
di dalam ruangan aula, beberapa orang sedang melakukan latihan bela diri, sedangkan Giano masih terus sibuk di depan komputernya di dampingi pak Robert.
Mario berjalan mendekati keduanya, saat sudah selesai memberi arahan ke pada yang lain.
" kau kenapa?" tanya Giano.
" kenapa mereka belum kembali juga?" pada hal ini sudah hampir siang.
" mungkin sebentar lagi mereka akan kembali, aku yakin mereka baik baik saja"
ceklek
terdengar pintu terbuka dari luar, semua orang menoleh ke arah pintu.
syalfa , Rania, Rasya dan pak Hanz datang dengan membawa tas masing-masing.
" akhirnya kalian kembali" kata pak Robert berjalan mendekat di ikuti Mario dan Giano.
" sepertinya kalian sudah mulai latihan" kata pak Hanz menatap orang orang yang berlatih bela diri".
" iya, dua hari ini" jawab pak robert.
" bagaimana dengan kalian disana?".
" maaf, kami datang terlambat, pak Ujang sudah meninggal dunia."
__ADS_1
" apa yang terjadi dengannya?".
pak Robert benar benar terkejut, orang yang sudah bekerja dengannya cukup lama, tiba tiba meninggal.
" dia di bunuh oleh arwah seseorang, yang masuk ke tubuh seorang wanita, mungkin wanita itu yang tidak sengaja membangunkannya".
" apa ! tapi kenapa dia membunuh Ujang?"
" aku sendiri tidak tahu, tapi mengingat cerita pak Ujang terakhir kali, aku rasa pak Ujang tahu sesuatu". kata pak Hanz
" iya pak Hanz benar, terakhir kami bertemu dengannya, pak Ujang seperti menyembunyikan sesuatu, itu seperti rahasia besar" Rania menimpali.
"Ujang, sebenarnya apa yang dia rahasiakan?" gumam pak Robert.
" lalu bagaimana dengan wanita yang kerasukan itu?" tanya Giano yang ikut penasaran.
"waaah, kau hebat syalfa , lalu bagaimana dengan wanita itu? " tanya Giano antusias.
"MATI" jawab Rania
" apa ! kau membunuhnya syalfa!" pekik Giano terkejut.
syalfa masih tetap diam, tanpa menjawab pertanyaan Giano.
Mario langsung menggenggam tangan syalfa erat, syalfa hanya menoleh ke arah Mario sekilas dan kembali menatap ke depan. entah apa yang sedang dia fikirkan.
__ADS_1
" itu lebih baik, kita tidak mungkin bisa mengeluarkannya dari tubuh wanita itu, auranya sangat kuat, lagipula di lihat dari luka luka di tubuh wanita itu, sepertinya kondisinya sudah kritis". jelas Hanz.
" iya ayah benar, kalau syalfa tidak membunuhnya, itu malah semakin berbahaya, arwah itu bisa dengan leluasa menggunakan tubuh itu untuk balas dendam" kata Rasya ikut menjelaskan.
" apa kalian sudah membereskan jasad itu?" tanya Giano.
" iya, semua sudah beres, kami sudah memakamkan keduanya dengan layak" jawab Rania.
" syalfa, apa yang sedang kau fikirkan?" tanya Mario yang sedari tadi memperhatikan tingkah kekasihnya yang hanya diam, tanpa ikut bercerita.
semua orang menatap ke arah syalfa, kini orang- orang yang sedang berlatih ikut bergabung karena jamnya sudah selesai.
" nanti sore, akan ada seseorang yang datang, kedatangannya akan membuat sebagian misteri di kampus ini terungkap, bersiap lah kalian, jaga diri kalian dengan baik, waktu yang besar sudah semakin dekat, sebelum aku sampai di sini, aku melihat sosok wanita di gudang berdiri di atas gedung kampus, menatap ke depan kampus ini"
" lalu , apa perlu kita melarangnya untuk tinggal disini nanti, kita suruh saja dia pergi dari sini " kata pak Robert.
" tidak bisa pak Robert, itu malah akan membuat nyawa semua orang lebih terancam, biarkan mereka menyelesaikan masalah terdahulu, jika harus kehilangan nyawanya, mungkin ini akibat dari perbuatannya di masa lalu". kata syalfa menghembuskan nafasnya.
" iya kau benar syalfa, tapi alangkah lebih baiknya ikut melindunginya, jangan sampai terbunuh, cukup memberi celah untuk saling berkomunikasi, menyelesaikan masalah yang belum usai".
" akan aku coba Rania, tapi aku tidak yakin".
" kamu bisa syalfa, bukankah sebelum ini pun kamu begitu, kenapa sekarang kau jadi lemah seperti ini" Rania menepuk pundak sahabatnya memberi semangat..
" baiklah, kalian aku juga perlu bantuan kalian nanti" kata syalfa menatap semuanya dan terakhir pandangannya ke pada Mario yang masih setia di sampingnya.
__ADS_1
Mario yang paham tatapan itu mengangguk mantap. begitu pula dengan yang lain.