
" bagaimana, apa semua sudah siap?" Tanya Rania menatap semua orang.
" Iya" jawab mereka kompak.
"Baiklah, walaupun waktu masih pagi hari tapi kalian harus tetap waspada, kita mulai dengan tugas masing-masing dan jangan lupa kembali sebelum jam 4 sore"
" Baiklah"
" Syalfa, bagaimana dengan kita hari ini?" Tanya Rania menatap syalfa yang sedang sibuk dengan tas.nya"
" Aku akan kembali ke perpustakaan lama untuk mengambil buku yang kemarin kita temukan, lalu aku akan mengelilingi kampus ini mencari petunjuk lain. Kita harus berbagi tugas sekarang, kau dan pak Hanz pergilah ke villa dekat kampus, siapa tahu disana ada petunjuk, tapi ingat! Jangan kalian masuk ke hutan terlarang itu apapun yang terjadi".
"Baiklah, aku akan bersiap siap juga dengan tas ku, karena kita tidak tahu akan bisa kembali kesini atau tidak"
Syalfa berjalan dengan Mario, ruangan demi ruangan telah mereka lewati.
" Pagi pagi begini mereka sudah menampakan diri" gumam syalfa.
" Kamu bicara apa?" Tanya mario yang mendengar sayup sayup gumaman syalfa.
" Tidak apa, fokuslah dengan pandanganmu"
Mereka kembali diam, fokus dengan apa yang mereka lewati.
Syalfa dan Mario melewati lorong dengan cahaya dari luar menembus jendela kampus, dapat mereka lihat lapangan luas di tengah gedung kampus.
Disekeliling lapangan ada beberapa pohon dan tanaman bunga di sana, memberi kesan asri dan sejuk di pandang.
Syalfa menatap Mario yang masih fokus dengan pandangan lurus ke depan.
Di ujung lorong, ada persimpangan yang cukup gelap karena disisinya tidak ada jendela, seperti lorong sebelumnya.
" Kita ke arah mana sekarang?" Tanya Mario melihat kanan dan kiri nya.
__ADS_1
"Kita ke kiri" jawab syalfa mendahului langkahnya.
Mario tidak menjawab, namun mengikuti kemana syalfa melangkah.
Ada beberapa lukisan terpajang di setiap dinding lorong itu, syalfa menatap lekat lukisan lukisan yang terpajang.
"Ada apa? Apa ada yang aneh?'' tanya Mario yang melihat syalfa menatap setiap lukisan dengan lekat".
"Tidak".
Syalfa menghentikan langkahnya saat sesuatu menggelinding ke arah kakinya .
Sebuah kepala manusia berada tepat di kaki syalfa, syalfa menahan nafasnya sejenak, melihat sepasang mata melotot menatapnya.
" Pergi!" Teriak sosok itu lalu menyeringai.
Syalfa diam tak menjawab, lalu berjalan melewatinya begitu saja.
Wuuuussshh
Bau busuk menyeruak di penciuman mereka.
" Apa kau mencium bau sesuatu syalfa? Ini sungguh membuat perutku mual" tanya Mario membekap hidung dan mulut dengan tangannya.
" Iya, ada sosok tanpa kepala di sebelah kanan tidak jauh dari kita"
Syalfa masih tidak menghiraukan sosok tanpa kepala itu. melanjutkan perjalanannya yang di ikuti juga oleh mario.
sosok itu berjalan dan mengambil kepalanya menghadap syalfa.
. wuuuussshh
Tiba tiba sosok itu berada tepat di hadapannya.
__ADS_1
"Pergi !!" teriak sosok itu lagi menatap syalfa tajam.
.Aku tidak ada urusan denganmu, jadi kau saja yang pergi"
Tubuh syalfa terangkat dan berputar sangat kencang, lalu menubruk ke salah satu lukisan yang terpanjang disana, hingga membuat lukisan itu terjatuh dan pecah..
Praaang..bruuugh..
Tubuh syalfa membentur tembok dengan cukup keras, kaca lukisan menancap di kaki kirinya.
Aaaaah, syalfa memegang kakinya yang terkena pecahan kaca.
" Syalfaaa"
Mario menghampiri syalfa, lalu menatap sekeliling. Memasang tubuhnya untuk melindungi syalfa.
" Kau tidak apa apa? Maaf aku lengah, aku tidak bisa melihatnya" tanya mario menoleh ke belakang menatap syalfa.
" Iya, aku tidak apa apa" jawabnya lalu mencabut kaca di kakinya.
"Ssssttt"
Mario yang melihat darah cukup banyak di kaki syalfa langsung merobek bajunya dan mengikatnya di kaki syalfa untuk menghentikan pendarahan.
Wuuuussshh
Mario bisa merasakan ada angin yang menerpa wajahnya, di Sertai lukisan yang berterbangan ke arahnya.
Mario menendang satu per satu menghalau lukisan yang mengarah padanya.
Prang
Pyaar
__ADS_1
Lukisan itu berhasil di halau dengan cepat, mengakibatkan ruangan itu banyak sekali kaca berceceran di lantai, akibat banyaknya lukisan yang pecah.