Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Rahasia yang terungkap


__ADS_3

Di tempat lain.


" andika, sebenarnya apa yang terjadi, kau pasti tahu sesuatu, tolong! aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini".


andika diam, tanpa berniat menatap wajah istrinya, dirinya sendiri saja masih bingung, apa benar ada arwah di rumahnya?.


"andika!! kenapa kau diam, jawab aku!" bentak karin lagi.


"apa kau ingin aku mati di bunuhnya!" teriak karina lagi yang sudah tidak tahan dengan diamnya andika.


"diamlah karina, itu tidak akan pernah terjadi" ucap andika.


"kalau begitu ceritakan! aku tahu kau pasti tau sesuatu,aku sudah sangat mengenalmu andika".


"dia bernama fadhiya, adik tiriku yang ku bunuh beberapa tahun yang lalu".


" apa!!" teriak karina terkejut,begitu pula nisa dan paman andika yang baru tahu dengan semua ini.

__ADS_1


" fadhiya? kenapa aku baru mendengar namanya? lalu kenapa kau membunuhnya andika" ucap karina frustasi.


" dia yang telah membunuh ibuku terlebih dulu, dia menjadikan ibuku sebagai tumbal, semenjak dia kuliah di kampus yang tidak jauh dari sini, dia diam diam menganut ilmu hitam, dan saat itu aku melihatnya memberikan tubuh ibuku pada seseorang , aku tidak bisa mencegahnya, karena jika aku melakukan itu, aku malah yang akan terperangkap. saat dia kembali ke villa tempatnya menginap aku bertengkar hebat dengannya disana, karena aku emosi, aku membunuhnya dengan cara menembaknya. membuat darah itu berceceran di setiap sudut ruangan, dan lampu di sana.aku beruntung, seorang pekerja disana membantuku memasukan tubuh fadhiya ke dalam peti dan merantainya, kami membuangnya ke danau hutan terlarang ."


" kau benar benar gila andika" teriak karina tidak habis fikir.


" dia yang lebih gila, jika dia masih hidup, akan banyak korban karenanya". ucap andika.


" lalu, kita harus bagaimana sekarang? " tanya karina yang sudah bingung, juga syok mendengar kebenaran dari andika.


" tidak mungkin, andika sudah menghajarnya habis - habisan di depan banyak orang". saut paman andika.


"andika!!! kau benar- benar keterlaluan! " bentak karina lagi .


semua orang diam, memikirkan jalan keluar lain.


" bagaimana kalau kita menyusul prof.hanz, bukankah dia ada di kampus itu? dan letaknya tidak jauh dari villa yang andika maksud." usul nisa kembali .

__ADS_1


" apa? apa mereka cari mati, berani sekali mendaftar ke kampus itu, ataupun datang kesana, kampus itu seperti terkutuk.bahkan semua orang aku rasa sudah tahu" kata andika.


" hah, lalu bagaimana dengan kita? datang ataupun tidak, nyawa kita juga terancam andika" kata karina.


" ayuk, kita temui prof. hanz, kita berangkat sekarang saja" kata karina.


semua orang mengangguk setuju, kecuali andika. mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan yang sepi , tanpa arus kendaraan.


mobil mereka melewati barisan pohon besar yang di kelilingi kabut, suasana gelap menambah suasana semakin mencekam.


suara burung hantu mengiringi keheningan malam, dengan angin berhembus dengan cukup kencang, membuat udara di sekitar menjadi dingin. sebuah lahan yang luas pemandangan mereka selanjutnya, hingga mobil mereka melewati 4 lahan , sebuah gedung yang berdiri kokoh itu mulai terlihat.


" apa itu kampus yang kamu maksud?" tanya paman andika menatap keponakannya.


" iya, itu kampusnya"jawab andika singkat.


mobil kemudian melewati sebuah pagar ucapan selamat datang dengan tulisan sebuah nama kampus disana.

__ADS_1


__ADS_2