Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Penghianatan di akhir hidupku


__ADS_3

Gea pov


aku mengendarai mobilku dengan kecepatan tinggi, aku mulai bernafas lega, karena aku sudah berhasil keluar dari tempat mengerikan itu.


sebenarnya aku tidak tega meninggalkan mereka di dalam kampus itu. tapi aku sendiri juga menyadari bahwa aku juga tidak aman saat ini.


aku menghentikan mobilku, saat lampu lalu lintas. berwarna merah. pandanganku kini fokus pada dua orang sedang menyebrang tepat di depan mobilku berhenti, " Billy" ucapku lirih. tatapanku mengikuti kemana mereka pergi ternyata mereka pergi menuju ke sebuah restoran yang tak jauh dari sana.


lampu kini sudah berganti menjadi warna hijau, niatku untuk pulang aku urungkan. aku memilih mengikuti billy tunangan ku itu. kami sudah menjalani hubungan 5 tahun, setelah pacaran cukup lama, kami memutuskan untuk bertunangan.


aku memarkirkan mobilku sedikit jauh dari restoran seafood itu. billy memang sangat menyukai makanan seafood.


aku mengikuti langkah mereka dari jarak sedikit jauh. aku melihat tangan billy yang berada di pundak seorang gadis. begitupula tangan gadis itu melingkar di pinggang tegap billy, sesekali kepalanya menyender pada bahu billy, kemudian billy mencium puncak kepala gadis itu lembut. hatiku sakit melihat kemesraan mereka, aku tidak menyangka billy akan menghianatiku. " kenapa kamu lakukan ini billy, apa ini cintamu kepadaku selama ini. hanya 2 bulan kita tidak bertemu dan memberi kabar, dengan cepat kamu sudah mendapatkan penggantiku" ucapku meneteskan air mataku.


" aku berjalan lebih cepat, aku benar-benar ingin tahu siapa wanita yang berada di dekapan billy".


" billy" panggilku.

__ADS_1


membuat keduanya menoleh ke arahku, mereka kaget melihat kedatanganku. dengan cepat billy mendorong tubuh gadis itu, sedangkan aku masih mematung di tempatku berdiri. " kalian...ja..di ..kalian berpacaran?! kalian menghianatiku!, akuu benci kalian! termasuk kamu billy, hanya 2 bulan kita tidak bertemu dan memberi kabar , tapi kamu langsung mendapatkan penggantiku! sedangkan kita sudah lebih dari 5 tahun bersama, jadi ini kata cinta dan janji setiamu itu!! aku berteriak tanpa menghiraukan tatapan semua orang yang menatap kami bingung.


" dan kau ! tunjukku tepat di depan wajah gadis itu. sahabat macam apa, yang merebut tunangan sahabatnya sendiri!! dasar wanita murahan!" aku menampar pipi bianca dengan keras, lalu aku juga menampar pipi billy.


setelah puas meluapkan amarahku aku berbalik..aku mataku melebar melihat sosok hitam berdiri di ujung ruangan.


aku segera berlari kencang, dengan kaki yang terasa lemas. karena memang aku belum makan apapun sejak keluar dari kampus.


" Gea, tunggu!! dengarkan dulu penjelasan aku sayang!!" teriakan billy terdengar keras memanggil - manggil namaku.


" aku menoleh ke arah belakang, billy sedang berlari mengejarku, tapi bukan billy yang ku tatap , tapi sosok hitam itu melayang mendekat ke arahku.


" tolong jangan sekarang, aku belum bertemu mamah , papah juga kakak" ucapku dalam hati dengan bibir bergetar menyebut nama mamah, papah dan kakaku.


aku kembali menoleh, sosok itu sangat dekat denganku. tiba - tiba tangan sosok itu memanjang mendorongku ke tengah jalan.


TInn...tIiin..

__ADS_1


terdengar suara klakson mobil, memperingati bahwa akan melintas, seakan menyuruhku minggir. tapi tubuhku terasa kaku, bahkan aku tidak bisa berteriak.seakan ada yang menahan suaraku untuk keluar.


" GEA, AWAAAS!!!"


aku hanya bisa mendengar teriakan billy yang memperingatiku. setelah itu tubuku terasa melayang, aku menatap sosok hitam yang berada di atas tubuhku, sosok itu duduk diatas perutku. dengan mata merah dengan bulu- bulu hampir di seluruh tubungnya.


BRUAK


BAAK


tubuhku membentur pembatas jalan, lalu mendarat di aspal.


aku merasakan kepalaku sakit ada banyak cairan yang keluar dari belakang kepalaku. dadaku sangat sesak. sosok itu masih duduk diatas tubuhku, tangannya terulur ke sela- sela leherku. membuatku merasa cekikan kuat pada leherku.


" aku menatap billy sendu, begitu pula billy. dia menangis meraung - raung meminta maaf padaku, terus menerus memanggil namaku. hingga kemudian mataku terpejam, aku menghembuskan nafas terakhirku."


" aku keluar dari tubuhku yang sudah terbujur kaku di pelukan mantan tunanganku". sebelumnya sosok itu sudah pergi entah kemana.

__ADS_1


kini aku berdiri, bersembunyi di dalam mobil seseorang. menatap billy yang masih menangisi kematianku." aku harus pergi mencari tempat yang aman, setelah itu. aku menemui mamah, papah dan kakak. kemudian aku akan membantu teman- teman juga syalfa di sana".


__ADS_2