andika diam sesaat memikirkan permintaan istrinya" baiklah, aku akan pesan tiket kita segera" ucapnya, lalu mencium kening Karina dengan sayang.
.........
Karina dan Andika tiba di Indonesia pagi hari . Andika mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang ke sebuah Vila.
Karina duduk dengan tenang di samping kemudi, menatap pemandangan alam yang indah, lalu
pandangannya tertuju ke arah hutan, dia merasa aneh pada hutan itu, entah apa, tapi perasaannya tak nyaman.
"mungkin karena aku sudah lama tidak melihatnya" gumamnya lirih.
"aku sangat merindukan tempat ini, udaranya sangat sejuk" ucapnya melangkahkan kakinya masuk ke dalam vila.
Karina melihat ke setiap ruangan , sekelebat kenangan bersama suaminya dulu muncul di hadapannya.
saat suaminya pertama kali memasak untuk makan malam mereka berdua, mengerjakan pekerjaan rumah bersama diselingi canda dan tawa dan saat menyiram tanaman bunga , mereka berlari saling membalas kelakuan jahil satu sama lain dengan menciptakan air ke wajah mereka.
Karina tersenyum mengingat kenangan masa lalu mereka yang dulu sangat harmonis dan romantis.
" kenapa kau berdiri di sini sayang?" tiba tiba Andika memeluk Karina dari belakang, membuat Karina terkejut sesaat.
__ADS_1
" apa semua sudah selesai" kata Karina memegang tangan Andika yang melingkar di perutnya.
" iya, semua barang kita, sudah aku pindahkan ke dalam kamar" jawab Andika dengan menciumi tengkuk istrinya.
" eemm, aaah aaandika " ******* kecil terdengar dari bibir Karina, karena Andika terus mencium tengkuknya.
tangan Andika mulai bergerak gerak menjamah setiap inci tubuh istrinya.
"ssssttt, aaaah jaangan disini".
Karina mencegah tangan jahil Andika, yang mulai memasuki kaos yang di kenakannya.
Andika membalikan tubuh Karina agar menghadapnya, lalu mencium bibir ranum istrinya dengan lembut.
Karina memejamkan matanya membalas ciuman yang di berikan Andika dan melingkarkan kedua tangannya pada leher suaminya.
Andika yang mendapatkan balasan dari Karina, segera menggendong istrinya ke sebuah kamar tanpa melepaskan ciuman mereka.
braaaak
Andika menutup pintu kamar dengan kakinya.
__ADS_1