Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Biodata Mahasiswa th 1989


__ADS_3

Mario memfokuskan fikirannya menatap ke arah yang di tuju, cahaya berwarna biru keluar dari tubuh Mario.


Mario kini bisa melihat sosok wanita dengan wajah yang cukup mengerikan sedang berada di sebelah rak buku menatap mereka tajam.


Mario bisa merasakan sosok ini lumayan kuat ada warna gelap di sekitar sosok itu.


Mario mencoba melawan dengan aura yang dimilikinya.sedangkan syalfa mencoba berkomunikasi dengan sosok itu, syalfa melangkah lebih dekat dengannya.


namun syalfa masih menjaga jarak, dia tahu sosok ini cukup berbahaya.


" kamu siapa?" tanya syalfa mencoba berbicara lewat batinnya.


"PERGI !!" teriak sosok itu.


ngiiiiiiiiingggg..


syalfa memegang kedua telinganya yang berdengung setelah teriakan sosok itu terdengar sangat keras di pendengarannya.


aaaaaaaaaakh panas!!


wuuuussshh


sosok wanita itu menghilang setelah berteriak kesakitan.


" kaamu tidak apa apa?"


Mario langsung memegang kedua pipi syalfa lalu memeluk nya erat .

__ADS_1


" iya aku tidak apa". kata syalfa masih merasakan telinganya yang berdengun, walau tidak separah sebelumnya.


"ayo lebih baik kita cepat mencari buku itu sebelum sosok itu kembali"


Mario mengandeng tangan syalfa ke tempat dimana syalfa melihat buku itu terakhir kalinya.


"kamu cari di rak yang ini saja, biar aku yang melihat buku buku yang bertebaran di lantai, mungkin ada di sekitar buku yang jatuh".


"baiklah"


mereka mulai sibuk mencari buku biodata mahasiswa terdahulu.


"syalfa"


Mario mengangkat sebuah buku yang cukup besar dan tebal tertulis " biodata mahasiswa tahun 1989".


"aku menemukannya"


"iya itu bukunya, lebih baik sekarang kita cepat pergi dari sisi, aku mulai merasakan akan ada yang datang".


" baiklah, ayo!!"


Mario membawa buku itu dengan menggandeng tangan syalfa erat keluar dari perpustakaan lama.


saat sampai di depan pintu keluar, syalfa merasa ada sosok yang melihat ke arahnya.


syalfa menoleh ke belakang, benar saja ada sosok wanita cantik yang di lihatnya di luar jendela kampus.

__ADS_1


sosok itu menatapnya dengan senyum tipis. tidak ada tatapan tajam di sana, melainkan tatapan kesedihan di mata itu.


.......................


Pak Hanz dan Rania berjalan berdampingan melewati pohon yang menjulang tinggi.


mereka sudah keluar dari kampus sudah 15 menit yang lalu.


"pak, apa benar ini jalannya? kenapa kita melewati begitu banyak pohon besar disini? bukankah kita harus ke arah vila?".


"menurut cerita dari pak Dahlan, iya ini jalannya,vila itu kan dekat dengan hutan terlarang, jadi kita memang harus melewati pohon besar ini, yang penting kita jangan sampai terkecoh sama pohon pohon disini, karena jika di lihat memang pohon disini semua sama dan aku bisa merasakan banyak makhluk beraura negatif disini".


" baiklah pak"


" kenapa sih letak kampus harus dekat dengan hutan, kenapa tidak bangun di tengah kota saja"


" kalau soal itu ,kamu tanyakan saja pada pak Robert" jawab pak Hanz tersenyum.


"saya tidak berani pak Hanz" kata rania di Sertai cengirannya.


"pak, apa itu vilanya" Rania memandang sebuah villa tidak besar tapi bangunannya cukup elegan.


"iya, itu vilanya! ternyata benar tidak jauh dari kampus".


mereka berjalan mendekat ke bangunan itu. bangunan yang masih terawat, bahkan tumbuhan liar di sekitarnya tidak ada pada hal ini dekat dengan hutan.


"aaaahhhh, pergi!! pergi! jangan ganggu aku! pergi!!"

__ADS_1


terdengar suara teriakan dari arah belakang bangunan itu.


__ADS_2