Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
3 Malam lagi


__ADS_3

keadaan ike kini membaik setelah 30 menit yang lalu syalfa telah mengobatinya. ya mereka sudah bertemu 1 jam yang lalu, karena bantuan gea dan riyan tentunya.


niatnya mereka akan menemui yang lain setelah keadaan ike membaik dan kini saatnya mereka meneruskan perjalanannya.


" apa kamu benar- benar sudah lebih baik?" tanya moly menatap ike khawatir.


" iya, aku jauh lebih baik, kamu tidak usah khawatir" kata ike tersenyum.


" jika belum sanggup, jangan di paksakan, kita akan tetap pergi bersama, lebih baik kamu istirahat dulu saja, besok kita lanjutkan perjalanannya" kata rania pada ike.


"tidak ka..aku sanggup ko, kalian tidak usah khawatir, lebih baik sekarang juga kita melanjutkan perjalanan bukankah tidak baik, jika terlalu lama menunda?" kata ike meyakinkan.


" baiklah, tapi jika merasa tidak baik pada tubuhmu kamu bisa memberitahu kami" kata syalfa tersenyum.


" iya ka, terimakasih" kata ike membalas senyuman syalfa.


" riyan kita ke arah mana?" tanya syalfa.


" kesini, tidak jauh lagi kita sampai, mereka ada di dalam sebuah gua" kata riyan dan di ikuti oleh yang lain.

__ADS_1


"sepertinya aku harus mencari yang lain dan mempertemukannya pada kalian, karena waktu upacara puncaknya 3 malam lagi. kalian harus bisa sampai di sana tanpa ada yang tertinggal" jelas gea.


" baiklah, pergilah" perintah syalfa, gea langsung menghilang setelah mendengar persetujuan syalfa.


" jika memang puncaknya 3 malam lagi , kita harus bergerak cepat syalfa, karena hanya disaat itu penentuan nasib kita semua. kita akan mati, bebas atau malah terjebak disini selamanya" kata rania.


"iya kamu benar rania, maka dari itu untuk 3 malam ini terpaksa kita harus berjalan tanpa istirahat, apa kalian sanggup?" tanya syalfa menatap semuanya.


" iya ka, aku akan berusaha" jawab ike dan di angguki moly.


" kita selalu siap , kamu tinggal bilang saja apa yang harus kita lakukan" kata giano.


" terimakasih riyan" kata mereka lalu memanjat ke atas bergiliran.


saat mereka sudah memasuki mulut goa, mereka melangkah masuk memperhatikan ke sekeliling goa, namun tidak ada tanda- tanda keberadaan pak hanz dan yang lain.


" dimana mereka? apa mereka sudah pergi?" tanya giano mengedarkan pandangannya.


" di sana, mereka ada di atas, di dalam lubang itu" kata riyan lagi.

__ADS_1


" pak hanz ! hay ! semua kami datang !" teriak rania menggema di dalam gua".


pak hanz dan yang lain yang mendengar suara yang familiar berjalan keluar lalu menatap ke arah bawah.


" kalian !?" kata daren kaget sekaligus senang begitupun dengan yang lain, mereka beranjak turun untuk menemui syalfa, mario ,rania dan yang lain.


" bagaimana kalian bisa tahu, kalau kami berada disini? apa kalian baik- baik saja? kalian sudah makan?" tanya daren beruntun.


" tanyanya satu satu dong bro, kita jadi bingung mau jawab yang mana dulu" kata giano sembari menepuk pundak daren.


" sorry, gue seneng banget bisa ketemu kalian semua" jawab daren.


" kami tahu kalian ada di sini itu dari si riyan, tuh dia ada disana" tunjuk rania pada sosok riyan yang tidak jauh dari mereka. " kami baik- baik saja dan kami juga sudah makan" lanjutnya lagi.


" sebaiknya kita langsung lanjutkan perjalanan kita, karena waktunya hanya 3 malam saja" kata syalfa." riyan tolong bantu gea menemukan teman kita yang masih selamat sebelum waktu kita habis" kata syalfa pada riyan.


" baik aku pergi, kalian berhati- hatilah apa lagi jika malam tiba dan jangan sesekali menyalakan apapun, atau membuat kegaduhan. kalian bisa pergi dimana arah matahari terbenam, mereka melakukan upacara pembangkitan disana" kata riyan yang di angguki oleh semuanya.


kemudian riyan menghilang setelah menyampaikan nasihat pada teman- temannya.

__ADS_1


" ayo" kata syalfa yang di ikuti yang lainnya.


__ADS_2