
waktu menunjukan pukul 4 sore, semua orang sudah berkumpul di aula kampus.
syalfa menyuruh mereka untuk satu ruangan kembali.
" apa semuanya sudah disini?" tanya Rania pada lucky.
" iya, kami sudah memeriksanya".
" apapun yang terjadi aku harap kalian tetap berada di ruangan ini, jika kalian mendengar suara minta tolong, atau suara aneh lainnya dari luar ruangan ini, jangan kalian hiraukan. apa kalian mengerti?" tanya syalfa.
" iya, kami mengerti, tapi ada apa? tidak seperti biasanya kamu berkata seperti ini syalfa?".
" aku tidak bisa menjelaskan nya sekarang, tidak ada waktu lagi".
" aku harus pergi dulu, ada suatu hal yang harus aku kerjakan".
" tidak syalfa, ini sudah jam 5 sore" kata Miss Dona.
" ada nyawa lain yang terancam sekarang" kata syalfa mengejutkan semua orang.
" maksud kamu apa? semua sudah ada disini".
" ada seseorang yang di tunggu, dan dia akan datang , aku akan melindunginya sebisaku".
"siapa?" tanya pak Robert.
__ADS_1
"ayah lucky" jawab syalfa.
" kau pasti becanda syalfa, ayahku di luar kota". jawab lucky sedikit khawatir.
" dia kembali, untuk menemuimu, aku harus pergi sekarang, ingat pesanku tadi".
syalfa berjalan ke arah pintu aula." tunggu" , syalfa menoleh, " ada apa?" syalfa menatap Mario,Rania dan lucky yang mencegahnya .
" aku ikut denganmu" kata Mario berjalan mendekat.
" aku juga" kata Rania dan lucky serempak.
"ini berbahaya, apa lagi kamu lucky" syalfa menatap lucky sebentar.
" aku tau, tapi aku menghawatirkan ayahku, tolong bawa aku ikut denganmu juga" pintanya.
" cepatlah" kata syalfa yang mulai panik.
...---------...
cahaya matahari yang sudah terbenam dan keadaan ruangan yang tidak terlalu luas menambah suasana di dalam ruangan itu sedikit pengap, karena tidak ada cahaya di tambah adanya barang barang tak terpakai disana.
seorang laki laki paruh baya berdiri di depan sebuah tembok, menundukan kepalanya dan menangis.
" maaf, maafkan aku" isakannya terdengar sangat memilukan bagi siapa pun yang mendengarnya.
__ADS_1
sesaat kemudian dia melihat sepasang kaki putih dan pucat berada di depannya, dia menatap kaki itu lalu pandangannya mulai ke atas untuk melihat wajah dari orang di depannya.
lelaki itu tertegun melihat siapa yang berdiri di depannya.
wanita cantik yang mengisi hatinya, wanita ini yang dulu pernah mengandung darah dagingnya.
"SISKA"
nama itu keluar dari bibirnya saat dia menatap wajah cantik kekasihnya, yang pucat itu, dengan memakai baju yang sama seperti terakhir kali dia melihatnya .
" Siska, tolong maafkan aku"
lelaki itu menangis di depan sosok Siska, dia benar-benar menyesal sampai saat ini rasa bersalah di masa lalu selalu terngiang di kepalanya.
tiba tiba sosok itu berubah wujud menjadi menyeramkan. tubuhnya yang tadinya halus kini terdapat banyak luka, wajahnya terdapat banyak darah.
lelaki itu terkejut, tubuhnya bergetar, dia berjalan mundur .
" sis..ka, maafkan aku "
sosok itu mendekat, " jangan Siska!" lelaki itu berlari keluar dari gudang.
sosok Siska melayang mengejar lelakinya. lelaki itu berlari sekuat tenaganya, sesekali dia menoleh ke belakang untuk melihat sosok Siska.
hingga dia tidak menyadari adanya tangga di depannya, kakinya terpeleset membuat dirinya jatuh, tubuhnya berguling guling menuruni tangga, sampai dasar tangga itu, tubuhnya tergeletak di lantai.
__ADS_1
lelaki itu bersimbah darah menatap sosok Siska yang juga menatapnya dari atas.